IHSG Diprediksi Menguat Jelang Rilis Neraca Perdagangan

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Rilis Neraca Perdagangan
Investor memantau pergerakan saham di Mandiri Sekuritas di Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Rabu, 15 Juli 2020 | 08:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menurut riset Valbury Sekuritas Indonesia, IHSG hari ini, Rabu (15/7/2020), diperkirakan menguat ditopang sentimen dari saham global terutama saham AS pada perdagangan Selasa (14/7/2020) berakhir positif.  Hal ini dapat menjadi katalis bagi saham regional Asia. Posisi indeks berjangka Wall Street yang menguat juga mendorong pergerakan saham.

Pelaku pasar juga memantau dimulainya musim rilis laporan keuangan II 2020 dan data perdagangan Indonesia. Neraca perdagangan Indonesia bulan Juni diperkirakan surplus.

Sedangkan katalis negatif bagi pasar saham BEI ini, di antaranya. perkiraan rupiah melemah terhadap dolar AS dan risiko imbas dari kontraksi ekonomi Singapura pada kuartal II 2020 minus 41,2% QoQ setelah minus 3,3% di kuartal I 2020.

Sentimen pasar dari dalam negeri:
International Monetary Fund (IMF) memproyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini minus 4,9%. Pemulihan atas situasi yang disebut The Great Lockdown ini juga masih penuh ketidakpastian. IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 akan terkontraksi 0,3%. Pemerintah memakai outlook asumsi pertumbuhan ekonomi dalam rentang minus 0,4% hingga tumbuh 1,0%, jauh lebih rendah dari patokan dalam APBN 2020 sebesar 5,3%. Dengan asumsi produk domestik bruto (PDB) yang meleset, pemerintah mengubah postur APBN 2020. Secara umum, ada kenaikan pagu belanja sebagai upaya pemberian stimulus ekonomi dan penanganan Covid-19. Pada saat yang sama, pendapatan negara diproyeksi menurun. Alhasil, defisit membengkak hingga 6,34% terhadap PDB. Dikereknya batas defisit anggaran ini pada gilirannya memperlebar ruang bagi pemerintah untuk menambah utang.

Pemerintah Indonesia mulai memberikan bantuan kepada usaha mikro dan kecil untuk modal kerja darurat di masa pandemi Covid-19. Pemerintah akan melakukan pengecekan kembali 3 atau 4 bulan ke depan. Bantuan modal kerja yang diberikan kali ini sekitar Rp2,4 juta dan meminta kepada para pengusaha untuk diterima sebagai tambahan modal kerja.

Sentimen pasar dari luar negeri:
Pemerintah Tiongkok mengumumkan pemberian sanksi kepada empat pejabat Amerika Serikat (AS). Sanksi tersebut sebagai balasan atas undang-undang yang dibuat AS untuk Tiongkok, terkait tindakan pemerintah Tiongkok kepada etnis minoritas Uighur di wilayah Xinjiang. Sanksi terhadap empat pejabat AS akan dimulai hari Senin pekan depan. Sanksi diberikan karena AS secara serius mengganggu urusan internal Tiongkok, melanggar norma dasar hubungan internasional, serta merusak secara serius hubungan AS dan Tiongkok.



Sumber: BeritaSatu.com