Singapura Resesi, Ekspor Indonesia Bisa Terganggu
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Singapura Resesi, Ekspor Indonesia Bisa Terganggu

Selasa, 14 Juli 2020 | 16:05 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Singapura telah masuk ke jurang resesi setelah mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut. Ekonomi Singapura -41,2 persen pada kuartal-II 2020 dibandingkan dengan kuartal-I 2020 (quartal to quartal/qtq). Sementara dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (year on year/YoY) -12,6 persen.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengungkapkan, jika kontraksi ini berlanjut dalam waktu lama, misalnya sampai akhir tahun, kondisi ini berdampak pada kegiatan perdagangan antara Indonesia dan Singapura, di mana bisa menyebabkan melambatnya ekspor Indonesia.

“Singapura adalah salah satu mitra dagang utama Indonesia. Singapura berada dalam urutan ke-4 sebagai negara tujuan eskpor Indonesia setelah Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang. Hal ini diperburuk karena negara mitra dagang Indonesia utama selain Singapura juga kondisinya tidak lebih baik,” kata Yusuf Rendy kepada Beritasatu.com, Selasa (14/7/2020).

Rendy menambahkan, Singapura juga merupakan pemberi Utang Luar Negeri (ULN) terbesar ke swasta di Indonesia. Kontraksi pertumbuhan ini bisa berdampak pada penyesuian pemberian utang dari Singapura ke swasta di Indonesia.

“Banyak pihak swasta yang berlokasi di Singapura, yang memberikan pinjaman ke swasta di Indonesia. Dengan resesi ini, pihak swasta di Indonesia bukan tidak mungkin akan kesulitan mencari pembiayaan untuk aksi korporasi seperti ekspansi usaha. Kalaupun mengambil dari Singapura ongkos pinjamannya saya pikir akan akan sedikit mahal. Padahal seperti kita tahu likuiditas di dalam negeri sangat terbatas. Apalagi di tengah besarnya kebutuhan pembiayaan fiskal pemerintah,” kata Rendy.

Dalam situasi normal, Rendy mengatakan memang ada potensi Indonesia menjadi negara alternatif peluang pelarian aliran modal dari Singapura. Hanya saja kondisi Indonesia saat ini juga tidak jauh beda dengan Singapura. Misalnya dalam penyebaran kasus Covid-19, angka kasus malah masih menunjukkan tren yang meningkat. “Jika berbicara resesi, peluang Indonesia terkena resesi juga masih ada, apalagi melihat tren pemulihan ekonomi pada kuartal III yang masih berjalan lambat. Mungkin ceritanya akan sedikit berbeda apabila pada kuartal III pemerintah bisa menjaga agar ekonomi Indonesia tidak terkena resesi, maka bisa sedikit berharap ada peluang aliran modal dari Singapura ke Indonesia,” kata Rendy.

Menurutnya, implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan berkaitan dengan prospek ekonomi Indonesia. Jika dijalankan dengan cepat dan tepat, maka potensi prospek ekonomi untuk tumbuh positif masih relatif ada. “Ini yang menjadi salah satu key indikator pertimbangan para pemilik modal. Hal lain yang tidak kalah penting terkait isu kesehatannya itu sendiri,” kata Rendy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perkuat Segmen KPR, Bank Mandiri Gandeng The Sanctuary Collection

Kerja sama strategis ini, sejalan dengan rencana bank Mandiri yang terus memperkuat ekspansi di pasar KPR.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Sejalan Mata uang Asia, Ditutup Melemah ke Rp 14.450

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.355- Rp 14.450 per dolar AS.

EKONOMI | 14 Juli 2020

IHSG Ditutup Bertambah 14 Poin ke Posisi 5.079

Adapun indeks berbasis syariah yang tergabung Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,2 poin (0,7 persen) menjadi 555,6.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Koperasi Harus Lakukan Terobosan Extraordinary

Koperasi harus diberikan peran yang sentral dan signifikan agar apat menjadi motor utama penggerak perekonomian bangsa.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Aturan Otopet dan Sepeda Listrik untuk Lindungi Pengguna dan Masyarakat

Peraturan ini mengatur di mana saja kendaraan tertentu dapat beroperasi, yaitu lajur khusus dan kawasan tertentu.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Mochtar Riady: Jangan Minder, RI Pasti Bisa Adopsi Revolusi Industri 4.0

"Kalau Tiongkok bisa kenapa kita tidak bisa? Jangan kecil hati. Kita jangan minder dan berpikir Indonesia negara kecil, lemah," kata Mochtar Riady.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Merger Bank Syariah BUMN Perkuat Daya Saing Bank Syariah

Merger Bank Syariah BUMN akan memerkuat daya saing bank.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Kurs Rupiah Menguat ke Rp 14.405

Kurs rupiah berada di level Rp 14.405 per dolar AS atau terapresiasi 20 poin (0,14 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.425.

EKONOMI | 14 Juli 2020

Sesi I, IHSG Menguat Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,13 persen ke kisaran 5.071,08 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (14/7/2020).

EKONOMI | 14 Juli 2020

Pengembang Cambio Loft Berikan Kemudahan Cara Bayar

Cambio Lofts merupakan solusi hunian new normal for the next generation.

EKONOMI | 14 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS