Kemparekraf Gelar Seminar Online untuk Pelaku Bisnis Pariwisata

Kemparekraf Gelar Seminar Online untuk Pelaku Bisnis Pariwisata
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya.
Elvira Anna Siahaan / EAS Senin, 13 Juli 2020 | 18:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan menggelar acara bertajuk Indonesian Sellers Meeting (ISM) melalui platform online selama tiga hari, pada 14-16 Juli 2020.

Acara yang diinisiasi oleh Kemparekraf ini bertujuan untuk membuka peluang bisnis, memperoleh informasi serta strategi bertahan di tengah pandemi dari buyer, wholeseller, maupun pelaku pasar.

Deputi Bidang Pemasaran Kemparekraf Nia Niscaya melalui keterangan resminya, Senin (13/7/2020) memaparkan, hari pertama ISM khusus untuk pasar India, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Sedangkan hari kedua meliputi pasar Korea Selatan, Tiongkok dan Hong Kong, Timur Tengah, Prancis, dan Jerman. Serta hari ketiga untuk pasar Jepang, Taiwan, Rusia, Belanda, dan Inggris.

Kegiatan webinar pada hari pertama akan terdiri dari tiga sesi dengan pembicara pembukaan Indonesian Sellers Meeting oleh Nia Niscaya, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I (Indonesia, ASEAN dan OCEANIA) Kemparekraf Vinsensius Jemadu, dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya.

Sementara pada sesi dua, bertajuk Market Updates and Business Opportunities for Singapura & Malaysia Market diisi oleh Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I (Indonesia, ASEAN, dan OCEANIA) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Vinsensius Jemadu, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Malaysia Kelvin Ong, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Singapore Sulaiman Shehdek, Deputy President of Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Mohd Akil Bin Mohd Yusof, Chairman Tourism Task Force Committee for SMCCI Mohammed Ismail Hussain, dan Marketing & PR Manager VITO Singapore Aris Latiff.

"Diharapkan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dapat mengetahui kondisi masyarakat dan menjalin komunikasi dengan negara dengan kebudayaan baru, khususnya antar pelaku industri (sellers, buyers, government) dengan mempertemukan pelaku industri inbound dan wholeseller/buyers sebagai langkah persiapan menuju kegiatan B2B," pungkas Nia Niscaya. 



Sumber: PR