Sharp Optimistis Pasar Elektronik Membaik di Tengah Pandemi

Sharp Optimistis Pasar Elektronik Membaik di Tengah Pandemi
Presiden Direktur PT Sharp Electronic Indonesia, Shinji Teraoka. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 8 Juli 2020 | 15:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penurunan permintaan pasar dan kapasitas produksi di awal pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadi tantangan tersendiri bagi PT Sharp Electronics Indonesia (SEID). Menghadapi situasi tersebut, SEID menerapkan strategi guna menyesuaikan kinerja perusahaan dengan kondisi di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Purchasing Behaviour Konsumen Berubah Selama Pandemi

Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka, mengatakan, perusahaan berhasil melalui rintangan dalam kurun waktu tiga bulan (Maret-Mei) dengan kembali menunjukan peningkatan produksi hingga 40 persen.

"Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar, berujung pada kenaikkan penjualan,” kata Teraoka dalam acara digital Sharp Web Confrence, Rabu (8/7/2020).

Beruntungnya, lanjut Teraoka, produk-produk unggulan perusahaan seperti Air Purifier mendulang performa positif pada akhir April 2020. “Kondisi itu membuat kmi dapat bertahan hingga kami mampu menghindari pemangkasan jumlah karyawan,” tegasnya.

Vice President PT Sharp Electronics Indonesia, Shigeo Noma, menambahkan, melalui penerapan kebijakan PSBB membuat kreativitas dan kerja sama tim menjadi kunci kesuksesan.

“Justru di tengah pandemi, pada bulan April lalu kami mencatatkan sejarah dengan keberhasilan dalam memproduksi lemari es ke 20 juta unit. Ini adalah prestasi yang luar biasa,” kata Noma.

Baca Juga: Sharp Aquos V Ramaikan Pasar Smartphone di Indonesia

Sementara itu, National Sales Senior General Manager SEID, Andry Adi Utomo, menjelaskan, phaknya memiliki 3 kunci utama dalam menjalankan bisnis strategi di tengah pandemi.

“Kami mengoptimalkan penggunaan internet, menghitung presisi terhadap potensi permintaan pasar dan menghadirkan produk baru yang sesuai dengan perubahan gaya hidup di masa pandemi,” jelas Andry.

Melalui strategi ini, lanjut Andry, Sharp mampu mempertahankan performa bisnisnya dengan melakukan beragam kampanye penjualan melalui kanal digital. Sharp pun cukup jeli melihat peluang pasar dengan melempar produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen .

"Guna melengkapi lini produk yang ada, Sharp meluncurkan lini lemari es satu pintu terbaru 'Kirei III' guna melengkapi lini produk yang ada dan memenuhi kebutuhan pasar akan keragaman model dan disain lemari es satu pintu,” ungkap Andry.

Lemari es terbaru Sharp 'Kirei III' dilepas ke pasaran dengan harga Rp 1.600.000 untuk kapasitas 133 liter, Rp 1.800.000 untuk kapasitas 166 liter, dan Rp 2.000.000 untuk kapasitas 184 liter.

Baca Juga: RI Ajak Tiongkok Kembangkan Industri Elektronik

Berangkat dari riset dilapangan, lanjut Andry, dampak dari pandemi membuat masyarakat Indonesia kerap berbelanja banyak guna menyimpan persediaan dan bahan makanan.

“Akibatnya mereka membutuhkan lemari es tambahan untuk menampung persediaan makanan tersebut. Lemari es satu pintu menjadi pilihan yang tepat karena desainnya yang kompak dan ruang penyimpanan yang cukup luas," pungkas Andry.



Sumber: BeritaSatu.com