Wapres Minta Pelaku Usaha Kreatif Ciptakan Inovasi Produk

Wapres Minta Pelaku Usaha Kreatif Ciptakan Inovasi Produk
Wapres Ma'ruf Amin Tinjau Sekolah SMAN 4 Kota Sukabumi,Jawa Barat, Rabu, 8 Juli 2020. (Foto: Suara Pembaruan/Fatima Bona)
Herman / FER Senin, 13 Juli 2020 | 17:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin mengakui adanya berbagai pembatasan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 telah memberi tekanan pada ekonomi. Di triwulan I 2020, ekonomi Indonesia anjlok menjadi 2,97 persen. Bahkan di triwulan II, Wapres memprediksi ekonomi Indonesia akan minus.

Baca Juga: Menantu Wapres Siap Pimpin Karang Taruna Nasional

Karenanya, selain melakukan upaya yang sungguh-sungguh dalam mengendalikan Covid-19, pada saat yang sama dampak terhadap sektor ekonomi juga harus bisa diatasi agar tidak semakin terpuruk, bahkan bisa bangkit kembali. Hal ini menurutnya butuh dukungan dari masyarakat dan juga pelaku usaha.

Ma’ruf Amin menyampaikan, agar perekonomian dapat kembali bergerak, pemerintah telah memutuskan untuk mulai melakukan pembukaan aktivitas ekonomi dengan syarat-syarat tertentu untuk menuju tatanan kehidupan normal yang baru atau new normal.

"Inti dari tatanan normal baru adalah melakukan perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam hal kebiasaan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan. Selain itu, diperlukan juga perubahan dari sisi pelaku ekonomi agar lebih kreatif dalam menyediakan layanan dan inovasi produk yang tepat untuk kepentingan pencegahan Covid-19," kata Ma’ruf Amin dalam peluncuran buku 'Pandemi Corona: Virus Deglobalisasi Masa Depan Perekonomian Global dan Nasional, Senin (13/7/2020).

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Nilai Perlu Perampingan BUMN

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, Ma’ruf Amin menegaskan, pemerintah selalu menempatkan kesehatan dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Sehingga upaya yang dilakukan pertama kali adalah memutus penyebaran virus corona agar masyarakat tidak terinfeksi.

“Yang kedua, meningkatkan kapasitas pelayanan medis agar masyarakat yang terpapar dapat terlayani dengan baik. Kemudian membangun mekanisme untuk melacak masyarakat yang berpotensi terpapar melalui tes Covid secara masif dan menerapkan protokol isolasi diri yang ketat, serta menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” kata Maruf Amin.



Sumber: BeritaSatu.com