Bedah Rumah di Kota Bogor, Kempupera Alokasikan Rp 25,9 Miliar

Bedah Rumah di Kota Bogor, Kempupera Alokasikan Rp 25,9 Miliar
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menyalurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah sebanyak 1.823 rumah di Bogor, Jawa Barat. (Foto: Beritasatu Photo / Dok. Kempupera)
Imam Muzakir / FER Kamis, 9 Juli 2020 | 21:12 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menyalurkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah sebanyak 1.823 rumah di Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga: Kempupera Dorong Pembangunan Huntap di Palu

Direktur Rumah Swadaya Ditjen Perumahan Kempupera, KM Arsyad mengatakan, progam BSPS ini dapat dijalankan setelah melalui proses verifikasi yang tepat di lapangan oleh petugas tenaga fasilitator lapangan (TFL).

"Jadi, program BSPS ini akan tepat sasaran, tepat waktu dalam proses pembangunan dan tepat pemanfaatan karena bertujuan untuk membuat rumah layak huni dan yang paling utama adalah akuntabel,” kata Arsyad dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (9/7/2020).

Baca Juga: Kempupera Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Morowali

Arsyad menjelaskan, tahun ini Provinsi Jawa Barat mendapatkan alokasi Program BSPS sebanyak 8.928 unit melalui Satuan Kerja Strategis Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kempupera. "Jumlah alokasi bedah rumah sebanyak 1.823 unit dari Kementerian PUPR adalah Rp 25,9 miliar,” terangnya.

Arsyad menambahkan, alokasi penyaluran Program BSPS di Kota Bogor tersebar di beberapa lokasi di antaranya di Bogor Barat sebanyak 340 unit, Bogor Selatan sebanyak 579 unit, Kota Bogor Utara sebanyak 260 unit, Tanah Sereal sebanyak 320 unit, untuk Bogor Tengah sebanyak 200 unit, Bogor Timur sebanyak 240 unit.

Baca Juga: Program BSPS Jangkau 2.000 RTLH di Bengkulu

Setiap penerima Program BSPS Kempupera, imbuh Arsyad, mendapatkan bantuan sebesar Rp 17,5 juta rupiah yang terbagi sebanyak Rp 15 juta rupiah berupa bahan bangunan dan Rp 2,5 juta rupiah untuk upah pekerja. "Melalui Program BSPS ini Kementerian PUPR berupaya menjaga perekonomian masyarakat melalui program padat karya tunai berupa upah untuk pekerja," tandas Arsyad.

 



Sumber: BeritaSatu.com