Penutupan Perdagangan

IHSG Terkoreksi, Rupiah Menguat Tipis

IHSG Terkoreksi, Rupiah Menguat Tipis
Petugas melintas didepan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim)
Jeany Aipassa / JAI Kamis, 9 Juli 2020 | 17:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (9/7/2020) ditutup terkoreksi, namun bertahan di level 5.000. Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis dan masih bertahan di level 14.400.

IHSG yang pada sesi I perdagangan saham Kamis (9/7/2020) sempat menembus level 5.111,564, terkoreksi menjelang akhir perdagangan dan ditutup melemah 0,46% ke level 5.052,79, dibandingkan level 5.076,174 pada perdagangan sehari sebelumnya.

Sebanyak 205 saham mengalami penurunan harga, 195 saham naik harga, dan 175 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Melemahnya IHSG dipicu aksi jual yang dilakukan investor asing terhadap saham-saham di sektor perbankan dan telekomunikasi. Beberapa saham perbankan yang mengalami aksi borong pada perdaganga sehari sebelumnya, antara lain saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dilepas investor menjelang penutupan perdagangan Kamis (9/7/2020).

Aksi lepas saham-saham perbankan yang dilakukan invesror membuat BBRI terkoreksi 1,57% atau turun Rp 50 menjadi Rp 3.140, BBNI turun Rp 70 (1,46%) ke harga Rp 4.730, dan BBCA turun Rp 500 (1,61%) menjadi Rp 30.500.

Tak hanya itu, investor kembali melanjutkan aksi jual saham sektor telekomunikasi, termasuk saham bluechip PT Telkom Indonesia (TLKM), yang terkoreksi 1,27% atau sebesar Rp 40 menjadi Rp 3.110.

Aksi lepas saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dan PT LinkNet Tbk (LINK) kembali berlanjut pada perdagangan Kamis, sehingga TOWR ditutup terkoreksi 0,47% ke harga Rp 1.070 dan LINK terkoreksi 1,41% menjadi Rp 2.100. Pada perdagangan sehari sebelumnya, TOWR turun 1,83% menjadi Rp 1.075% dan LINK turun 2,74% menjadi Rp 2.130.

Melemahnya IHSG juga tidak terlepas dari pergerakan indeks di bursa Asia yang fluktuatif dan sebagian besar masih melemah karena kekhawatiran terhadap dampak pandemi virus corona (Covid-19) terhadap perekonomian, khususnya laporan kinerja di semester I 2020.

Sementara itu, nilai tukar rupiah menguat tipis pada penutupan perdagangan Kamis (97/2020). Rupiah menguat 0,17% menjadi Rp 14.414 per dolar Amerika Serikat (AS) ditopang oleh sentimen positif dari perbaikan data inflasi di Tiongkok, yakni dari 2,4% pada Mei 2020 menjadi 2,7% pada Juni 2020.

Perbaikan inflasi Tiongkok menunjukkan daya beli masyarakat dan sektor industri di negara itu mulai pulih, setelah mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-9. Analis memperkirakan rupiah akan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (10/7) berkisar antara Rp 14.303 hingga Rp 14.412 per dolar AS.