LPDB dan PNM Berkolaborasi Dukung Komida
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

LPDB dan PNM Berkolaborasi Dukung Komida

Kamis, 16 Juli 2020 | 13:28 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan menegaskan, pemerintah saat ini tengah berupaya menggiatkan pemberdayaan koperasi dan UKM di sejumlah daerah, khususnya bagi koperasi dan UKM yang terdampak pandemi Covid-19. Mengingat, dampak yang ditimbulkan akibat virus corona tersebut, telah memporakporandakan perekonomian secara nasional.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melakukan pemberdayaan koperasi dan UKM dengan memberikan bantuan permodalan sebagai upaya membangkitkan kembali para pelaku koperasi dan UKM di seluruh Indonesia.

Karena itu, ujar Rully, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koperasi (Kemkop) dan UKM, berupaya menggandeng Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk berkolaborasi dengan Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku koperasi dan UKM.

Kedua lembaga tersebut, menurut Prof Rully, diharapkan dapat membantu membangkitkan kembali para pelaku koperasi dan UKM yang sempat terpuruk akibat serangan virus corona (Covid-19).

Salah satu upaya tersebut, dilakukan melalui Koperasi Simpan Pinjam Mitra Dhuafa (Komida). Sebab, menurut Rully, Komida merupakan sebuah contoh koperasi yang menggerakkan ekonomi akar rumput dengan membantu masyarakat.

"Langkah ini sangat jarang dilakukan koperasi-koperasi lain di Indonesia. Karena itu, saya berharap koperasi-koperasi lain agar memiliki kepedulian yang sama seperti halnya dilakukan Komida. Yakni memiliki perhatian yang serius pada kesejahteraan masyarakat," ujar Rully, saat mengunjungi warga anggota koperasi, di Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/7/2020) sebagaimana dalam siaran persnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Komida, merupakan langkah yang baik bagi upaya perbaikan tingkat perekonomian anggotanya. "Memang, seyogyanya koperasi itu harusnya ya seperti itu. Karenanya, saya berharap Komida terus berkembang maju, dan kelompok yang lain bisa mengikuti apa yang dilakukan Komida. Makanya, pada hari ini kita juga mencoba mediasi dengan LPDB dan PNM agar dapat membantu kesulitan masyarakat," ujar Rully.

Pada kesempatan itu, Rully juga menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah membuat skema yang diberi nama 'Bantuan Modal Kerja' untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK).

Itu bentuknya bantuan pinjaman ya. Terkait soal itu, saya minta Komida membuatkan data anggotanya yang berjumlah 750 ribu itu ya. Target dari program itu, memang memberikan bantuan modal kepada UMK agar kembali melakukan kegiatan usahanya yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 ini. Tapi tentu saja jangan dibiasakan dikasih terus ya. Karena ini kan kondisi gawat darurat ya. Semoga hal ini cepat terealisasi," ujarnya lebih lanjut.

Menanggapi hal itu, Ketua Pengurus Komida, Slamet Riyadi, mengatakan, pihaknya akan segera mendata anggota yang berhak mendapat “Bantuan Modal Kerja” sebagaimana yang dijanjikan Rully.

"Anggota kita ada 750.000 yang tersebar di 12 provinsi. Kita (Komida) sudah berjalan sekitar 15 tahun beroperasi. Dan selama itu, Komida sudah banyak membantu masyarakat, sehingga kehidupan eknominya mengalami peningkatan," ujar Slamet.

Saat ditanya soal dampak pandemi Covid-19 terhadap usaha anggotanya, dia mengatakan bahwa hal itu pasti berdampak terhadap anggotanya. Kalaupun demikian, kata Slamet, dampak pandemi Covid-19 terhadap anggotanya yang sebagian besar petani ini, tidaklah sebesar yang dialami masyarakat yang memiliki usaha di bidang pertanian. "Dampak ada pastinya, tapi tak seberat apa yang dialami masyarakat di luar usaha pertanian," katanya.

Terkait bantuan permodalan, dia dengan tegas mengatakan bahwa hingga saat ini belum menerima bantuan permodalan, baik dari LPDB maupun dari PNM. Selama ini, katanya, Komida hanya mendapat bantuan permodalan dari non pemerintah, yakni perbankan dari dalam negeri dan luar negeri.

Namun demikian, Slamet berharap ke depannya Kementerian Koperasi dan UKM dapat merealisasikan bantuan permodalan dari LPDB dan PNM. "Sebenarnya Komida sudah mengajukan pinjaman permodalan sejak mulai berdirinya LPDB. Tapi sampai sekarang belum terealisasi. Tapi kami memahami bahwa anggaran pemerintah juga kan terbatas. Yang pasti, kami berharap mendapatkan akses permodalan dari pemerintah maupun dari non pemerintah," katanya lebih lanjut.

Sebab, kata dia, Komida tekah melakukan berbagai upaya perbaikan taraf hidup masyarakat. "Selama ini, Komida selain mengukur tingkat kauangan interna, juga kita mengukur tingkat kesejahteraan anggota. Setiap tahun kita mencatat seberapa besar tingkat kesejahteraan mereka. Jadi tidak hanya mengukur Komida. Karena, target kita adalah perempuan miskin, lalu kita ukur setelah mendapat pinjaman dari pemerintah, dan seberapa persen yang sudah melewati garis kemiskinan," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Komida merupakan koperasi simpan pinjam yang membantu perempuan berpendapatan rendah dalam pemenuhan modal usaha. Tidak adanya jaminan berupa barang serta mudahnya proses dalam mengajukan pinjaman menjadikan Komida sebagai lembaga pilihan para perempuan ini.

Tak hanya itu, Komida juga selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan anggota. Salah satunya melalui inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan anggota.

Selain melakukan simpan-pinjam, sesuai dengan tujuan utama lembaga, Komida juga menyediakan pelayanan non-keuangan berupa pelatihan kesehatan, memotivasi pendidikan bagi anak anggota, dan pengelolaan keuangan keluarga. Semua jenis pelayanan berkualitas tersebut tentunya didukung oleh staf yang kompeten dan berintegritas tinggi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

1.000 Nasi Goreng Sambal Matah ala Sasa Dibagikan di Semarang

PT Sasa Inti bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan kegiatan membantu kelompok UMKM di masa pandemi dengan membuat 1.000 nasi goreng sambal matah

EKONOMI | 17 September 2021

OJK dan SRO Dapat Penghargaan dari Pemkot Surabaya

Eri Cahyadi mengapresiasi kontribusi OJK dan SRO dalam mendukung kegiatan PMI Surabaya.

EKONOMI | 17 September 2021

Ini Kunci Erick Thohir Rampingkan Jumlah BUMN

Erick Thohir mengungkapkan kunci utama terkait perampingan jumlah BUMN yakni perbaikan rantai pasok dan merapikan ekosistem.

EKONOMI | 17 September 2021

Harga Right Issue Bank INA Berkisar Rp 4.200 - Rp 4.380

Bank INA Perdana Tbk (BINA) sudah tetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue.

EKONOMI | 17 September 2021

Dukung Seni dan Budaya, Indihome Kemas Program Indonesia Keren

IndiHome bersama para brand ambassador-nya mengajak masyarakat untuk berkreasi bidang seni dan budaya melalui program Indonesia Keren.

EKONOMI | 17 September 2021

Dio Living Ingin Terus Lestarikan Hasil Karya Anak Negeri

Dio Living ingin tetap berekspansi dan memperkenalkan furnitur karya anak bangsa kepada masyarakat Indonesia.

EKONOMI | 17 September 2021

Holding BUMN Jasa Survei Edukasi Mahasiswa tentang Standar Sistem Mutu

Sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 dapat memacu service dan pelayanan operasional yang excellence kepada seluruh pelanggan.

EKONOMI | 17 September 2021

Pemerintah Dorong SDM Perkebunan Sawit Menuju 2045

Pemerintah mengembangkan SDM berkualitas di sektor perkebunan kelapa sawit dengan menggandeng lembaga pendidikan dan universitas.

EKONOMI | 17 September 2021

OJK Tegaskan Aturan Baru Unit Link Dirilis Tahun Ini

(OJK) menegaskan aturan baru mengenai produk asuransi yang dikaitkan dengan asuransi (PAYDI) atau unit link akan dirilis tahun ini.

EKONOMI | 17 September 2021

Dirut Nusantara Sejahtera: Industri Sawit Ikut Menopang Perekonomian Indonesia

Ke depan, kelapa sawit akan menjadi tanaman yang diunggulkan untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia.

EKONOMI | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Ada Kandungan Zat Berbahaya, BPOM Wajibkan Galon PET Sekali Pakai Pasang Label Peringatan

Ada Kandungan Zat Berbahaya, BPOM Wajibkan Galon PET Sekali Pakai Pasang Label Peringatan

KESEHATAN | 46 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings