PNM Siapkan Kas Internal untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

PNM Siapkan Kas Internal untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
Ilustrasi Obligasi. (Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 10 Juli 2020 | 20:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM siap melakukan pembayaran Obligasi Berkelanjutan II Tahap 1 Seri A Tahun 2017 dengan nilai pokok Rp 750 miliar yang akan jatuh tempo Minggu (12/7/2020).

“Kami selalu menjaga komitmen dan telah mempersiapkan sumber dana pelunasan yang berasal dari dana internal perseroan,” kata EVP Keuangan dan Operasional PNM, Sunar Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (10/7/2020).

Dia mengatakan, obligasi tersebut digunakan untuk modal kerja perseroan yang disalurkan pada pembiayaan usaha mikro kecil (UMK) dan ultra mikro. “Dalam masa pandemi Covid-19, PNM tetap menyalurkan pembiaayan kepada usaha ultra mikro dan UMKM," kata dia.

Di tahun 2020, PNM telah menyalurkan pembiayaan lebih Rp 8,2 triliun. "Kami harapkan penyaluran ini dapat menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat bawah,” tambahnya.

Baca juga: Bunga Obligasi PNM Rp 2 Triliun Ditawarkan 8,75%-10%

Untuk diketahui, Obligasi Berkelanjutan II Tahap 1 Seri A Tahun 2017 memiliki tingkat bunga 8,75 persen per tahun dengan tanggal penerbitan 12 Juli 2017. Pembayaran kupon surat utang tersebut dilakukan setiap triwulanan dengan wali amanat PT Bank Mega dan underwriter Bahana sekuritas, Indopremier Sekuritas dan CIMB Sekuritas.

Obligasi tersebut tidak dijamin dengan agunan berupa asset tetap dan/atau piutang usaha karena obligasi tersebut mendapat rating investment grade dari PT Pefindo.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban tugas khusus memajukan ekonomi kerakyatan dengan memberikan pembiayaan, pendampingan dan pembinaan usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Saat ini PNM memiliki lebih dari 3.000 kantor layanan di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 provinsi, 427 kabupaten/kota, dan 4.276 kecamatan.



Sumber: BeritaSatu.com