Penyaluran Dana FLPP 14 Bank Masih di Bawah 50 Persen
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penyaluran Dana FLPP 14 Bank Masih di Bawah 50 Persen

Sabtu, 25 Juli 2020 | 16:59 WIB
Oleh : Imam Muzakir / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) yang mengelola dana pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menilai bahwa masih ada 14 bank pelaksana yang sampai semester I-2020, progresnya masih di bawah 50 persen.

Baca Juga: Kempupera Tetap Berikan Subsidi Rumah Bagi MBR

Tahun 2020, PPDPP menggandeng 42 Bank Pelaksana, terdiri dari 10 bank nasional dan 32 bank pembangunan daerah (BPD) dalam menyalurkan dana subsidi pemerintah ini. Sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati bersama, maka setiap kuartal dilakukan evaluasi terhadap kinerja bank pelaksana FLPP.

Berdasarkan hasil evaluasi Bank Pelaksana pada triwulan II TA 2020 oleh PPDPP, dengan penilaian periode Januari-Juni 2020, terdapat 13 bank pelaksana, terdiri dari 3 bank nasional dan 10 BPD yang capaiannya hingga 80 persen atau high level, 15 bank pelaksana terdiri dari terdiri dari 3 bank nasional dan 12 BPD dengan capaian nilai 50 persen hingga 80 persen masuk middle level dan sisanya 14 bank pelaksana terdiri dari 4 bank nasional dan 10 BPD, hanya memperoleh nilai capaian di bawah 50 persen atau low level.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin menyampaikan bahwa, dalam pertemuan ini akan diputuskan bahwa bank pelaksana yang belum melaksanakan penyaluran dana FLPP sesuai dengan target yang disepakati di dalam perjanjian kerjasama kuotanya akan dialihkan kepada bank pelaksana dengan kinerja yang lebih bagus.

Baca Juga: BTN Siap Optimalkan KPR Subsidi

"Bobot penilaian yang dilakukan kepada 42 bank pelaksana memenuhi empat hal indikator terkait dengan indikator keuangan dengan porsi terbesar mencapai hingga 40 persen, indikator pencapaian bank dengan 30 persen, indikator operasional sebesar 25 persen dan sisanya penilaian atas indikator implementasi host to host sebesar 5 persen,” kata Arief, dalam siaran pers, Sabtu (25/7/2020).

Penilaian yang dilakukan mempertimbangkan kepatuhan dari bank pelaksana terhadap rekonsiliasi data, jadwal angsuran, penyaluran dana dan dukungan terhadap pemantauan dan evaluasi lapangan serta keaktifan bank pelaksana dalam menindaklanjuti setiap peningkatan teknologi yang diterapkan oleh PPDPP.

"Pada penilaian triwulan II ini, bank pelaksana dengan realisasi di bawah 50 persen akan mengalami pengurangan kuota minimal sebesar 20 persen dan penambahan kuota hanya dapat dilakukan jika bank sudah mampu menyalurkan dana FLPP di atas 80 persen," jelasnya.

Baca Juga: Kinerja Layanan Bank DKI Terbaik di Kategori BPD

Arief berharap, bank pelaksana tidak hanya konsentrasi dalam penyaluran dana FLPP tetapi juga masalah kualitas. “Bicara masalah kuantitas sangat mudah tapi yang dibutuhkan adalah kualitas rumah. Saya tegaskan, rumah subsidi bukan rumah murahan tetapi adalah rumah yang berkualitas," tegas Arief.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 

BERITA LAINNYA

Gandeng UMKM, Utomo SolaRUV Ajak Konsumen Gunakan PLTS Ber-SNI

Utomo SolaRUV mengajak UMKM memperluas edukasi kepada masyarakat terhadap penggunaan energi bersih dengan PLTS atap atau solar panel (solaruv).

EKONOMI | 17 September 2021

Itama Ranoraya Jual 100 Juta Saham Treasury untuk Akuisisi

PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten alat laboratorium, farmasi dan kedokteran, berencana menjual kembali sebanyak 100 juta lembar saham treasury hasil buy back.

EKONOMI | 17 September 2021

Bina Buana Jual Saham Treasury Hasil Buyback ke Puribuana

Saham treasury BBRM hasil buyback yang akan dialihkan sebanyak 31,76 juta saham atau setara 0,60%.

EKONOMI | 17 September 2021

Peresmian Pabrik Baterai Kendaraan Picu Penguatan Saham Berbasis Nikel

Peresmian pabrik baterai kendaraan listrik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong kenaikan pergerakan saham emiten berbasis nikel.

EKONOMI | 17 September 2021

Rupiah dan Mata Uang Asia Sama-sama Tertekan di Awal Sesi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.265-Rp 14.270 per dolar AS.

EKONOMI | 17 September 2021

IHSG Diprediksi Melemah, Investor Perlu Cermati Saham Ini

Level support IHSG berada di 5.982, 5.938, sedangkan level resisten berada di 6.150, 6.263.

EKONOMI | 17 September 2021

Awali Perdagangan, IHSG Langsung Dilanda Aksi Jual

Pukul 09.10 WIB, IHSG turun 16,0 poin (0,26%) menjadi 6.095.

EKONOMI | 17 September 2021

Bursa Asia Pasifik Bervariasi Respons Data Ekonomi AS

Nikkei 225 di Jepang naik 0,38%, sementara indeks Topix menguat tipis.

EKONOMI | 17 September 2021

IHSG Masih Konsolidasi, Pantau BRIS, ASSA, MLPL, dan ICBP

Menjelang akhir pekan, rentang pergerakan IHSG diperkirakan masih berkisar di area 6.050 - 6.150.

EKONOMI | 17 September 2021

Harga Emas Anjlok Nyaris 3% di Tengah Naiknya Penjualan Ritel AS

Harga emas di pasar spot turun menjadi US$ 1.755,75 per ons setelah sempat mencapai level terendah lebih 1 bulan di US$ 1.744.30.

EKONOMI | 17 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
Rektor ITS Sebut Tenaga IT dan Desain Laris Manis di Tengah Pandemi

Rektor ITS Sebut Tenaga IT dan Desain Laris Manis di Tengah Pandemi

NASIONAL | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings