BLK Terus Bekerja Tingkatkan Kualitas SDM di Indonesia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Di Tengah Pandemi Covid-19

BLK Terus Bekerja Tingkatkan Kualitas SDM di Indonesia

Jumat, 31 Juli 2020 | 12:26 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Per tanggal 18 Juli 2020, kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah menembus angka 84.882.000. Artinya, rakyat Indonesia yang terinfeksi virus Covid-19 sudah melebihi Tiongkok, sebagai negara dimana virus ini ditemukan pertama kali.

Dampak dari pandemi Covid-19 ini sangat luar biasa. Ekonomi global sudah dipastikan melambat. Bahkan negara-negara maju seperti Amerika, Tiongkok, India, Russia dan Jepang, turut terdampak perekonomiannya. Indonesia pun tidak terkecuali.

Pemerintah dengan segala daya upaya berusaha menekan dampak Covid-19 dengan mengeluarkan stimulus-stimulus dan program-program untuk membantu masyarakat. Anjuran pemerintah untuk menggunakan masker, jaga jarak serta bekerja dan belajar dari rumah terus dikumandangkan.

Namun, resesi ekonomi sepertinya tetap sulit untuk dihindari. Sektor industri khususnya industri perhotelan dan pariwisata, adalah sektor yang paling terdampak dari adanya pandemi ini.

Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus Covid-19 di Indonesia pertama kali di bulan Maret lalu, industri penerbangan juga mulai terdampak. Hal ini kemudian berlanjut dengan adanya kebijakan pembatasan social berskala besar di berbagai daerah.

Dengan adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar, sektor industri perhotelan dan pariwisata mulai terdampak. Hotel-hotel dan agen-agen pariwisata pun mulai berguguran.

Fungsional Utama Kemnaker, Herry Sudarmanto mengatakan, dengan terdampaknya perekonomian di Indonesia tersebut akibat pandemi Covid-19, Balai Besar Peningkatan Latihan Kerja (BBPLK) di bawah Kementerian Ketenagakerjaan tetap terus berusaha meningkatkan kualitas SDM di Indonesia dengan melakukan terobosan memberikan pelatihan – pelatihan secara daring (online).

Sebagai contoh BBPLK Medan yang memberikan pelatihan secara daring untuk pekerja di industri perhotelan sejak April 2020. “Sasaran utama dari pelatihan yang diselenggarakan oleh BBPLK Medan adalah para pekerja di industri perhotelan yang terpaksa dirumahkan untuk sementara selama masa pandemi,” kata mantan Sekjen Kemnaker Jumat (31/7/2020).

Menurut Hery, BBPLK Medan telah melakukan berbagai kegiatan pelatihan kejuruan. Pelatihan kejuruan yang ada dibawah pengelolaan BBPLK Medan adalah antara lain: kejuruan bangunan, pariwisata, bisnis manajemen, elektronika, otomotif, garmen, TI &K, Listrik, refrigerasi dan tata kecantikan.

Pada tahun 2019, BBPLK Medan telah berhasil menyelesaikan 59 paket PBK boarding, 79 paket PBK non boarding, 120 paket PBK MTU, 543 PBK UPTD, 86 paket PBK BLK komunitas dan 75 paket PBK banprog dengan total peserta pelatihan 15.392 orang peserta.

Pada tahun 2020, lanjut Hery, selama periode Januari – Juli, BBPLK Medan telah melaksanakan 26 paket kejuruan bangunan, 14 paket kejuruan pariwisata, 1 paket kejuruan las, 14 paket kejuruan garmen dan 2 paket hybrid learning untuk kejuruan parwisata. Total jumlah masyarakat yang telah dilatih oleh BBPLK Medan selama periode Januari – Juli 2020 adalah 688 orang.

Untuk periode Agustus – Desember 2020, BBPLK Medan merencanakan kegiatan pelatihan yang fokus kepada PBK UPTD sejumlah 152 paket dengan target peserta pelatihan adalah 2.432 orang. Paket pelatihan PBK UPTD yang dikelola oleh BBPLK Medan antara lain adalah kejuruan garmen, tata kecantikan, listrik, otomotif, welding, elektronika, TI & K dan konstruksi.

Ia mengatakan, BBPLK Medan juga merangkul perusahaan – perusahaan untuk terlibat dalam program pelatihannya. Salah satu bentuk kerjasama antara BBPLK Medan dengan pihak swasta adalah dengan Alfaland Group.

Bisnis unit dari Alfaland Group yang bekerjasama dengan BBPLK Medan adalah Omega Hotel Management dan Millennium ICT Center. Selain mengirimkan peserta pelatihan, mereka juga menjadi narasumber pada pelatihan yang diselenggarakan oleh BBPLK Medan.

