Krusial, Triwulan III Menentukan Pemulihan Ekonomi Nasional

Krusial, Triwulan III Menentukan Pemulihan Ekonomi Nasional
Sebuah keluarga kecil sedang meninjau rumah yang sedang dibangun memakai fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di pinggiran Jakarta, Jumat (3/7/2020). (Foto: Beritasatu Photo/Istimewa)
Lenny Tristia Tambun / FMB Rabu, 15 Juli 2020 | 22:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para Gubernur menjadikan kuartal III/2020 sebagai momentum untuk memulihkan perekonomian nasional yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal ini disampaikan Jokowi setelah mendapatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II/2020 menurun tajam ke angka minus 4,3 persen. Padahal pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I/2020 masih positif di angka 2,97 persen.

“Di semester kedua, terutama di kuartal ketiga, kita harus berani berbuat sesuatu untuk ini diungkit ke atas lagi. Momentumnya adalah di bulan Juli, Agustus, dan September, kuartal ketiga. Momentumnya ada di situ,” kata Jokowi di hadapan para gubernur se-Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (15/7), dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet.

Kalau para gubernur tidak bisa mengungkit laju pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal III, Jokowi menegaskan kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi tidak akan membaik pada kuartal IV.

“Kalau kita enggak bisa mengungkit di kuartal ketiga, jangan berharap kuartal keempat akan bisa, sudah. Harapan kita hanya ada di kuartal ketiga, Juli, Agustus, dan September,” ujar Jokowi.

Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal III, menurut Jokowi pemerintah tidak bisa lagi mengharapkan investasi. Kalau masih mengharapkan investasi, maka pertumbuhannya pasti minus. Karena itu, saat ini yang diharapkan sekarang oleh semua negara untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi adalah belanja pemerintah.

Spending kita, belanja pemerintah. Oleh sebab itu, jangan sampai ada mengerem. Kalau ekonomi di provinsi semuanya ingin cepat pulih, belanjanya semuanya harus dipercepat. Kuncinya ada di situ. Tidak bisa lagi kita mengharapkan investasi, swasta, tidak. Karena memang ini harus dari belanja pemerintah,” terang Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com