Kemkop dan UKM Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemkop dan UKM Dukung Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam

Kamis, 30 Juli 2020 | 13:43 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Koperasi (Kemkop) dan UKM merespons cepat inisatif pemerintah Kabupaten Subang yang ingin membangun ekosistem bisnis kerakyatan berbasis sumber daya alam.

Bersama dengan 15 kementerian dan lembaga terkait lainnya, Kemkop dan UKM siap mengawal dan mempermudah proses-proses yang dibutuhkan agar ekosistem tersebut bisa segera terwujud. Sehingga, potensi ekonomi di Kabupaten Subang bisa dioptimalkan.

Seperti diketahui, Subang merupakan wilayah dengan luas wilayah 2.051,76 km persegi ini memiliki potensi alam yang luar biasa untuk pengembangan komoditi sektor perkebunan, perikanan hingga pertanian.

Bermodal potensi alam tersebut, Pemerintah Kabupeten berharap agar pemerintah pusat membantu memberikan berbagai kemudahan akses seperti pembiayaan, pemasaran, hingga kemudahan perizinan, untuk membangun ekosistem ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya alam.

Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemkop) dan UKM Rully Indrawan, mengatakan, pihaknya selalu siap untuk melakukan pendampingan bagi pemerintah daerah yang serius ingin membangun ekosistem ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya.

"Kami siap membantu memperkuat kelembagaannya, terutama untuk koperasi-koperasi yang menjadi wadah bagi pelaku UMKM di Kabupaten tersebut,” ucap Rully, dalam Rapat Koordinasi dalam Rangka Konsolidasi dan Pengembangan UMKM Lintas Sektoral Kementerian dan Lembaga Dengan Stakeholder di Wilayah Subang, Rabu (29/7) sebagaimana dalam siaran persnya.

Sementara kementerian lainnya seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), akan memberikan kemudahan perizinan pemanfaatan lahan. Kementerian Perdagangan akan membantu dalam hal pemasaran, dan lain sebagainya.

"Jadi, ini ada 15 kementerian dan lembaga yang hadir akan bersama-sama keroyokan, diharapkan bisa bersinergi bersama sehingga akhirnya kita punya sebuah model penanganan pemulihan ekonomi rakyat yang berbasis sinergi antar kementerian dan lembaga,” papar Rully.

Menurut Rully, yang dilakukan bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan menghilangkan rasa ego sektoral seperti yang terjadi di masa lalu. "Salah satu yang potensi untuk dikembangkan di Kabupaten Subang adalah komoditas perkebunan dan pertanian,” ungkap dia.

Namun, lanjut Rully, untuk mengembangkan dalam skala ekonomi yang besar, diharapkan para pemilik lahan bisa bergabung dalam sebuah koperasi. Dengan cara ini maka nantinya hasil produksi dari para petani atau UMKM di Kabupeten Subang bisa memenuhi skala industri dan bernilai ekonomi tinggi.

"Apabila hal itu dilakukan, maka dipastikan secara bertahap kesejahteraan para UMKM dan petani di wilayah tersebut bisa terangkat,” kata Prof Rully seraya menyebutkan, koperasi yang mengelola bisnisnya, sedangkan KemenkopUKM yang bertanggung jawab untuk memperkuat kelembagaan koperasinya.

Yang jelas, kata Rully, Kemkop dan UKM bersama lintas sektor lainnya akan selalu siap melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah manapun yang memiliki gagasan untuk pengembangan ekonominya.

Rully berharap para pemerintah daerah di Indonesia dapat memetakan potensi di wilayahnya agar bisa lebih mudah dalam menyusun roadmap pengembangan ekonomi berbasis potensi ekonomi yang ada.

"Jadi, pemerintah daerah jangan hanya menunggu program dari pemerintah pusat. Ini bisnis model dengan membangun sinergitas antar sektoral. Saya rasa tidak hanya Subang saja yang akan kita kerjakan, namun setiap wilayah bisa kita kembangkan bersama," tukas Rully.

Wadah Koperasi

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Riza Damanik, menambahkan bahwa jika Kabupaten Subang bisa mengembangkan sektor perkebunan atau pertanian.

Namun, untuk memastikan bahwa pengelolaan produk perkebunan atau pertanian bisa optimal, Riza berharap agar model pengelolaannya dilakukan bersama-sama dalam sebuah wadah koperasi. Pasalnya, jika sistem pengelolaan dilakukan secara parsial atau perorangan, maka selamanya petani atau UMKM di Subang tidak akan pernah berkembang.

"Agar bisa menghasilkan produk dengan skala yang besar dan akses pasar akan jauh lebih baik, maka harus dibuat wadah koperasi,” tegas Riza.

Riza mencontohkan, kalau dia jual buah 10 - 20 kilogram sendirian itu tidak akan pengaruh di pasar. Tapi, kalau jualnya skala ton karena dilakukan bersama-sama yang diambil dari masing-masing petani tadi, baru akan berdampak ke pasar.

Selain mempermudah akses pada pasar, petani ataupun UMKM yang tergabung dalam koperasi, juga akan lebih mudah dalam mengakses pembiayaan. "Hal inilah yang kerap dikeluhkan oleh pelaku usaha yang biasanya terkendala modal untuk menjalankan bisnisnya,” ucap Riza.

Riza juga menyarankan agar jenis komoditas unggulan yang akan digarap Pemkab Subang melalui wadah-wadah koperasi, tidak terlalu banyak jenisnya. Diutamakan komoditas yang dipilih adalah yang memiliki market yang luas dan terjamin keberlangsungan produksinya.

"Jadi, ketika ekosistem itu sudah terbentuk, maka pembiayaan dari manapun seperti LPDB atau perbankan tidak akan sungkan berikan akses modal. Perlu didorong komoditi unggulan apa di sini misal buah segar seperti pisang atau udang. Jangan terlalu banyak komoditinya. Kalau inisiatif ini jalan akan jadi pilot project,” jelas Riza.

Sementara Bupati Subang H Ruhimat menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat khususnya KemenkopUKM yang secara cepat merespon inisitifnya untuk pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya alam.

Bagi Ruhimat, komitmen pemerintah pusat lintas sektoral tersebut dijadikan pedoman bagi pemerintah Kabupaten Subang untuk melakukan akselerasi pembangunan ekosistem ekonomi kerakyatan tersebut.

Ruhimat berharap pemerintah pusat benar-benar bisa membantu dan mendampingi para pelaku usaha di wilayahnya, agar ketika nanti ditemui kendala di lapangan bisa segera teratasi.

"Ini follow-up yang kami sangat kami tunggu-tunggu, Kami siap jalankan serta mewujudkan komitmen bersama ini demi kesejahteraan masyarakat di Subang," pungkas Ruhimat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Buku Ini Mudahkan Memahami UU Cipta Kerja dan Ketenagakerjaan

Buku “Kesatuan Naskah UU Ketenagakerjaan dan UU Cipta Kerja" sebagai alternatif untuk memudahkan masyarakat membaca serta memahami isi kedua UU tersebut.

EKONOMI | 29 September 2021


Bursa Eropa Melemah karena Imbal Hasil Obligasi dan Ekonomi Tiongkok

Pan-European Stoxx 600 ditutup turun sekitar 2% dengan saham teknologi anjlok 4,4% memimpin pelemahan.

EKONOMI | 29 September 2021

Goldman Sachs Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok

Goldman Sachs Selasa (28/9/2021) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

EKONOMI | 29 September 2021

Bank Indonesia: PON XX Gerakkan Ekonomi Papua

Penuhnya hotel, tingginya nilai harga tiket pesawat serta katering bagi para atlet PON menjadi bukti bergeraknya ekonomi Papua.

EKONOMI | 28 September 2021

Penghargaan Subroto 2021 Lahirkan Role Model Efisiensi Energi

Menteri ESDM menegaskan, Penghargaan Subroto 2021 lahirkan role model efisiensi energi di sektor gedung dan industri.

EKONOMI | 28 September 2021

Lima Kabupaten di Jatim Jadi Contoh Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Kemiskinan ekstrem Jatim tahun 2021 mencapai angka 4,4% dengan jumlah penduduk miskin ekstrem sebesar 1.746.990 jiwa.

EKONOMI | 28 September 2021

Penataan Taman Wisata Laut Pekalongan Ditargetkan Rampung November 2021

Kota Pekalongan dinilai memiliki potensi pantai yang indah dan sangat potensial dikembangkan untuk menarik wisatawan.

EKONOMI | 28 September 2021

LPEI Dorong Potensi Ekspor UMKM di Sulawesi Utara

LPEI siap membantu peningkatan kapasitas UMKM khususnya di wilayah Indonesia Timur.

EKONOMI | 28 September 2021

Penuhi Kebutuhan Pecinta Olahraga, PIK2 Hadirkan Pusat Olahraga Terlengkap

PIK2 kembali menghadirkan kawasan baru untuk memenuni pecinta olahraga dan masyarakat umum dengan menghadirkan pusat olahraga terlengkap.

EKONOMI | 28 September 2021


TAG POPULER

# Citilink


# PTM


# Piala Sudirman


# Interpelasi Formula E


# Pengobat Alternatif Ditembak



TERKINI
Buku Ini Mudahkan Memahami UU Cipta Kerja dan Ketenagakerjaan

Buku Ini Mudahkan Memahami UU Cipta Kerja dan Ketenagakerjaan

EKONOMI | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings