Kelompok Menengah ke Bawah Jadi Sasaran Tembak Covid-19 di Era New Normal
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kelompok Menengah ke Bawah Jadi Sasaran Tembak Covid-19 di Era New Normal

Sabtu, 11 Juli 2020 | 14:29 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah, mengatakan masyarakat kalangan menengah ke bawah menjadi “sasaran tembak” pandemi virus corona (Covid-19) di era new normal (normal baru).

Menurut Rusli Abdullah, kika pada tahap awal kelompok menengah ke atas yang paling banyak terinfeksi karena melakukan perjalanan ke luar negeri, maka pada gelombang kedua kelompok menengah ke bawah yang paling rentan terinfeksi.

“Melihat perkembangan kasus Covid-19 saat ini, justru paling rentan adalah kelompok menengah ke bawah, apalagi yang bekerja di sektor informal seperti di pasar tradisional, karena kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan yang masih rendah. Jika tidak segera diantisipasi, akan terjadi gelombang kedua kasus Covid-19 dan skalanya bisa lebih besar,” kata Rusli Abdullah kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Terkait dengan itu, pemerintah harus lebih mengoptimalkan upaya edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pasalnya dalam masa transisi menuju normal baru ini, jumlah kasus baru Covid-19 justru semakin meningkat.

Rusli Abdullah mengatakan, peningkatan kasus baru Covid-19 di era normal baru, sudah menunjukkan tren sasaran tembak pandei corona yang bergeser ke kalangan menengah ke bawah. Pasalnya, selain tingkat kepatuhan pada protokol perlindungan diri yang rendah, elompok ini secara finansial juga tidak memiliki kemampuan untuk melindungi diri, misalnya membeli vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, bahkan ada sebagain yang tidak mampu membeli masker atau hand sanitizer.

“Kuncinya adalah disiplin mematuhi protokol kesehatan new normal. Pemerintah juga harus lebih tegas dalam mendisiplinkan masyarakat, misalnya dengan memberikan sanksi bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, tes Covid-19 juga harus terus diperluas,” ujar Rusli Abdullah.

Menurut Rusli Abdullah, selama pandemi Covid-19 belum terkendali, maka dunia bisnis akan sulit pulih dan berdampak pada berlanjutnya pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal itu akan menurunkan daya beli masyarakat, dan pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Misalnya saja pada triwulan I 2020, konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang terbesar PDB Indonesia hanya tumbuh 2,84%, padahal biasanya di atas 5%. Hal ini membuat ekonomi Indonesia merosot ke level 2,97%.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Selama PSBB, Penghasilan 70 Juta Pekerja Informal Turun Hingga 80%

Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar pandemi Covid-19, sekitar 70 juta pekerja informal mengalami penurunan penghasilan rata-rata antara 70%-80%.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Garuda Akan Pecat Oknum Pilot yang Terbukti Konsumsi Narkoba

Penegasan ini disampaikan Garuda menyusul informasi yang menyebutkan adanya oknum pilot yang diamankan aparat Kepolisian terkait kasus narkoba.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Sosialisasi Daring Pelindo III Diikuti 5.000 Karyawan, Terbanyak di Indonesia

Acara ini berhasil tercatat di Muri sebagai rekor dunia sosialisasi secara daring etos kerja baru BUMN kepada karyawan dengan peserta terbanyak.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Realisasi Penyerapan Dana PEN Sektor KUMKM Capai Rp 8,42 Triliun

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor KUMKM hingga 9 Juli 2020 mencapai Rp 8,42 triliun.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Pajak Pencairan Dana JHT Harus Dihapus

Pajak Pencairan untuk JHT diminta dihapus.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Baznas Raih Fundraising Digital Terbaik di IFA 2020

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menorehkan prestasi khususnya di dunia filantropi.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Wall Street Ditutup Menguat, Nasdaq Kembali Ukir Rekor

Dow Jones Industrial Average naik 1,4 persen, S&P 500 naik 1 persen, Nasdaq naik 0,6 persen ke rekor tertinggi 10.617,44.

EKONOMI | 11 Juli 2020


Padat Karya Irigasi Kempupera di Kalteng Dilaksanakan di 95 Lokasi

Ciptakan lapangan kerja pemerintah siapkan program Padat Karya Tunai Mandiri.

EKONOMI | 11 Juli 2020

Pakar Ekonomi: Omnibus Law Kunci Tarik Investasi dan Buka Lapangan Kerja

Omnibus Law datangkan investasi dan ciptakan lapangan kerja.

EKONOMI | 11 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS