Faisal Basri: Bantuan Berbentuk Sembako Bisa Matikan Usaha Kecil

Faisal Basri: Bantuan Berbentuk Sembako Bisa Matikan Usaha Kecil
Ekonom senior INDEF, Faisal Basri. (Foto: Beritasatu Photo / Herman)
Herman / CAH Minggu, 12 Juli 2020 | 13:56 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri menilai, kebijakan penanganan Covid-19 dalam bidang perlindungan sosial berupa bantuan berbentuk sembako bisa mematikan usaha kecil dan pasar tradisional.

Menurut Faisal, sebaiknya bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai langsung kepada masyarakat, sehingga bisa dibelanjakan langsung ke warung-warung sekitar yang pada akhirnya akan menggerakkan usaha kecil dan pasar-pasar tradisional.

Baca Juga: Faisal Basri: Kebijakan Penanganan Covid-19 Buat Ekonomi Makin Susah

“Katanya usaha kecil, usaha mikro dan ultra-micro ingin diberdayagunakan, tetapi ada dana Rp 63 triliun yang dipakai untuk membeli sembako dan diserahkan kepada rakyat dalam bentuk sembako. Jadi rakyat yang diberi sembako tidak beli lagi ke warung tetangga, tidak beli lagi ke pasar tradisional. Pemerintah justru belinya di pabrik, kemudian dikemas, lalu diangkut pakai truk,” kata Faisal Basri dalam acara diskusi yang digelar Narasi Institute bekerja sama dengan INDEF, akhir pekan lalu.

Menurut Faisal, sembako yang diberikan kepada masyarakat juga tidak bisa memenuhi kebutuhan tiap masyarakat yang berbeda-beda. Misalnya saja untuk penerima bantuan yang menderita penyakit diabetes mellitus, tentunya dia tidak membutuhkan gula.

“Rakyat itu harusnya dikasih uang. Bagi keluarga yang terkena diabetes, dia nggak perlu beras atau gula. Bagi keluarga yang ada bayinya, dia akan alokasikan lebih banyak untuk beli susu. Kalau seluruh rakyat dipukul rata dikasih sembako, dikasih mie instan, gula, beras, yang mungkin tidak ada gunanya bagi sebagian masyarakat, dan bisa mematikan warung tetangga atau pasar tradisonal,” ujarnya.

Baca Juga: Ekonom Senior Sebut Butuh Solidaritas Global Hadapi Covid-19

Faisal juga menyototi upaya mengatasi penyebaran Covid-19 yang menurutnya harus lebih dioptimalkan. Sebab semakin tidak terkendali, prospek ekonomi menjadi makin tidak jelas.

“Seluruh sumber daya harus kita gunakan untuk mengatasi Covid dulu. Semakin amburadul, semakin tidak jelas prospek ekonominya. Ini prasyarat mutlak. Mau kebijakan apapun, defisitnya dinaikkan, itu seperti kita menaruh air di ember yang bocor,” tegas Faisal.



Sumber: BeritaSatu.com