Imbas Covid-19, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 32%
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Imbas Covid-19, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 32%

Rabu, 22 Juli 2020 | 11:32 WIB
Oleh : Imam Muzakir / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Dampak pandemi Covid-19 terhadap pasar properti di Asia Pasifik terasa lebih kuat pada kuartal kedua 2020 dibanding kuartal sebelumnya. Akibatnya menurunnya volume investasi dan harga sewa di sebagian besar pasar komersial menurun. Menurut data terbaru JLL, volume investasi semester pertama 2020 turun 32 persen secara tahunan dengan pelemahan sebesar 39 persen di kuartal kedua 2020 dan penurunan 26 persen di kuartal pertama 2020.

Penurunan investasi properti terus berlanjut seiring pemberlakuan lockdown dan pembatasan perjalanan. Kondisi ini mempengaruhi sejumlah rencana investasi jangka pendek. Singapura (-68 persen) dan Hong Kong (-65 persen) mencatat penurunan investasi tahunan terbesar pada kuartal kedua.

Sementara penurunan investasi juga terjadi di Australia (-58 persen), Korea Selatan (-45 persen) dan Tiongkok (-15 persen) diimbangi dimulainya kembali aktivitas pada akhir kuartal kedua. Kegiatan investasi di Jepang (-20 persen) tetap berjalan dengan dukungan transaksi di sektor multi-keluarga dan likuiditas domestik yang kuat.

“Aktivitas transaksi yang menurun tajam pada kuartal kedua mencerminkan kurangnya minat pelaku usaha dan ketidakpastian akan pemulihan pasar. Likuiditas masih sangat tinggi, dan kami berharap aktivitas transaksi mulai pulih pada semester kedua dengan adanya pembukaan kembali aktivitas ekonomi lebih lanjut dan penyesuaian estimasi harga di pasar tertentu,” kata Chief Executive Officer (CEO), Capital Markets, Asia Pacific JLL, Stuart Crow, dalam siaran pers, Rabu (22/7/2020).

Sektor perkantoran Asia Pasifik melaporkan volume investasi tertinggi berkat minat kuat para investor institusional di pasar utama. Aset-aset defensif serta utama bagi kegiatan operasional seperti pusat logistik, pendidikan, dan pusat data mencuri perhatian investor, sehingga muncul aliran dana dan usaha patungan baru. Aktivitas transaksi ritel dan hotel tetap stagnan pada semester pertama tahun ini.

Dengan penurunan tingkat suku bunga pinjaman di sebagian besar pasar utama, data dari JLL menunjukkan bahwa prime yield dan bond yield berada di batas yang aman di sebagian besar sektor di Asia Pasifik. Hal ini menciptakan pasar yang menarik untuk investor luar yang ingin menempatkan dana sekitar US$ 40 miliar dalam bentuk cash di kawasan tersebut.

Di kawasan Asia Pasifik, sewa perkantoran umumnya tertekan pada semester pertama. Hanya negara tertentu yang mencatatkan kenaikan harga per kuartal dibanding tahun lalu.

Sewa perkantoran di distrik pusat Hong Kong mencatatkan penurunan paling dalam capai (-9,3 persen) karena meningkatnya kekosongan dan melemahnya permintaan. Beijing (-4,1 persen), Melbourne (-3,9 persen), Sydney (-3,5 persen) dan Singapura (-3,3 persen) juga melaporkan penurunan cukup dalam terkait harga sewa. Sebaliknya, perkantoran CBD di Osaka dan Seoul mengalami peningkatan melebihi target di kuartal kedua, dengan harga sewa naik 1-2 persen.

“Aktivitas sewa perkantoran relatif terhenti di kuartal kedua di pasar utama Asia Pasifik, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi yang mempengaruhi pengambilan keputusan serta karantina wilayah yang mengakibatkan kesulitan untuk inspeksi,” kata Head of Markets, Asia Pacific, JLL, Jeremy Sheldon.

Meski ada beberapa peluang di area-area tertentu, pasar tetap tidak bisa diprediksi dan semua pihak akan mengamati dengan seksama saat semester kedua dibuka. Sektor ritel merupakan sektor yang paling terdampak karena karantina wilayah, larangan perjalanan dan pembatasan sosial, memangkas permintaan di kuartal kedua.

Pasar sewa ritel Hong Kong (-13,3 persen) mencatatkan penurunan terdalam di antara pasar-pasar utama di Asia Pasifik. Biaya sewa juga menurun di sebagian besar Asia Tenggara, seperti Singapura (-8,5 persen) yang mencatatkan pengurangan harga yang paling signifikan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Rp 178,95 Triliun Dana Pemerintah Daerah Masih Mengendap di Perbankan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hingga Agustus 2021 dana pemerintah daerah yang masih tersimpan di bank mencapai Rp 178,95 triliun.

EKONOMI | 23 September 2021

Dailybox Berhasil Buka 120 Titik Selama Pandemi Covid-19

Dailybox, sebuah start-up restoran online multi-brand atau operator cloud kitchen, berhasil membuka 120 titik lokasi di Indonesia.

EKONOMI | 23 September 2021

Indeks Naik 0,43%, Lima Saham Ini Menguat di Sesi I

MITI menguat 34,74%, OKAS naik 28,40%, ASPI meningkat 21,62%, HRUM melonjak 19,91%, BOSS terangkat 8,89%.

EKONOMI | 23 September 2021

Pelaku UMKM Harus Konsolidasi agar Masuk Skala Ekonomi

Pelaku UMKM harus berkonsolidasi dan beragregasi untuk menghasilkan produk UMKM dengan nilai tambah dalam skala ekonomi.

EKONOMI | 23 September 2021

Realisasi Program PEN Baru 53,2%

Realisasi anggaran untuk program PEN hingga Jumat (17/9/2021) baru mencapai Rp 395,92 triliun atau 53,2% dari pagu Rp 744,77 triliun.

EKONOMI | 23 September 2021

Teten: UMKM Harus Terus Bergerak di Tengah Pandemi Covid-19

UMKM harus bertahan, harus bangkit, dan harus tumbuh usahanya walaupun di tengah tantangan pandemi Covid-19.

EKONOMI | 23 September 2021

Naik 99%, 15,9 Juta UMKM Sudah Masuk Lokapasar Daring

“Setidaknya 15,9 juta UMKM telah hadir dalam lokapasar daring, atau naik 99% sejak 2020,” kata Teten Masduki.

EKONOMI | 23 September 2021

Penyedia Cloud Asal Norwegia, Crayon, Resmi Masuk Indonesia

Crayon, perusahaan konsultan teknologi informasi (TI) yang berbasis di Olso, Norwegia, resmi masuk pasar Indonesia.

EKONOMI | 23 September 2021

Sesi I, IHSG Kokoh di 6.134

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,43% ke 6.134,3 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (23/9/2021).

EKONOMI | 23 September 2021

Iriana Jokowi Ajak Pelaku UMKM Berinovasi dan Berkreativitas

Iriana Jokowi mengakui di masa pandemi Covid-19, ada UMKM yang mampu bertahan bahkan tumbuh menjadi lebih baik.

EKONOMI | 23 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Joe Biden


# Piala Sudirman



TERKINI
Rp 178,95 Triliun Dana Pemerintah Daerah Masih Mengendap di Perbankan

Rp 178,95 Triliun Dana Pemerintah Daerah Masih Mengendap di Perbankan

EKONOMI | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings