2022, Wapres Optimistis Ekonomi Indonesia Bakal Kembali Pulih

2022, Wapres Optimistis Ekonomi Indonesia Bakal Kembali Pulih
Wapres KH. Ma'ruf Amin. (Foto: istimewa)
/ YUD Kamis, 9 Juli 2020 | 14:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan optimismenya bahwa Indonesia mampu melewati masa sulit perekonomian pada 2020 dan 2021. Wapres meyakini bahwa Indonesia dapat kembali meningkatkan produktivitas dan kemampuan dalam negeri pada 2022.

"Saya berpendapat, paling tidak dibutuhkan sampai 2022 untuk ekonomi kita dapat dikatakan pulih kembali. Kita meyakini kita bisa melewati masa sulit selama 2020 hingga 2021, kita akan cepat tumbuh kembali pada 2022 dan 2023," kata Wapres saat menyampaikan kuliah umum kepada peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 60 dan 61 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Jakarta, Kamis  (9/7/2020).

Untuk dapat meningkatkan kembali perekonomian, Wapres mengatakan saat ini proyek-proyek pembangunan yang memerlukan biaya besar akan ditunda pengerjaannya. Pemerintah melakukan refocusing anggaran dengan memprioritaskan program di sektor kesehatan, sosial, serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Proyek-proyek yang membutuhkan biaya besar, barangkali untuk sekarang ini ditunda sampai 2022 atau 2023. Hanya ditunda, tidak dibatalkan, karena ada perubahan refocusing tadi pada hal-hal yang mendesak," jelasnya.

Ma'ruf juga mengatakan peningkatan anggaran penanganan Covid-19 yang semula Rp 405 triliun menjadi Rp 695 triliun, sangat mungkin terjadi apabila dampak dari pandemi tersebut semakin tinggi.

"Oleh karena itu, anggaran yang tadinya Rp405 triliun sekarang menjadi Rp695 triliun itu sangat mungkin, kalau terjadi di luar yang kita tidak harapkan ini bisa bertambah lagi," tuturnya.

Perubahan rencana pembangunan jangka menengah (RPJMN) juga perlu dilakukan untuk dapat menyusun ulang rencana prioritas terhadap sejumlah program pembangunan pemerintah.

"Menurut saya, kita perlu merevisi RPJMN; dalam arti lebih memberikan prioritas pada kegiatan yang benar-benar produktif dan menata kembali kegiatan, agar akhir dari pemerintahan ini pada 2024, sebagian target yang menyangkut kesejahteraan masyarakat tetap dapat tercapai," ujarnya.



Sumber: ANTARA