Petani Minta BUMN dan Swasta Tak Jual Gula di Bawah Rp 11.200

Petani Minta BUMN dan Swasta Tak Jual Gula di Bawah Rp 11.200
Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) bersama 12 perusahaan importir menyepakati untuk menyerap atau membeli gula petani dengan harga Rp 11.200 per kilogram. (Foto: Ist)
Herman / FMB Rabu, 15 Juli 2020 | 11:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Seluruh petani yang bernaung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) berkomitmen untuk tidak menjual gulanya di bawah Rp 11.200/kg. Harga tersebut adalah yang telah disepakati 12 perusahaan importir dan APTRI untuk menyerap atau membeli gula petani. Langkah ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya harga gula di petani lantaran di musim giling ini stok akan melimpah ruah.

“Kami juga meminta seluruh direksi pabrik gula baik BUMN maupun swasta di Indonesia tidak menjual gula di bawah Rp 11.200,” ujar Ketum DPN APTRI Soemitro Samadikoen dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2020).

Sikap tersebut, kata Soemitro, merupakan hasil rapat jajaran APTRI se-Indonesia. Selain Soemitro, rapat yang digelar di kantor direksi PTPN IX di Solo, Jawa Tengah ini, juga dihadiri oleh Sekjen DPN APTRI, M Nur Khabsyin dan ketua serta sekretaris DPD dan DPC APTRI se-Indonesia.

Khabsyin menambahkan, rapat juga merumuskan kontrak sebagai tindak lanjut kesepakatan yang ditandatangani pengurus DPN APTRI dan 12 perusahaan importir di Jakarta pada Jumat 10 Juli 2020 lalu.

“Mekanisme pembelian gula oleh importir dibuat fleksibel dan sederhana,” ungkap Khabsyin tentang salah satu keputusan rapat yang akan dituangkan dalam kontrak.

Khabsyin menambahkan, saat ini jumlah kuantum gula petani yang masih tersisa sampai akhir giling kurang lebih 600.000 ton karena sebagaian telah terjual.

Untuk tindak lanjut dari kesepakatan antara APTRI dengan 12 perusahaan importir, Kamis (17/7/2020) lusa rencananya akan dilakukan penandatanganan kontrak pembelian di Kantor Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian. "Kami berharap setelah penandatanganan kontrak pembelian gula, pembayaran segera direalisasikan karena di bawah petani tebu sudah menunggu," ungkapnya.

Adapun mekanisme pembayaran dari transaksi pembelian itu akan dilakukan melalui masing-masing rekening pabrik gula. "Pembayarannya disesuiakan dengan keluarnya delivery order (DO) gula yang berlaku di masing-masing pabrik gula. Ada yang mingguan dan yang 10 hari sekali," jelasnya.

Sebagai informasi, 12 perusahaan importir yang telah bersepakat membeli gula petani di harga Rp 11.200 yakni PT Sugar Labinta, PT Dharmapala Usaha Sukses, PT Makassar Tene, PT Berkah Manis Makmur, PT Permata Dunia Sukses Utama, PT Sentra Usahatama Jaya, PT Medan Sugar Industry, PT Andalan Furnindo, PT Angels Products, PT Kebun Tebu Mas, PT Adikarya Gemilang dan PT Priscolin.



Sumber: BeritaSatu.com