PT RNI Bukukan Laba Rp 42 Miliar, Naik 124%
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PT RNI Bukukan Laba Rp 42 Miliar, Naik 124%

Senin, 20 Juli 2020 | 12:05 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) berhasil meraih kinerja positif pada semester pertama tahun buku 2020 melalui pencatatan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 42 miliar atau meningkat 124% dibanding pencapaian tahun 2019 di periode yang sama. Pencapaian laba di pertengahan tahun ini menunjukan peningkatan kinerja perseroan yang signifikan mengingat pada penutupan tahun buku 2019, perseroan mencatatkan rugi sebesar Rp64,8 miliar.

Direktur Keuangan RNI Pramusti Indrascaryo, Senin, 20 Juli 2020, di Jakarta, mengatakan, pencapaian laba tersebut berada 120% di atas anggaran yang telah ditetapkan sampai Juni 2020. Menurutnya, kinerja positif tersebut tidak terlepas dari peningkatan penjualan yang tercapai sebesar Rp2,5 triliun atau 18% di atas anggaran sebesar Rp2,1 triliun.

Pramusti menambahkan, memasuki penutupan semester 1, kinerja perseroan semakin membaik seiring dengan langkah perseroan melakukan perbaikan. Salah satu upaya yang diterapkan adalah pengendalian biaya dan cost reduction. Sampai dengan Juni 2020, perseroan berhasil menekan biaya usaha sebesar 29% di bawah anggaran atau tercatat turun 12% dibanding realisasi tahun lalu.

Selain itu, menurut Pramusti, manajemen juga telah menerapkan sejumlah strategi baru, diantaranya mengoptimalkan modal kerja dalam mendukung peningkatan penjualan perseroan. Empowering SDM juga terus dilakukan dalam berbagai aspek sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang berdampak pada kinerja positif perusahaan.

Sementara Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha RNI Febriyanto mengatakan, perolehan kinerja positif perseroan tidak terlepas dari membaiknya produktivitas sejumlah kelompok usaha. Salah satunya, di kelompok industri perkebunan di mana produksi crude palm oil (CPO) per Juni 2020 tercatat 5.428 ton, atau meningkat 220 ton dibanding produksi tahun lalu pada periode yang sama yaitu sebesar 5.208 ton. Produksi teh juga mengalami peningkatan, sampai dengan Juni 2020, produksi teh tercatat 1.801 ton atau meningkat 52 ton dibanding tahun lalu.

Untuk industri gula, Febriyanto mengatakan, sampai dengan Juni 2020 produksi gula tercatat sebesar 18 ribu ton dan tetes 14 ribu ton, jumlah tersebut masing-masing turun jika dibanding tahun lalu. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan giling tebu pada tahun ini baru dimulai pada pertengahan Juni, sedangkan giling tahun lalu telah dimulai dari bulan Mei.

“Saat ini Pabrik gula RNI masih melaksanakan proses giling tebu, sehingga produksi gula baru tercatat signifikan pada semester 2,” ujarnya.

Febriyanto optimis bahwa di akhir periode pembukuan, produksi gula RNI akan lebih baik dari pencapaian tahun lalu. “Kami optimis produksi dan pendapatan dari industri gula akan mengalami peningkatan signifikan di semester 2. Hal tersebut seiring aktivitas giling yang masih berjalan serta masuknya gula impor dan peningkatan nilai tambah produk gula melalui penjulalan ritel produk Raja Gula yang menyasar pasar rumah tangga, hotel, dan restoran,” ujarnya.

Febriyanto menyambut baik pencapaian positif di pertengahan tahun ini, apalagi saat ini dunia masih menghadapi pandemic Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi dan melemahnya transaksi di dunia usaha. “Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim, mengingat saat ini kondisi dunia usaha masih cukup berat namun kita dapat mencatatkan hasil yang positif,” ujarnya.

Guna menjaga tren positif tersebut, Febriyanto mengatakan, manajemen telah menyiapkan berbagai strategi diantaranya meningkatkan nilai tambah di sisi operasional melalui pemanfaatan aset idle untuk bisnis baru atau disewakan dan penciptaan business refocusing untuk produk-produk RNI yang sebelumnya difokuskan kepada distributor saja, kini akan menyasar pasar ritel sehingga meningkatkan penetrasi pasar. Di samping itu, perseroan juga akan terus memaksimalkan penjualan produk alkes di tengah tingginya permintaan.PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) berhasil meraih kinerja positif pada semester pertama tahun buku 2020 melalui pencatatan laba bersih setelah pajak sebesar Rp42 miliar atau meningkat 124% dibanding pencapaian tahun 2019 di periode yang sama. Pencapaian laba di pertengahan tahun ini menunjukan peningkatan kinerja perseroan yang signifikan mengingat pada penutupan tahun buku 2019, perseroan mencatatkan rugi sebesar Rp64,8 miliar.

Direktur Keuangan RNI Pramusti Indrascaryo, Senin, 20 Juli 2020, di Jakarta, mengatakan, pencapaian laba tersebut berada 120% di atas anggaran yang telah ditetapkan sampai Juni 2020. Menurutnya, kinerja positif tersebut tidak terlepas dari peningkatan penjualan yang tercapai sebesar Rp2,5 triliun atau 18% di atas anggaran sebesar Rp2,1 triliun.

Pramusti menambahkan, memasuki penutupan semester 1, kinerja perseroan semakin membaik seiring dengan langkah perseroan melakukan perbaikan. Salah satu upaya yang diterapkan adalah pengendalian biaya dan cost reduction. Sampai dengan Juni 2020, perseroan berhasil menekan biaya usaha sebesar 29% di bawah anggaran atau tercatat turun 12% dibanding realisasi tahun lalu.

