Triwulan II-2020, Bank Jatim Raup Laba Bersih Rp 770,15 Miliar

Triwulan II-2020, Bank Jatim Raup Laba Bersih Rp 770,15 Miliar
Jajaran majemen Bank Jatim (dari kiri ke kanan): Corporate Secretary Glemboh Priambodo, Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Erdianto Sigit Cahyono, Direktur Keuangan Ferdian Timur Satyagraha, Direktur Utama Busrul Iman, Direktur Risiko Bisnis Rizyana Mirda usai paparan kinerja triwulan II 2020 melalui media elektronik di Surabaya, Rabu (29/7/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Dok. Humas Bank Jatim)
Amrozi Amenan / FER Rabu, 29 Juli 2020 | 14:48 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim selama triwulan II 2020 berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 770,15 miliar.

Baca Juga: Busrul Iman Jadi Dirut Baru Bank Jatim

Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, menjelaskan kinerja keuangan Bank Jatim selama triwulan II 2020 menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Aset Bank Jatim tercatat Rp 75,24 triliun atau tumbuh 9,12 persen year on year (yoy). Adapun dana pihak ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 10,49 persen (yoy), yaitu sebesar Rp 64,01 triliun.

Di tengah pandemi Covid-19, Bank Jatim juga mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp 39,18 triliun atau tumbuh 12,69 persen (yoy). Kredit di sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi, yaitu sebesar Rp 9,38 triliun atau tumbuh 17,96 persen (yoy), lalu diikuti pertumbuhan kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang cukup signifikan, yaitu sebesar 6,33 triliun atau tumbuh 16,12 persen.

Adapun komposisi rasio keuangan Bank Jatim periode Juni 2020 antara lain return on equity (ROE) sebesar 19,41 persen, net interest margin (NIM) sebesar 5,79 persen, dan return on asset (ROA) 2,73 persen. Sedangkan biaya operasional dibanding pendapatan operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 68,96 persen.

"Dari keseluruhan kinerja positif tersebut, Bank Jatim berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 770,15 miliar,” ungkap Busrul saat pemaparan kinerja triwulan II 2020 dalam rangka keterbukaan informasi melalui media elektronik di Surabaya, Rabu (29/7/2020).

Bank Jatim

Baca Juga: Stimulus Dorong Pengembangan Green Economy

Basrul mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi salah satu tantangan terberat selama melewati triwulan II 2020. Tantangan itu diperkirakan masih berlanjut mengingat pandemi Covid-19 yang masih melanda negeri ini. Namun, seiring pemberlakuan tatanan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal, Bank Jatim terus berusaha memberikan pelayanan yang optimal.

Program tersebut diantaranya, melalui Bank Jatim Syariah bersama Badan Wakaf Indonesia telah melucurkan program Wakaf Peduli Indonesia (Kalisa). Bank Jatim memiliki peran sebagai penghimpun dana wakaf dari masyarakat yang selanjutnya akan dikelola oleh Badan Wakaf Indonesia. Lalu, dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Bank Jatim bersama Jamkrindo dan Askrindo melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Tentang Penjaminan Kredit/Pinjaman Program PEN.

"Bersama dengan beberapa bank BUMN lainnya, PKS ini diharapkan bisa menghidupkan dan menggerakkan kembali perekonomian Indonesia di tengah Pandemi dengan memberikan kredit modal kerja kepada UMKM,” terang Busrul.

Kemudian, sebagai Bank Umum Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jatim, Bak Jatim juga mendukung program-program Pemprov Jatim dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya di tengah pandemi Covid-19, seperti kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Jatim untuk memberikan bantuan kepada 20 Kabupaten/Kota di Jatim berupa mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM).

Baca Juga: Perbankan di Jatim Siap Layani Kebutuhan Masyarakat

"Dengan adanya mesin ini, masyarakat akan lebih mudah dalam proses administrasi dokumen kependudukan tanpa harus tatap muka secara langsung, sehingga membantu mencegah proses penularan Covid-19," tandas Busrul.

Selain itu, lanjut Busrul, selama pandemi Covid-19, Bank Jatim memberikan kemudahan bagi nasabahnya melalui fasilitas mobile banking, sms banking dan internet banking sehingga mereka dapat dengan mudah melakukan transaksi perbankan atau pembayaran dengan cepat, mudah, dan aman tanpa harus keluar rumah.

"Termasuk juga untuk nasabah dalam yang mengajukan kredit atau pembiayaan melalui e-form kredit. Nasabah cukup dengan melakukan registrasi melalui portal e-form kredit, kemudian Bank Jatim akan mengirimkan notifikasi melalu sms,” kata Busrul.

Busrul menambahkan, Bank Jatim juga memiliki fasilitas kredit multiguna elektronik (e-kmg) yang merupakan pengembangan kredit multiguna yang sudah ada sebelumnya. "Kalangan aparatur sipil negara (ASN) aktif maupun para pensiunan bisa mengajukan kedit melalui mobile application dengan cukup memiliki rekening dan payroll gaji yang terdaftar di Bank Jatim,” pungkas Busrul.



Sumber: BeritaSatu.com