Masuki Tahun Emas, Bukopin-Kookmin Dorong Pemulihan UMKM

Masuki Tahun Emas, Bukopin-Kookmin Dorong Pemulihan UMKM
Bank Bukopin (Foto: Istimewa)
Lona Olavia / WBP Jumat, 10 Juli 2020 | 14:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masuknya KB Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali mendorong PT Bank Bukopin Tbk yang genap masuki usia emas atau 50 tahun siap menjadi bank global sekaligus makin aktif dalam pengembangan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan tata kelola baik. Karakteristik pola bisnis Bank Bukopin sama dengan bank asal Korea Selatan tersebut, yang sama-sama fokus pada sektor UMKM.

Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Rivan Purwantono memastikan tidak ada permasalahan yang perlu dikhawatirkan baik oleh nasabah maupun investor. Apalagi dalam industri perbankan, nasionalisme bukan terpatok pada masalah kepemilikan, tapi kontribusinya terhadap kepentingan nasional dimana perusahaan berada.

"Bank asing di Indonesia jarang yang fokus hanya ke penduduk asalnya. Tapi, bagaimana mereka berbisnis di negara itu sehingga ketika itu masuk ke Indonesia, semestinya tidak usah khawatir karena justru bisa berikan kemudahan cara berbisnis, memudahkan akuisisi bisnis baru dan memudahkan aplikasi pola kerja baru. Sehingga dampaknya luar biasa, proses bisnis akan semakin bagus dan sebaran bisnis dengan teknologi akan membuat market menjadi lebih luas dan dampaknya baik ke masyarakat Indonesia dan merah putih," ujarnya dalam special dialogue Tahun Emas Bank Bukopin yang disiarkan secara langsung di BeritaSatu TV, Jumat (10/7/2020).

Baca juga: Bukopin Siapkan Program bagi Nasabah Prioritas

Selain itu, masuknya Kookmin Bank juga akan bagus karena memberi best practice baik dari sisi manajerial maupun digital banking. Meski demikian, tegas Rivan, fokus kerja Bukopin ke depan masih tetap sama yakni segmen UMKM disusul konsumer dan komersial. Adapun, tahun ini pertumbuhan kredit perseroan direvisi menjadi 5 persen dari yang direncanakan 10 persen-11 persen akibat pandemi.

Saat ini tercatat 57 persen kredit Bank Bukopin disalurkan ke UMKM. Sementara 24 cabang luar negeri Kookmin Bank juga terus berfokus ke UMKM, di samping sektor mortgage. Kesamaan ini membuat terjadi transfer knowledge sehingga Bukopin bisa belajar banyak dari Kookmin. "Proses transfer knowledge secara tidak langsung belajar di global industri perbankan tanpa harus berpindah ke negara asing. Kita akan jadikan bankir yang siap yang belajar banyak hal terutama tata kelola operasional dan bisnis perbankan internasional," tambahnya.

Dia mengatakan, pengembangan UMKM juga akan makin dioptimalkan ke depannya. Dengan pendampingan dan peranan teknologi, segmen unbankable akan menjadi bankable.

Bahkan, bisnis simpan pinjam Swamitra binaan Bank Bukopin yang merupakan kemitraan dengan koperasi itu ditargetkan makin banyak dari saat ini 511 menjadi 1.000 koperasi dalam kurun waktu tiga tahun.

Saat ini, pembiayaan Swamitra yang diresmikan oleh Presiden RI ke-3 BJ Habibie ini telah tembus Rp 2,8 triliun dengan jumlah debitur 60.000. Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan merupakan tiga komponen yang terbesar, disusul koperasi karyawan. "Swamitra tidak hanya pembiayaan dan simpan pinjam, tapi kita ajarkan untuk mendapatkan fee based layaknya perbankan," kata Rivan.

Lebih lanjut, bank yang terlahir dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia pada 10 Juli 1970 tersebut kini masih terus memiliki unsur koperasi dalam bisnisnya. Ia pun meyakini prinsip dan konsep koperasi yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan sangat bisa maju di Indonesia, apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Sementara terkait pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas kelima (PUT) kelima Bank Bukopin atau rights issue Rivan mengatakan, prosesnya telah berjalan lancar. Dengan KB Kookmin sebagai bank pengendali, ditargetkan pada tahun ini perseroan akan mengeluarkan produk dan layanan yang mengedepankan aspek teknologi dan tata kelola yang sudah diterapkan Kookmin di negara lainnya.

Seperti diketahui, PT Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank Co. Ltd menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan seluruh haknya dalam PUT V. Kookmin Bank bertindak sebagai pembeli siaga yang akan mengambil seluruh sisa saham yang tidak dilaksanakan haknya oleh pemegang saham lainnya. Dengan demikian, porsi saham Kookmin naik dari 22 persen menjadi 26 persen. Lalu untuk memiliki minimal 51 persen, perseroan akan kembali menggelar aksi korporasi berikutnya yang serupa.

Sebelumnya hingga 10 Juni 2020, Kookmin Bank telah merealisasikan komitmennya untuk menjadi pemegang saham pengendali (PSP) Bank Bukopin dengan penempatan dana sebanyak US$ 200 juta. Hal ini menunjukkan konsistensi keseriusan Kookmin Bank sebagai pemegang saham terbesar kedua perseroan sejak Juli 2018.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan sudah mendukung tindakan Kookmin sebagai investor untuk segera menjadi pemegang saham pengendali di emiten saham berkode BBKP ini, untuk menyelesaikan permasalahan likuiditas perseroan.



Sumber: BeritaSatu.com