Pasokan Apartemen di Surabaya Bertambah 1.961 Unit

Pasokan Apartemen di Surabaya Bertambah 1.961 Unit
Ilustrasi pembangunan apartemen. (Foto: Antara)
Imam Muzakir / FER Selasa, 14 Juli 2020 | 16:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi virus corona (Covid-19) yang masih berlangsung berdampak pada pasar properti, terutama pasokan apartemen di Surabaya. Berdasarkan prediksi awal tahun 2020 bahwa bakal ada pasokan 8.948 unit apartemen, diperkirakan bakal terkoreksi dan hanya ada 1.961 unit yang bakal masuk di tahun 2020 ini.

Baca Juga: Hunian Berkonsep TOD Jadi Pilihan Investor

"Sampai dengan semester I 2020 ini, ada satu proyek baru yang di serah terimakan Gunawangsa Tidar (tower C) dengan total 600 unit," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, di Jakarta, belum lama ini.

Sehingga, lanjut Ferry, total pasokan apartemen di Surabaya sampai dengan semester I 2020 mencapai 43.942 unit. Sedangkan untuk kinerja di tahun 2020 ini, diperkirakan tidak ada proyek baru yang diperkenalkan pada semester ini.

"Akibat pelaksanaan PSBB yang menghentikan banyak progres pembangunan, diprediksi hanya ada 1.961 unit dari 4 proyek yang kemungkinan masih bisa diselesaikan tepat waktu," kata Ferry.

Sementara, tingkat serapan selama semester I 2020 tercatat mengalami peningkatan 2 persen menjadi 85,6 persen dan diproyeksikan tingkat serapan akan tetap berada di kisaran 85 persen sepanjang 2020.

Baca Juga: Tanrise Property Gandeng Arebi Jatim

"Peningkatan tersebut terjadi hanya karena penjualan dilakukan sebelum PSBB di berlakukan di Surabaya. Sama seperti di Jakarta, mayoritas penjualan terjadi di apartemen kelas menengah dan menengah bawah," jelasnya.

Untuk harga jual apartemen strata title pada semester pertama ini bertahan di angka Rp 21,77 juta per meter persegi (m2) atau ada kenaikan 0,3 persen. Ferry mengatakan, sempat terjadi kenaikan harga namun kenaikan itu tidak terlalu signifikan, sebelum terjadi pandemi, karena penjualan yang terbatas.

"Di akhir tahun 2020, mungkin harga jual masih bisa naik tipis sebesar 1 persen dibandingkan harga jual tahun 2019," tambahnya.

Adapun kisaran harga sewa apartemen di Surabaya masih sama seperti di tahun sebelumnya. Pemilik proyek diprediksi akan lebih lunak dalam bernegosiasi dengan calon penghuni, di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Baca Juga: Tahun Depan, Adhi Commuter Properti Siap IPO

Ferry menambahkan, dari sisi pengembang, strategi penjualan perlu ditingkatkan untuk platform online dibandingkan dengan offline. Selain itu, kisaran harga yang ditawarkan juga harus disesuaikan dengan kondisi pasar.

"Kemudian, pengembang harus membuat konsumen nyaman dengan cara bayar yang lebih ringan, seperti memperpanjang tenor," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com