Bursa Eropa Melemah Terseret Sentimen PDB AS

Bursa Eropa Melemah Terseret Sentimen PDB AS
Ilustrasi bursa Eropa (Foto: Istimewa)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Jumat, 31 Juli 2020 | 07:43 WIB

London, Beritasatu.com - Bursa Eropa anjlok pada perdagangan Kamis (30/7/2020) setelah Amerika Serikat melaporkan penyusutan produk domestik bruto terbesar dalam sejarah.

Euro Stoxx600 turun 2,16 persen, DAX Jerman turun 3,45 persen, FTSE Inggris turun 2,31 persen, CAC Prancis turun 2,13 persen, FTSE MIB Italia turun 3,28 persen.

Produk domestik bruto (PDB) AS anjlok 32,9 persen pada kuartal kedua. Namun, jumlah itu tidak seburuk yang dikhawatirkan, karena para ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan penurunan 34,7 persen.

Penurunan ini adalah yang terburuk sejak tahun 1921, bahkan lebih buruk dari era Great Depression dan Era Great Recession.

Klaim pengangguran mingguan AS mencapai 1,434 juta, sesuai dengan perkiraan. Selama 19 minggu berturut-turut, AS mencatat angka pengangguran di atas 1 juta.

Dari perkembangan Covid-19, Brasil mencatat rekor 69.000 kasus dalam sehari, Rabu lalu. Kurva juga terpantau naik lagi di Tiongkok, Australia, Vietnam, dan Spanyol.

Pelaku pasar Eropa terus mencermati laporan keuangan perusahaan besar. Laba Credit Suisse naik 24 persen tetapi sahamnya terkena aksi ambil untung sehingga turun sekitar 2 persen.

Volkswagen memangkas dividen setelah mengalami rugi 800 juta euro di semester pertama 2020. Saham VW turun 6 persen. Renault juga menderita rugi 7,3 miliar euro di semester pertama, sehingga sahamnya turun lebih dari 9 persen.



Sumber: CNBC.com