BEI: Tren IPO Tidak Terdampak Covid-19

BEI: Tren IPO Tidak Terdampak Covid-19
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo (dua dari kiri) berbincang dengan jajaran direksi dan komisaris PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (kiri-kanan) Komisaris Independen Satriadi Darmawan, Direktur Eddy Hartanto, Direktur Arief Cahyadi Wana dan Shareholder Representative Alvin Sariaatmadja saat penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/1/2020). (Foto: Beritasatu Photo/Uthan)
Lona Olavia / FMB Kamis, 16 Juli 2020 | 11:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki pertengahan tahun 2020, dampak pandemi Covid-19 memberikan pengaruh terhadap perekonomian secara global, tidak terkecuali pasar modal. Saat ini hampir seluruh kinerja indeks bursa global mengalami penurunan, yang turut diikuti penurunan nilai kapitalisasi pasar sahamnya. Namun demikian, hal ini tidak menyurutkan minat perusahaan di Indonesia untuk masuk ke pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menyebutkan, sampai tanggal 10 Juli 2020 terdapat 19 perusahaan yang melakukan pencatatan saham di BEI dan bergerak pada beberapa sektor.

“Yakni, sembilan perusahaan dari sektor perdagangan, jasa, dan investasi, tiga perusahaan dari sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan, dari perusahaan dari sektor konsumen, dua perusahaan dari sektor agrikultur, dan tiga perusahaan lainnya merupakan perusahaan yang bergerak pada sektor industri dasar, kimia, infrastruktur, transportasi dan keuangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2020).

Selain itu, saat ini terdapat 30 penerbit yang akan menerbitkan 36 emisi obligasi sukuk yang berada dalam pipeline di BEI. Adapun, satu perusahaan dapat menerbitkan lebih dari satu emisi obligasi.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Ernst & Young melalui Global IPO Trend: Q2 2020 yang dirilis pada 29 Juni 2020, BEI memperoleh peringkat nomor 1 di ASEAN terkait penambahan jumlah perusahaan tercatat melalui IPO di periode sampai dengan Juni 2020. Bila dibandingkan dengan tahun lalu maka jumlah perusahaan tercatat mengalami peningkatan sebesar 59% dan total nilai penawaran umum mengalami peningkatan sebesar 40%.

“Sementara itu, tren semester II pada tahun 2020 menunjukan masih tingginya minat perusahaan untuk melakukan IPO. Harapan kami tentunya kondisi ke depan akan semakin kondusif sehingga dapat menambah keyakinan perusahaan untuk dapat menggalang dana melalui pasar modal,” ungkapnya. 



Sumber: BeritaSatu.com