Logo BeritaSatu

Imbas Covid-19, Fintech Selektif Salurkan Pinjaman Baru

Senin, 13 Juli 2020 | 17:03 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan penawaran pinjaman online atau fintech peer to peer (P2P) lending ilegal di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, penyelenggara fintech P2P lending legal saat ini lebih selektif menentukan penyaluran pinjaman baru untuk mengantisipasi tingginya gagal bayar.

Baca Juga: Prospek Bisnis Fintech P2P Lending Diyakini Masih Cerah

Wakil Ketua Umum AFPI, Sunu Widyatmoko mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini, tingkat kebutuhan dana masyarakat semakin meningkat. Inilah yang dimanfaatkan pelaku fintech ilegal yang mengiming-imingi pinjaman dengan syarat-syarat yang sangat mudah. Namun, ujung-ujungnya akan merugikan masyarakat, karena fintech ilegal ini sering menyalahgunakan data-data peminjamnya. Adapun fintech legal atau anggota AFPI hanya boleh mengakses data peminjam berupa Camilan (camera, microfone dan location).

"Dampak Covid-19 menyebabkan sebagian platform melakukan pengurangan terhadap pinjaman baru dengan seleksi yang lebih ketat karena target market kami memiliki resiko yang lebih tinggi. Tercermin dari pertumbuhan di Mei yang hanya 3 persen,” kata Sunu dalam acara diskusi virtual, Senin (13/7).

Berdasarkan penemuan Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK sepanjang bulan Juni 2020, SWI berhasil menemukan 105 fintech P2P lending ilegal yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan pesan singkat di telepon genggam. Sementara itu, total fintech P2P lending ilegal yang telah ditangani SWI sejak tahun 2018 sebanyak 2.591 entitas.

Baca Juga: Bank Jago Siap Melayani Ekosistem Digital

Berdasarkan data OJK, penyaluran pembiayaan fintech P2P lending selama pandemi Covid-19 tercatat melambat. Untuk periode Mei 2020, total penyaluran sebesar Rp 109,18 triliun, atau hanya naik 3,12 persen dari posisi April 2020 sebesar Rp 106,06 triliun. Bandingkan dengan penyaluran pada Mei 2019 sebesar Rp 41,03 triliun atau naik 10,87 persen dari posisi April 2019 sebesar Rp 37,01 triliun.

Begitu juga penyaluran April 2020 yang naik 3,57 persen dari posisi Maret 2020 sebesar Rp 102,53 triliun. Bandingkan dengan penyaluran April 2019 yang naik 11,48 persen dari Maret 2019 sebesar Rp 33,20 triliun. Meski demikian, total penyaluran pembiayaan fintech P2P lending per Mei 2020 tercatat naik 166,03 persen dari posisi Mei 2019.

“Memang masih ada peningkatan penyaluran dari April ke Mei 2020 sebesar 3,12 persen, namun jika dibandingkan dari April-Mei tahun lalu yang masih 10,87 persen, peningkatannya melambat 7,75 persen. Hal ini karena para penyelenggara fintech P2P lending khususnya sektor multiguna (konsumer) agak mengurangi penyaluran pinjaman baru untuk mengantisipasi gagal bayar,” kata Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gandeng Influencer, Hermesien Closet Perluas Jangkauan Market Digital

Hermesien Closet memperluas jangkauan market digital dengan menggandeng influencer. Hal itu seiring dengan majunya era digital.

EKONOMI | 8 Oktober 2022

Kemenhub Tetapkan BPLJSKB sebagai Badan Layanan Umum

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) sebagai Badan Layanan Umum (BLU).

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Dolan-dolan, Cara Springhill Group Bangkitkan Semangat Kerja

Perusahaan pengembang properti, Springhill Group bersiap kembali bangkit untuk melanjutkan berbagai aktivitas bisnis.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Airlangga: Delapan Investor Tanamkan Investasi Pusat Data di Batam

Airlangga Hartarto mengatakan, sudah lebih dari delapan investor yang berinvestasi dalam pengembangan pembangunan pusat data di Batam.

EKONOMI | 8 Oktober 2022

Jokowi Apresiasi UMKM Bali yang Menembus Pasar Luar Negeri

Presiden Jokowi mengapresiasi UMKM Bali yang dapat menembus pasar luar negeri usai membuka Konferensi ke-3 WCCE Tahun 2022 di Nusa Dua, Bali

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Emil Dardak Terpilih sebagai Presiden EAROPH 2022-2024

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Dardak dipercaya sebagai Presiden Organization for Planning and Human Settlements (EAROPH) periode 2022-2024.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Jokowi Apresiasi Pengembangan Industri Bioteknologi

Presiden Jokowi mengapresiasi pengembangan industri bioteknologi yang memproduksi vaksin dengan platform teknologi berbasis messenger RNA (mRNA) di tanah air.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Lintasarta dan PPA Dukung Artajasa untuk Perkuat Layanan Transaksi Digital

Lintasarta melakukan kerja sama strategis dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) mendukung Artajasa untuk memperkuat layanan transaksi digital

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Menhub Dapat Surat Cinta dari Driver Ojol, Begini Isinya

Isi surat cinta driver ojek online (ojol) kepada Menteri Perhubungan (Menhub), sampaikan terima kasih dan makin semangat cari orderan karena tarif naik.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Penggerak Ekonomi Perempuan, Pendiri PT Infinitie Diapresiasi

Pendiri sekaligus COO PT Infinitie Berkah Energi Rinawati Prihatiningsih aktif memperjuangkan kesetaraan gender.

EKONOMI | 8 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Cari Pelatih Anyar, Wolverhampton Dekati Julen Lopetegui

Cari Pelatih Anyar, Wolverhampton Dekati Julen Lopetegui

BOLA | 21 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings