OJK Akan Perpanjang Masa Restrukturisasi Kredit yang Terdampak Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

OJK Akan Perpanjang Masa Restrukturisasi Kredit yang Terdampak Covid-19

Rabu, 29 Juli 2020 | 11:31 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pada Oktober mendatang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengumumkan masa perpanjangan dari program restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Seperti diketahui, saat ini debitur yang terdampak pandemi virus corona bisa menunda pembayaran cicilan kredit selama maksimal 1 tahun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, pihaknya membuka ruang perpanjangan restrukturisasi mengingat korporasi butuh waktu yang cukup untuk bangkit kembali. Memasuki bulan Juli, dari data yang diperolehnya, realisasi restrukturisasi mulai melandai, tidak seperti pada saat bulan April hingga Juni.

"Kami akan putuskan sebelum akhir tahun, kelihatannya agak berat untuk recover pulih sampai bulan Desember. Jadi, perlu kita perpanjang, kira-kira bulan Oktober akan kita putuskan," ujarnya dalam penandatangan perjanjian kerjasama dan nota kesepahaman program Penjaminan Pemerintah Kepada Korporasi Padat Karya Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Adapun, hingga 13 Juli 2020, ada 6,75 juta debitur yang kreditnya telah direstrukturisasi oleh perbankan. Total nilainya sebesar Rp 776,99 triliun. Di mana, Rp 327 triliun disalurkan ke sektor UMKM, sedangkan sisanya korporasi.

Wimboh mengungkapkan pihaknya mendukung penuh penjaminan kredit korporasi ini. Pasalnya, program ini juga akan memberikan appetite kepada pelaku usaha untuk bangkit. "Ini bukan saja perusahaan yang didorong pada pemulihan ekonomi, tetapi juga perbankan untuk bergerak ke depan," ujarnya.

Ia menambahkan, penjaminan pembiayaan kredit korporasi ini harus dikomunikasikan bersama-sama oleh perbankan kepada para debitur agar penyaluran kredit modal kerja dapat lebih meningkat. Menurut informasi perbankan, sektor korporasi akan membutuhkan tambahan kredit modal kerja sekitar Rp 51 triliun sampai dengan akhir Desember 2020. Adapun, untuk tahun 2021 jumlahnya lebih tinggi lagi yakni berkisar Rp 81 triliun untuk kredit korporasi dengan plafon antara Rp 10 miliar hingga Rp 1 triliun.

Lanjut Wimboh, dengan adanya kredit modal kerja dan penempatan dana pemerintah di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp 30 triliun dan Rp 11 triliun di Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan suku bunga murah, maka perbankan dinilai OJK wajib untuk merefleksikannya dengan memberikan suku bunga kredit yang juga murah ke nasabah.

"Ini likuiditas sangat ample (memadai), tidak ada kendala, secara market likuiditas, ini kesempatan mendorong suku bunga lebih rendah lagi," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Program Penjaminan Kredit Korporasi Diluncurkan

Lewat penjaminan ini, perbankan diharapkan bisa menyalurkan kredit modal kerja hingga Rp 100 triliun sampai tahun 2021.

EKONOMI | 29 Juli 2020

Harga Bitcoin Kembali Tembus US$ 10.000 Didorong Kebijakan OCC

Harga Bitcoin kembali melewati US$ 11.200 atau Rp 162 juta pada Selasa (27/7/2020).

EKONOMI | 29 Juli 2020

Amartha Catatkan Tingkat Keberhasilan Pengembalian 100% di Wilayah Sumatera

Tingkat Keberhasilan Pengembalian Amartha dengan nilai riil 100% berhasil diraih di wilayah Sumatera.

EKONOMI | 29 Juli 2020

Kebijakan Pemda Tak Sejalan dengan Pemerintah Pusat

Selama pandemi Covid-19, beban operasional penyelenggara jaringan dan operator telekomunikasi mengalami peningkatan signifikan.

EKONOMI | 29 Juli 2020

Kurs Rupiah Menguat ke Rp 14.400-an

Kurs rupiah berada di level Rp 14.460,5 per dolar AS atau terapresiasi 74,25 poin (0,51 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.535.

EKONOMI | 29 Juli 2020

IHSG Melemah di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,39 persen ke kisaran 5.093,23 pada awal perdagangan hari ini, Rabu (29/7/2020).

EKONOMI | 29 Juli 2020

Jababeka Kembangkan Hunian Terjangkau di Koridor Timur Jakarta

Jababeka mengembangkan klaster Rotterdam dengan kisaran harga Rp 370 jutaan sampai dengan Rp 500 jutaan.

EKONOMI | 29 Juli 2020

Kempupera Dorong Inovasi Pembangunan Perumahan

Kempupera menilai teknologi Prima Wall Sistem mendorong penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

EKONOMI | 29 Juli 2020

Bursa Asia Bervariasi Jelang Pengumuman the Fed

Bursa Asia dibuka mixed pada perdagangan Rabu (29/7/2020). Pelaku pasar menantikan hasil rapat Bank Sentral AS.

EKONOMI | 29 Juli 2020

OJK Minta Pelaku Usaha Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan

OJK meminta pelaku jasa keuangan untuk terus meningkatkan penerapan Governance, Risk & Compliance (GRC).

EKONOMI | 29 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS