Tertekan Sentimen Covid-19, IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah

Tertekan Sentimen Covid-19, IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah
Petugas membersihkan lantai didepan monitor pergerakan harga saham di layar elektronik Bursa efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 10 Juli 2020 | 09:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menurut riset Valbury Sekuritas, IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan peluang melemah pada perdagangan saham hari ini, Jumat (10/7/2020), seiring dengan bauran dari faktor-faktor berikut ini: saham AS pada perdagangan Kamis (9/7/2020) berakhir bergerak beragam, tingginya jumlah kasus baru virus covid-19 yang memunculkan kecemasan kembali diberbagai negara akan mempengaruhi pergerakan indeks bursa regional Asia, ) Sinyalemen positif dari indeks berjangka Wall Street menunjukan tanda-tanda penguatan, dan nilai tukar rupiah yang rawan melemah terhadap dolar AS.

Sentimen pasar dari dalam negeri:
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan penerimaan pajak mulai menunjukkan perbaikan pada Juni setelah Mei mengalami kontraksi cukup dalam yang ditunjukkan dengan realisasi hingga semester I 2020 mencapai Rp 531,7 triliun. Kendati, realisasi Rp 531,7 triliun itu terkontraksi 12% yoy dibanding periode sama 2019, namun beberapa pos penerimaan per jenis pajak sudah mulai membaik. Ia mengatakan untuk pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 yang pada Mei 2020 mengalami kontraksi sangat dalam hingga 28,4% kini pada Juni telah mengalami pembalikan yaitu tumbuh positif 13,5%. PPh final juga mengalami perbaikan yakni pada Mei terkontraksi 35% sedangkan Juni tumbuh 6,1% serta PPh 26 terkontraksi 19,7% pada Mei dan pada Juni tumbuh 19,9%. PPh orang pribadi yang tumbuh 10,9% pada Mei meningkat hingga 144,3% pada Juni. Selain itu, terdapat beberapa jenis pajak lain yang masih mengalami kontraksi pada Juni namun telah mengalami perbaikan dibanding Mei 2020 seperti PPh 22 impor yang terkontraksi 67% kini minus 54,2%.

Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II/2020 akan mengalami kontraksi yang berkisar -3,5% hingga -5,1%, dengan titik tengah -3,8%. Kontraksi ini dipicu oleh pembatasan sosial berskala besar yang masif di tingkat daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional untuk semester I 2020 akan berada di kisaran minus 1,1% hingga minus 0,4%. Namun, ekonomi Indonesia pada kuartal III akan membaik ke kisaran -1% hingga 1,2%. Pada kuartal IV, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 1,6% sampai 3,2%.

Sentimen pasar dari luar negeri:
Ekonomi kawasan Eropa bakal jatuh ke dalam resesi ekonomi lebih dalam pada 2020 karena pandemi Covid-19 dibandingkan perkiraan sebelumnya. Komisi Eropa juga memproyeksikan pemulihan ekonomi pada 2021 bakal berjalan lebih rendah dari yang diharapkan semula. Ekonomi 19 negara yang menggunakan mata uang euro bakal anjlok 8,7% pada 2020 ini sebelum naik 6,1% pada 2021. Sedangkan perekonomian Uni Eropa yang terdiri dari 27 negara bakal turun 8,3% pada tahun ini. Pada tahun depan, ekonomi ini akan naik 5,8%.



Sumber: BeritaSatu.com