Selain itu, menurut Pramusti, manajemen juga telah menerapkan sejumlah strategi baru, diantaranya mengoptimalkan modal kerja dalam mendukung peningkatan penjualan perseroan. Empowering SDM juga terus dilakukan dalam berbagai aspek sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang berdampak pada kinerja positif perusahaan.

Sementara Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha RNI Febriyanto mengatakan, perolehan kinerja positif perseroan tidak terlepas dari membaiknya produktivitas sejumlah kelompok usaha. Salah satunya, di kelompok industri perkebunan dimana produksi crude palm oil (CPO) per Juni 2020 tercatat 5.428 ton, atau meningkat 220 ton dibanding produksi tahun lalu pada periode yang sama yaitu sebesar 5.208 ton. Produksi teh juga mengalami peningkatan, sampai dengan Juni 2020, produksi teh tercatat 1.801 ton atau meningkat 52 ton dibanding tahun lalu.

Untuk industri gula, Febriyanto mengatakan, sampai dengan Juni 2020 produksi gula tercatat sebesar 18 ribu ton dan tetes 14 ribu ton, jumlah tersebut masing-masing turun jika dibanding tahun lalu. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan giling tebu pada tahun ini baru dimulai pada pertengahan Juni, sedangkan giling tahun lalu telah dimulai dari bulan Mei.

“Saat ini Pabrik gula RNI masih melaksanakan proses giling tebu, sehingga produksi gula baru tercatat signifikan pada semester 2,” ujarnya.

Febriyanto optimis bahwa di akhir periode pembukuan, produksi gula RNI akan lebih baik dari pencapaian tahun lalu. “Kami optimis produksi dan pendapatan dari industri gula akan mengalami peningkatan signifikan di semester 2. Hal tersebut seiring aktivitas giling yang masih berjalan serta masuknya gula impor dan peningkatan nilai tambah produk gula melalui penjulalan ritel produk Raja Gula yang menyasar pasar rumah tangga, hotel, dan restoran,” ujarnya.

Febriyanto menyambut baik pencapaian positif di pertengahan tahun ini, apalagi saat ini dunia masih menghadapi pandemic Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi dan melemahnya transaksi di dunia usaha. “Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim, mengingat saat ini kondisi dunia usaha masih cukup berat namun kita dapat mencatatkan hasil yang positif,” ujarnya.

Guna menjaga tren positif tersebut, Febriyanto mengatakan, manajemen telah menyiapkan berbagai strategi diantaranya meningkatkan nilai tambah di sisi operasional melalui pemanfaatan aset idle untuk bisnis baru atau disewakan dan penciptaan business refocusing untuk produk-produk RNI yang sebelumnya difokuskan kepada distributor saja, kini akan menyasar pasar ritel sehingga meningkatkan penetrasi pasar. Di samping itu, perseroan juga akan terus memaksimalkan penjualan produk alkes di tengah tingginya permintaan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Pekan Ini IHSG Naik 39 Poin, Kapitalisasi Bursa Meningkat Rp 91 Triliun

IHSG pada pekan ini periode 13-17 September 2021 naik 39 poin (0,63%) menuju 6.133,246 dari posisi 6.094,873.

EKONOMI | 25 September 2021

Harga Minyak ke Level Tertinggi 3 Tahun karena Ketatnya Pasokan

Brent berjangka naik 84 sen, atau 1,1%, menjadi US$ 78,09 per barel.

EKONOMI | 25 September 2021


Tiongkok Larang Transaksi Cryptocurency, Wall Street Bervariasi

Dow Jones Industrial Average naik 33,18 poin, atau 0,10%, menjadi 34.798,00.

EKONOMI | 25 September 2021

Bursa Eropa Turun Jelang Pemilu Jerman, Investor Fokus Evergrande

Pan-European Stoxx 600 ditutup turun 0,9% dengan semua bursa utama dan sebagian besar sektor di wilayah negatif.

EKONOMI | 25 September 2021

Evergrande Lewati Tenggat Waktu Pembayaran Bunga Obligasi

Batas waktu Evergrande untuk membayar US$ 83,5 juta bunga obligasi dengan mata uang dolar berlalu tanpa komentar dari perusahaan.

EKONOMI | 25 September 2021

Generasi Z Jambi Bentuk Komunitas Greennation untuk Kampanye Turunkan Emisi

Sekelompok generasi Z dari Jambi sepakat membentuk komunitas yang dinamai Greennation.jbi sebagai upaya nyata keterlibatan mereka dalam kampanye penurunan emisi

EKONOMI | 24 September 2021

Indonesia Tidak Ikut Langkah Tiongkok Larang Perdagangan Kripto

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luthfi menegaskan, Indonesia tidak akan melarang perdaganan kripto, namun akan memperketat regulasinya.

EKONOMI | 24 September 2021

Menaker Luncurkan Program Pemagangan di Lima Destinasi Wisata Super Prioritas

Ida Fauziyah, melakukan kick off pemagangan lima destinasi wisata super Prioritas di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, Minahasa Utara.

EKONOMI | 24 September 2021

Pegadaian Boyong Penghargaan Best TJSL 2021

Pegadaian meraih penghargaan untuk kategori Best TJSL 2021 with Outstanding Partners Capacity and Capabilities Development Program, kategori financial services.

EKONOMI | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Waspada, 23 Wilayah Akan Alami Cuaca Ekstrem

Waspada, 23 Wilayah Akan Alami Cuaca Ekstrem

NASIONAL | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings