Neraca Perdagangan Non Migas Indonesia ke Tiongkok Defisit US$ 5,31 Miliar
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Neraca Perdagangan Non Migas Indonesia ke Tiongkok Defisit US$ 5,31 Miliar

Kamis, 16 Juli 2020 | 15:22 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Neraca perdagangan nonmigas Indonesia dengan Tiongkok mengalami defisit sebesar US$ 5,31 miliar atau sekitar Rp 77,767 triliun selama semester I 2020.

"Sebaliknya, neraca perdagangan non migas Indonesia dengan Amerika Serikat mengalami surplus sebesar US$ 4,76 miliar atau sekitar Rp 69,712 triliun," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Selain Tiongkok, neraca perdagangan nonmigas Indonesia juga mengalami defisit dengan Australia sebesar US$ 874 juta atau sekitar Rp 12,800 triliun, dan Thailand US$ 1,4 miliar atau Rp 20,503 triliun.

Sedangkan necara perdagangan non migas Indonesia dengan beberapa negara yang juga mengalami surplus selama semester I-2020 adalah India sebesar US$ 3 miliar (Rp 43,936 triliun), disusul Belanda US$ 1,05 miliar (Rp 15,377 triliun).

Suhariyanto mengatakan, meski neraca perdagangan mengalami defisit, Tiongkok masih menjadi pangsa ekspor non migas terbesar Indonesia, disusul Amerika Serikat (AS). Hal itu, cukup menggembirakan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Selama semester I 2020, pangsa ekspor non migas Indonesia dengan Tiongkok mencapai 17,71% senilai US$ 12,83 miliar atau sekitar Rp 187,902 triliun, disusul AS sebesar 11,86% senilai US$ 8,59 miliar atau sekitar RFp 125,805 triliun.

Selain Tiongkok dan AS, pangsa ekspor non migas Indonesia ke Jepang mencapai 8,68% senilai US$ 6,29 miliar atau Rp 92,120 triliun, kemudian India 6,54% sebesar US$ 4,73 miliar atau Rp 69,273 triliun dan Singapura sebesar 6,36% senilai US$ 4,61 miliar atau Rp 67,515 triliun.

Menurut Suhariyanto, meski diterpa pandemi Covid-19, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus US$ 5,50 miliar pada Semester I 2020. Hal itu disebabkan surplus sektor nonmigas sebesar US$ 9,05 miliar atau sekitar Rp 132,542 triliun, meskipun sektor migas mencatatkan defisit US$ 3,54 miliar atau sekitar Rp 51,845 triliun.

“Selama periode Januari sampai Juni 2020, neraca perdagangan kita mengalami surplus US$ 5,50 miliar. Ini juga jauh lebih bagus dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 yang mengalami defisit US$ 1,87 miliar,” ujar Suhariyanto.

Dia memaparkan, nilai ekspor Indonesia pada semester I-2020 mencapai US$ 76,41 miliar, turun 5,49% dari US$ 80,85 miliar pada semester I-2019. Sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$ 72,43 miliar atau turun 3,60% dari US$ 75,13 pada triwulan I-2019. Untuk share terbesar ekspor nonmigas berasal dari bahan bakar mineral senilai US$ 9,37 miliar atau 12,94%, serta lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$ 8,94 miliar (12,34%).

Suhariyanto juga memberi catatan perihal kinerja impor Indonesia. Pada semester I-2020, impor Indonesia mencapai US$ 70,91 miliar, turun 14,28% dibandingkan triwulan I-2019 yang mencapai US$ 82,72 miliar. Untuk impor nonmigas mencapai US$ 63,38 miliar pada semester I 2020, atau turun 11,76% dari US$ 71,83 pada triwulan I 2020.

Untuk share terbesar impor nonmigas adalah mesin dan peralatan mekanis senilai US$ 10,83 miliar (17,09%), serta mesin dan perlengkapan elektrik US$ 8,73 miliar (13,78%). Impor bahan baku/penolong turun US$ 9,30 miliar (15%), sedangkan impor barang modal turun US$ 2,22 miliar (16,82%).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Satoria Agro Industri Rambah Pasar Biskuit

Satoria Agro Industri telah menggandeng sejumlah distributor regional di setiap daerah.

EKONOMI | 16 Juli 2020

OJK: 73% Iklan Perbankan Langgar Aturan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan sekitar 73% iklan perbankan telah melanggar aturan market conduct selama semester I 2020.

EKONOMI | 16 Juli 2020

22 Provinsi Alami Kenaikan Angka Kemiskinan Akibat Covid-19

Badan Pusat Statistik menyatakan sekitar 22 dari 34 provinsi di Indonesia mengalami kenaikan angka kemiskinan pada Maret 2020, akibat dampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Digitalisasi UMKM Sektor Pangan, Kemkop dan UKM Gandeng 8 Startup

Kemkop dan UKM mentargetkan sebanyak 10 juta pelaku usaha di sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) dapat terhubung dalam ekosistem digital.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Baznas Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR

Pimpinan Baznas melaporkan pengelolaan uang zakat ke DPR.

EKONOMI | 16 Juli 2020

LPDB dan PNM Berkolaborasi Dukung Komida

Pemerintah sedang giat memberdayakan pelaku UMKM.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Perkuat Modal, Bank Capital Right Issue Rp 2 Triliun

Ada rencana menambah modal dengan melakukan right issue Rp 2 triliun pada Oktober.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Webinar sebagai Solusi Pemasaran di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 saat ini banyak membatasi aktivitas pemasaran langsung perusahaan seperti seminar, pameran, dan kegiatan promosi.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Siang Ini, Rupiah Berbalik Melemah ke Rp 14.600

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Kamis (16/7/2020), terpantau melemah ke kisaran Rp 14.600.

EKONOMI | 16 Juli 2020

BEI: Tren IPO Tidak Terdampak Covid-19

Sampai tanggal 10 Juli 2020 terdapat 19 perusahaan yang melakukan pencatatan saham di BEI dan bergerak pada beberapa sektor.

EKONOMI | 16 Juli 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS