Merger Bank BUMN Syariah Bisa Saingi Dubai Islamic Bank

Merger Bank BUMN Syariah Bisa Saingi Dubai Islamic Bank
Pegawai Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menghitung uang di Kantor Cabang Jakarta Menteng, Jakarta. (Foto: Antara / Audy Alwi)
Novy Lumanauw / FMB Selasa, 28 Juli 2020 | 11:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - CEO Grup Syailendra Asia yang juga praktisi ekonomi syariah, Salinah Nordin, mengungkapkan bahwa merger bank syariah BUMN akan berdampak sangat besar bagi sektor keuangan syariah di Indonesia.

Selain itu, merger bank syariah BUMN akan membuat Indonesia memiliki entitas bank syariah sebesar Dubai Islamic Bank di Uni Emirat Arab.

“Merger bank syariah BUMN adalah langkah positif di dalam memperkuatkan sinergi dan bisa memberikan pelayanan yang lebih bersih dan produk yang lebih menarik. Bank syariah harusnya lebih kuat, transparan dan bersih. Bank syariah di global seperti Dubai Islamic Bank, nasabahnya sangat besar dari kalangan non-Muslim, ini menunjukkan bahwa bank itu bersih, transparan dan sangat kompetitif dalam bersaing dengan bank konvensional,” kata Salinah di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Menurut Salinah, yang terpenting dari merger bank syariah BUMN adalah penerapan prosedur baru yang menjamin berbaikan pelayanan pada nasabah serta azas keterbukaan dan transparansi dalam pengelolaan dana nasabah.

Bank syariah, lanjutnya, memiliki potensi besar untuk menjadi bank terbesar di Indonesia, sehingga perlu dikelola dengan sangat baik dan memperhatikan kebutuhan nasabahnya.

“Yang penting merger antar bank syariah BUMN bisa menerapkan proses dan prosedur yang terbaik untuk kualitas pelayanan pada nasabah, transparan dan bersih. Karena merger ini akan membuat bank syariah BUMN menjadi bank terbesar dan sangat kompetitif, sebutnya.

Dibandingkan perbankan konvensional, saat ini market share perbankan syariah masih di kisaran 6 persen. Pembiayaan atau kredit di 6,38%, di dana pihak ketiga atau dana masyarakat yang berhasil dihimpun di kisaran 6,7 %. Dari sisi aset, total aset seluruh bank syariah itu baru Rp 537 triliun, sedangkan perbankan konvensional total asetnya sudah di angka Rp 8.402 triliun. Namun, ada peluang bagi perbankan syariah untuk terus tumbuh, apalagi dari sisi pertumbuhan aset perbankan syariah selalu di angka 2 digit tiap tahunnya.

Sebelumnya, rencana merger bank syariah BUMN digulirkan oleh menteri BUMN Erick Thohir. Erick menyampaikan, dengan bergabungnya bank-bank syariah BUMN akan membuka opsi-opsi pendanaan yang lebih luas di dalam negeri. Merger ini akan dilakukan rencananya pada kuartal pertama 2021

"Untuk beberapa bank, kita juga sedang kaji, bank-bank syariah ini jadi satu. Insyallah Februari tahun depan jadi satu, Bank Syariah Mandiri, BRI, supaya juga ada opsi-opsi pendanaan bagi yang percaya bisnis syariah," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com