PDB AS Turun 32,9%, Wall Street Melemah

PDB AS Turun 32,9%, Wall Street Melemah
Seorang pekerja berdiri di luar "Pier 424 Seafood Market" di New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat, yang mjulai beroperasi kembali pada pertengahan Mei 2020, setelah dua bulan ditutup. (Foto: Istimewa)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 31 Juli 2020 | 06:19 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Kamis (30/7/2020). Pertumbuhan ekonomi AS mengalami koreksi terbesar dalam sejarah sebesar 32,9 persen di triwulan kedua 2020.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,85 persen, S&P 500 turun 0,38 persen, dan Nasdaq naik 0,43 persen.

Produk domestik bruto (PDB) AS anjlok 32,9 persen pada kuartal kedua. Namun, jumlah itu tidak seburuk yang dikhawatirkan, karena para ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan penurunan 34,7 persen.

Penurunan ini adalah yang terburuk sejak tahun 1921, bahkan lebih buruk dari era Great Depression dan Era Great Recession. Krisis keuangan 2008 saja hanya mencatat penurunan 8,4 persen di triwulan keempat, dan di triwulan pertama 1958 sempat terjadi penurunan 10 persen. Namun, yang terburuk adalah koreksi di triwulan pertama 1921.

Kontraksi terjadi hampir di semua lini, mulai dari konsumsi pribadi, ekspor, investasi hingga belanja negara. Resesi di AS sudah terasa sejak Februari. Pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama turun 5 persen.

Sementara klaim pengangguran mingguan AS mencapai 1,434 juta, sesuai dengan perkiraan. Selama 19 minggu berturut-turut, AS mencatat angka pengangguran di atas 1 juta.



Sumber: CNBC.com