Dorong Transaksi Digital, Bank Mandiri Hadirkan Kantor Cabang Modern Edukatif

Dorong Transaksi Digital, Bank Mandiri Hadirkan Kantor Cabang Modern Edukatif
Ilustrasi Bank Mandiri. (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Lona Olavia / JAS Kamis, 9 Juli 2020 | 15:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Mandiri terus bertransformasi dengan mengadopsi perkembangan teknologi digital guna meningkatkan kualitas produk dan layanan. Untuk itu, Bank Mandiri meresmikan pengoperasian kantor cabang modern dengan konsep edukatif (edu-branch) di Menara Astra lantai 2, Jalan Sudirman Kav. 5-6, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Di kantor cabang tersebut, nasabah akan diberikan pengalaman bertransaksi digital ala Bank Mandiri yang mudah, cepat, dan aman, seperti layanan pembukaan rekening online, cara pembayaran transaksi praktis via Mandiri Online, maupun cara pembelian produk investasi dan lain-lain. Bank Mandiri sendiri berencana mengenalkan sedikitnya enam cabang dengan konsep edu-branch pada tahun ini di seluruh Indonesia.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, inovasi KCP konsep edu branch tersebut dilakukan sebagai bentuk adaptasi perseroan pada perkembangan bisnis terkini sejalan dengan revolusi industri 4.0 sekaligus sebagai inisiatif upaya pemenuhan layanan nasabah di tengah pandemi Covid-19.

“Inisiatif ini juga merupakan implementasi visi terbaru perseroan untuk menjadi mitra finansial pilihan utama nasabah dengan misi menyediakan solusi perbankan digital yang handal dan simpel sehingga ke depannya Bank Mandiri dapat menjadi modern digital bank terbaik,” kata Hery dalam peresmian KCP Edu Branch, Kamis (9/7/2020).

Edu-Branch KCP Jakarta Menara Astra menempati salah satu sudut di lantai 2 Gedung Menara Astra, dengan tambahan area kolaborasi. Kantor ini menempati area seluas 285 m2, yang terdiri dari Area Cabang (banking hall dan backoffice) seluas 231 m2 dan area kolaborasi seluas 54 m2. Adapun target market yang ingin disasar dengan konsep Edu Branch KCP Jakarta Menara Astra adalah para karyawan, profesional, dan entrepreneurs yang well educated serta technology savvy.

Hery menambahkan, saat ini pihaknya terus mendorong penggunaan aplikasi Mandiri Online sebagai produk digital utama perseroan bagi nasabah retail. Melalui online, nasabah dapat mengakses seluruh informasi produk yang dimiliki nasabah seperti saldo dan histori transaksi rekening tabungan, deposito, limit dan histori transaksi kartu kredit, maupun status pinjaman personal. Bahkan bagi nasabah yang ingin berinvestasi dapat langsung melakukan pembukaan rekening mandiri tabungan rencana dan deposito melalui Mandiri Online.

Dari sisi transaksi, Mandiri Online memiliki fitur transaksi yang lengkap seperti pemindahbukuan, transfer antarbank, pendaftaran pembayaran secara auto-debit, top-up e-money, LinkAja dan uang elektronik lain, serta sudah terkoneksi dengan lebih dari 1,800 rekanan untuk melayani berbagai transaksi pembayaran ke merchant e-commerce, transportasi online, termasuk pembayaran tagihan rutin seperti listrik, air, pajak dan BPJS Kesehatan. Apalagi sekarang potensi maksimal dari Mandiri Online sudah bisa dinikmati di smartphone Android maupun iOS dengan rilis fitur update saldo e-money di perangkat iOS pada bulan Juni 2020.

Pada triwulan pertama 2020, Mandiri Online tercatat memiliki lebih dari 5 juta pengguna terdaftar dengan user aktif dibandingkan tahun lalu mencapai 61 persen. Lebih dari 170 juta transaksi telah dilakukan di Mandiri Online dengan nilai transaksi mencapai Rp 230 triliun. Secara keseluruhan, Mandiri Online memberikan kontribusi pendapatan terhadap perseroan sebesar lebih dari Rp 200 miliar. 



Sumber: BeritaSatu.com