Tawarkan Obligasi PUB IV Tahap I, BTN Bidik Dana Rp 1,5 Triliun
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tawarkan Obligasi PUB IV Tahap I, BTN Bidik Dana Rp 1,5 Triliun

Rabu, 22 Juli 2020 | 14:41 WIB
Oleh : Mashud Toarik / MT

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi IV Tahap I Tahun 2020 dengan target perolehan dana sebesar Rp1,5 triliun. Obligasi tersebut terbagi dalam tiga seri dengan indikasi kupon yang berbeda di setiap serinya.

Obligasi Seri A dengan tenor 370 hari memiliki indikasi kupon sebesar 6,25%-7,15%, sementara Seri B dengan tenor tiga tahun memiliki indikasi kupon berkisar 7,40% hingga 8,40% dan Seri C dengan tenor 5 tahun menawarkan indikasi kupon di rentang 7,90% hingga 8,90%.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury mengatakan penerbitkan obligasi itu sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) BTN tahun 2020 – 2022, yang akan digunakan untuk memperkuat bank dalam mengembangkan bisnis pembiayaan perumahan.

“BTN telah membuka penawaran sejak 10 Juli lalu dan akan berakhir pada 23 Juli mendatang,” papar Pahala pada acara Investor Gathering Obligasi Berkelanjutan IV BTN di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Adapun target dari Obligasi Berkelanjutan Tahap IV ini menurut Pahala yaitu para pemilik atau pengelola dana baik perbankan, manajer investasi, maupun Dana Pensiun.

Menurut Pahala saat ini merupakan momen yang tepat karena sejumlah alasan diantaranya tren penurunan suku bunga acuan, seperti yang diketahui Bank Indonesia telah memangkas BI 7 Day Repo Rate sejak awal tahun 2020, selain itu indikator makro juga masih stabil seperti inflasi rendah, nilai tukar yang stabil.

Kondisi tersebut menurutnya masih kondusif bagi pasar obligasi. Lebih lanjut Pahala menilai hal itu membuat pasar obligasi ramai peminat terbukti penerbitan obligasi yang dilakukan oleh beberapa emiten lain mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribe).

"Hal ini menunjukkan minat pasar masih dinilai baik dan kami optimistis dapat mencapai target penyerapan yang sudah dipatok Rp1,5 triliun," kata Pahala.

Sementara itu Direktur Finance, Planning and Treasury BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, sebelumnya BTN telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I, II, dan III, yang selalu mendapat sambutan baik dari investor.

“Tahun 2012 dan 2013, Obligasi Berkelanjutan I sukses meraih pendanaan sebesar Rp4 triliun, sementara Obligasi Berkelanjutan II yang terbit periode 2015 dan 2016 meraup dana sebesar Rp6 triliun sedangkan Obligasi Berkelanjutan III yang berlangsung tahun 2017 dan 2019 lalu meraih total pendanaan sebesar Rp9,14 triliun,” urai Nixon.

Bila menarik waktu lebih panjang, sejak tahun 1989, BTN menurutnya telah sukses menerbitkan obligasi sebanyak 23 kali, termasuk yang terakhir adalah Junior Global Bond sebesar US$ 300 Juta yang terbit dan oversubscribed lebih dari 13 kali permintaan pada awal tahun 2020 ini.

Likuiditas Bank BTN dikatakanya sangat kuat untuk menopang bisnis perseroan. Emiten dengan kode saham BBTN ini per 2020 mencatat rasio kecukupan likuiditas atau Liquidity Coverage Ratio (LCR) Bank BTN di atas 125% lebih baik dibandingkan posisi Juni 2019 tahun lalu yang sebesar 105,5%.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Mandiri Sekuritas Salurkan Bantuan Pendidikan Rp 400 Juta

Wabah pandemi Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Astra Agro Tingkatkan Efektivitas Pencegahan Karhutla dengan UAV

Anak usaha Grup Astra Agro juga menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait, seperti pemda, BNPB, TNI, dan Polri.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Meski Singapura Resesi, Realisasi Investasi Singapura ke Indonesia Mendominasi

Kinerja penanaman modal asing pada kuartal II dan sepanjang semester I masih didominasi investasi dari negara Singapura.

EKONOMI | 22 Juli 2020

IGDS Tingkatkan Desain Produk Industri agar Berdaya Saing Global

IGDS 2020 akan mengusung tema “Produk Keren Indonesia” dengan memiliki dua kategori penghargaan.

EKONOMI | 22 Juli 2020

BKPM Tidak Revisi Target Investasi

Di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19, realisasi investasi di Indonesia pada semester I-2020 masih menunjukkan tren positif.

EKONOMI | 22 Juli 2020

PPI Internalisasi AKHLAK Wujudkan Trusted Trading Company

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) kini dalam proses internalisasi dan implementasi "core values" BUMN, yakni AKHLAK.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Namanya Dicatut, Kepala BP2MI Laporkan Penipu ke Polda Metro Jaya

Kepala BP2MI tekad terus berantas kejahatan yang merugikan TKI.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Sukses di Berbagai Negara, Tapera Segera Hadir di Indonesia

Tapera membuka kesempatan masyarakat Indonesia untuk mempunyai hunian idaman.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Pendapatan Penyewa Menara Telekomunikasi Ini Naik Capai Rp 463 Miliar

Pelanggan utama PT Solusi Tunas Pratama terdiri dari empat operator telekomunikasi seluler terbesar.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Rupiah Siang Ini Naik Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.605-Rp 14.670 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Juli 2020


TAG POPULER

# Rizieq Syihab


# Vaksin Sinovac


# Vaksinasi Covid-19


# John McAfee


# New York



TERKINI

Perawatan di RS, Satgas: Utamakan Pasien Covid-19 Bergejala Berat-Sedang

KESEHATAN | 4 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS