Pengelolaan Dana Peserta, BP Tapera Tetapkan Dua Acuan Utama

Pengelolaan Dana Peserta, BP Tapera Tetapkan Dua Acuan Utama
Ilustrasi perumahan. (Foto: Antara / Raisan Al Farisi)
Imam Muzakir / FER Rabu, 29 Juli 2020 | 12:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kegiatan menabung perlu dilakukan sejak dini jika menginginkan kebebasan finansial di masa yang akan datang. Namun, menabung dengan manfaat luas dan imbal hasil yang wajar tidak bisa dilakukan dengan tabungan biasa. Terlebih di masa pandemi seperti ini, memiliki dana simpanan menjadi sangat penting.

Baca Juga: Sukses di Berbagai Negara, Tapera Segera Hadir di Indonesia

Hadirnya Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) merupakan alternatif untuk tujuan hal tersebut. Tapera diperuntukkan bagi pekerja maupun pekerja mandiri untuk dapat menabung sekaligus berinvestasi yang dikelola badan hukum dan dijalankan oleh para profesional dibidang investasi dan pembiayaan perumahan.

Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera, Gatut Subadio, menyampaikan, Tapera merupakan pengelolaan simpanan bagi peserta yang dikelola secara transparan dan akuntabel melalui kontrak investasi, sehingga dapat memperoleh imbal hasil wajar dan memberi kesempatan pembiayaan rumah pertama, bangun sendiri ataupun renovasi.

"Lebih penting lagi, Tapera memberikan kesempatan kepada anggota non-MBR untuk bergotong royong membantu peserta MBR dengan tetap memperoleh imbal hasil wajar diakhir kepesertaannya," kata Gatut Subandio dalam keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Rabu (29/7/2020).

Baca Juga: Akbar Tandjung Minta BP Tapera Raih Kepercayaan Publik

Menurut Gatut, dengan menabung 3 persen per bulan dari penghasilannya, maka dalam jangka waktu satu tahun peserta MBR dapat menerima manfaat pembiayaan rumah tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pasalnya, sistem pengelolaan Tapera yang dikelola melalui kontrak investasi dan bekerja sama dengan manajer investasi yang dipilih secara transparan, kredibel serta mempunyai track record tata kelola yang baik akan mewujudkan pengelolaan yang optimal dan mengacu pada prinsip prudential tersebut.

"Pengelolaan dana Tapera adalah unik karena sistem pengelolaannya mengkombinasikan simpanan dan investasi yaitu dengan melakukan penghimpunan simpanan peserta dan selanjutnya menginvestasikannya melalui kontrak investasi untuk menghasilkan imbal hasil optimal dan sustainable," jelasnya.

Gatut mengatakan, peserta Tapera disamping pemilik dana simpanan akan menjadi pemilik unit penyertaan investasi. Dana peserta Tapera dialokasikan menjadi tiga kelompok besar, yaitu untuk pemanfaatan, pemupukan, dan cadangan.

Baca Juga: Tapera Diharapkan Bisa Atasi Backlog Perumahan

"Kebijakan alokasi dana simpanan peserta tersebut ditetapkan oleh BP Tapera yang mengacu pada regulasi pengelolaan dana Tapera. Kebijakan ini dalam pelaksanaannya akan dimintakan persetujuan komite Tapera sebagai dasar kebijakan strategis pengelolaan investasi dana Tapera," tegasnya.

Gatut menambahkan, kegiatan pemupukan dana Tapera akan diinvestasikan lewat mekanisme kontrak investasi kolektif (KIK). Investasi Tapera akan memungkinkan sistem pemupukan menghasilkan imbal hasil wajar namun tetap prudent dengan memperhatikan tingkat risiko portofolio yang terukur.

"Dengan kebijakan alokasi dana Tapera tersebut, memungkinkan pada saat yang sama langsung menyediakan alokasi dana untuk pembiayaan perumahan kepada peserta MBR dengan plafond individual peserta, dengan jumlah nilainya tertentu. Alokasi untuk pemupukan maupun pemanfaatan dilakukan secara dinamis mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan dan kebutuhan untuk menjaga ketersediaan dana dalam jangka panjang yang berkelanjutan," tambahnya.

Baca Juga: Besaran Iuran Tapera Dinilai Bebani Buruh

Sementara, bagi peserta yang berakhir masa kepesertaannya, sudah disiapkan alokasinya dengan memperhitungkan akumulasi dana simpanan dan hasil pemupukan masing-masing.

"Sistem kebijakan alokasi ini memastikan bahwa masing-masing kelompok peserta mendapatkan haknya secara wajar dan proporsional. Sistem kontrak investasi dana Tapera menjamin dana simpanan peserta yang dihimpun dicatat dan disimpan pada bank kustodian yang ditunjuk," tandas Gatut Subandio.

Sementara itu, komisioner BP Tapera, Adi Setianto, menambahkan, dalam mengelola dana peserta, BP Tapera bertanggung jawab kepada komite Tapera yang dipimpin Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), dengan anggotanya terdiri dari Menteri Keuangan (Menkeu), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan unsur profesional.

Baca Juga: BP Tapera Diminta Profesional Kelola Dana Pekerja

Selain itu, lanjut Adi Setianto, institusi yang bekerja sama dengan BP Tapera antara lain manajer investasi, bank kustodian, bank umum yang secara operasional diawasi oleh OJK. Sedangkan sebagai badan hukum, juga dapat diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan, sehingga sistem pengawasan BP Tapera dilakukan secara berlapis dan menyeluruh.

"Lebih penting lagi, pengawasan oleh peserta sendiri atas pengelolaan dananya dimana peserta Tapera dapat melihat langsung perkembangan simpanan dan hasil pemupukan melalui akses informasi (mobile app) yang disediakan oleh BP Tapera, sebagai bagian dari haknya sebagai pemilik unit penyertaan investasi," pungkas Adi Setianto.

 



Sumber: BeritaSatu.com