Menurut Hery, untuk meningkatkan keahlian karyawannya, Omega Hotel Management yang saat ini mengelola 14 hotel di seluruh Indonesia dengan Brand Grand Cordela, Hotel Cordela, Cordela Inn dan Cordela Express dan Millennium ICT Center yang merupakan pusat HP untuk Sumatra dan Aceh, menerapkan pelatihan secara daring dan berkala.

“Para pekerja hotel dan pusat belanja yang harus masuk secara bergantian diberikan pelatihan – pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, termasuk prosedur kesehatan, kepemimpinan maupun mental untuk menjadikan karyawan yang tangguh di era krisis ini,” kata dia.

Selama masa pandemi, kata Hery, Alfaland Group dengan jumlah karyawan kurang lebih 600 orang dan tersebar dari Medan sampai Sidoarjo, telah melakukan lebih dari 75 pelatihan. Sebesar 70% dari total pelatihan dilakukan secara daring dan 30% dilakukan secara tatap muka dengan tetap memperhatikan prosedur kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Pelatihan secara daring diikuti rata –rata 50 – 100 orang per pelatihan dengan durasi pelatihan 90 – 150 menit untuk masing-masing topik pelatihan.

Topik pelatihan mulai dari yang berkaitan dengan pekerjaan sehari –hari seperti front office, housekeeping, service excellence dan FB service, maupun yang mengasah kepeimpinan seperti “Perilaku Asertif bagi Seorang Pemimpin” atau topik motivasi seperti “Bangkit dari Kemunduran”.

Pelatihan secara daring memang memiliki tantangan tersendiri. Walaupun sebelum pandemi kita sudah mengenal E- Learning, namun pengaplikasiannya tidak seintens seperti saat ini.

Setelah WHO secara resmi menyatakan bahwa virus Covid-19 adalah sebuah pandemi global pada bulan Maret, metodologi pelatihan berubah secara luar biasa. Pelatihan – pelatihan yang biasanya dilakukan secara tatap muka tidak dapat lagi dilakukan karena ada pembatasan untuk berkumpul. Model E- Learning pun menjadi pilihan utama diadaptasi ke dalam dunia pelatihan menjadi pelatihan daring (online), agar pelatihan tetap dapat berjalan.

Hery menjelaskan, pelatihan daring adalah serangkaian proses pelatihan kerja dengan menggunakan jaringan digital untuk berinteraksi, berlatih dan belajar serta berdiskusi, tanpa memerlukan pertemuan tatap muka di lokasi fisik. Metode pelatihan daring mengharuskan peserta pelatihan mengikuti dan melakukan pelatihan secara virtual dari proses awal hingga akhir.

Metode ini lebih menekankan pada kemampuan peserta pelatihan untuk belajar secara mandiri dan kemampuan lembaga pelatihan mendesain program pelatihan yang bersifat digital dengan tetap berkomitmen kepada peningkatan skill/kompetensi. “Penerapan metode pelatihan daring harus didukung dengan kemampuan infrastruktur teknologi informasi yang representatif dan konten digital (program pelatihan, asesmen, dan lain-lain) khususnya dalam menjamin proses pelatihan dan luaran pelatihan memenuhi syarat kompetensi yang diperlukan,” kata dia.

Menurut Hery, ada beberapa tantangan dalam pelaksanaan pelatihan daring. Pertama, adalah peserta yang pasif. Memiliki peserta yang pasif akan sangat menyulitkan bagi seorang trainer/instruktur. Peserta yang pasif akan membingungkan trainer/instruktur karena tidak tahu apakah peserta mengerti atau tidak terhadap materi yang diberikan. Agar peserta tidak bersikap pasif, maka trainer/instruktur harus dapat membaca situasi dan banyak melakukan kegiatan – kegiatan yang interaktif.

Tantangan yang kedua adalah trainer harus terus terhubung dengan peserta. Saat memberikan pelatihan daring, sering kali peserta mengalami “gangguan” dari lingkungan di sekitarnya. Untuk itu para peserta harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya, termasuk mencari tempat yang tidak banyak “gangguan”. Gangguan dapat terjadi dari keluarga, rekan kerja atau lingkungan sekitar tempat kita menjalankan pelatihan daring.

Tantangan yang ketiga adalah melakukan kolaborasi antar peserta. Biasanya apabila pelatihan dilakukan secara tatap muka, trainer/instruktur dapat membagi kelompok peserta menjadi beberapa kelompok untuk diberikan tugas kelompok. Beda dengan pelatihan daring, dimana sulit untuk membagi peserta menjadi kelompok –kelompok kecil sehingga keterikatan antar peserta menjadi sangat rendah.

Tantangan yang terakhir adalah infrastruktur jaringan internet. Sebagai negara berkembang, infrastruktur untuk jaringan internet di Indonesia masih menjadi tantangan. Belum semua daerah di Indonesia telah tercover jaringan internet yang memadai.

Kecepatan internet yang sering naik turun atau “blank spot” dibeberapa daerah menyebabkan hal ini menjadi hambatan dalam pelaksanaan pelatihan daring. Harga quota internet di Indonesia pun masih dianggap terlalu mahal dibandingkan negara –negara di Asia Tenggara lainnya. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah apabila ingin memajukan pelatihan daring di Indonesia.

Sehubungan dengan pelatihan di tengah pandemi ini, maka saran kepada pemerintah adalah sebagai berikut, pertama, pemerintah melalui Kementerian – Kementerian yang terkait, dapat lebih memperhatikan kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pelatihan terutama yang dilakukan secara daring.

Kedua, para trainer/instruktur di balai – balai latihan juga perlu ditingkatkan keahliannya, terutama dalam hal pelaksanaan pelatihan secara daring.

Ketiga, dibuatkan sebuah platform khusus untuk pelatihan daring yang dapat diakses oleh para pekerja di seluruh Indonesia.

Keempat, dibuat sebuah komite yang bertugas untuk membuat silabus dan materi pelatihan secara daring, sehingga hasilnya dapat lebih optimal. Kelima, perbaikan infrastruktur jaringan internet terutama di daerah-daerah, sehingga pelatihan daring dapat mencakup wilayah yang lebih luas.

Sebagai kesimpulan, pelatihan secara daring harus menjadi perhatian baik pemerintah maupun swasta. Untuk itu, persiapan – persiapan perlu dilaksanakan sehingga transisi yang terjadi dapat berjalan dengan lancar.

Apa pun tantangannya, kata Hery, harus siap menghadapi krisis yang terjadi. Saat ini kita dituntut untuk meningkatkan keahlian kita. Semangat belajar harus terus dikobarkan, karena pada saat pandemi ini berakhir, pekerja Indonesia harus siap lepas landas menyongsong Indonesia emas 2035.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Rachmat Gobel Minta Pemasok Barang Kecil dan Menengah Dilindungi Pemerintah

Rachmat Gobel meminta pemerintah untuk konsisten melindungi para pemasok yang memasok barang ke toko ritel swalayan.

EKONOMI | 19 September 2021


Nippon Paint Rayakan Kontribusi Selama 52 Tahun di Indonesia

Hari ini, Minggu (19/9/2021), Nippon Paint Indonesia merayakan hari ulang tahun ke-52.

EKONOMI | 19 September 2021

Pandemi, Penjualan di Bhinneka.com Didominasi Peralatan Dapur dan Alat Tulis

Ada sejumlah indikator yang mengindikasikan kebiasaan masyarakat dalam belanja online di Bhinneka.com.

EKONOMI | 19 September 2021

Ini Update Obligor BLBI yang Sudah Dipanggil Satgas

Pemanggilan Grup Bakrie pada Jumat diwakilkan utusannya.

EKONOMI | 19 September 2021

BabyBali Token Padukan Investasi Kripto dengan Pariwisata

Start up BabyBali Token dengan memadukan investasi cryptocurrency atau aset kripto dan sektor pariwisata sebagai underlying.

EKONOMI | 19 September 2021

Acset Indonusa Raih Kontrak Baru Rp 300 Miliar

PT Acset Indonusa Tbk (ACST), emiten konstruksi membukukan kontrak baru Rp 300 miliar hingga September 2021.

EKONOMI | 19 September 2021

Inovasi Bank Jatim Raih Dua Penghargaan IHC Award 2021

Bank Jatim terus mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi digital untuk menunjang kinerja.

EKONOMI | 18 September 2021

Trakindo Rilis Ekskavator Cat 323 GC Kelas 23 Ton

PT Trakindo Utama (Trakindo), perusahaan penyedia solusi alat berat Cat di Indonesia merilis ekskavator hidrolik terbaru di kelas 23 ton, yaitu Cat 323 GC.

EKONOMI | 18 September 2021

Badai Emas Pegadaian Bagi-bagi Hadiah Rp 3 Miliar untuk Nasabah

Terdapat 5,6 juta nasabah Pegadaian yang mendapatkan kesempatan mengikuti undian Badai Emas pada periode ini.

EKONOMI | 18 September 2021


TAG POPULER

# Napoleon Bonaparte


# Ali Kalora


# Ancaman Keamanan Bangsa


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Rachmat Gobel Minta Pemasok Barang Kecil dan Menengah Dilindungi Pemerintah

Rachmat Gobel Minta Pemasok Barang Kecil dan Menengah Dilindungi Pemerintah

EKONOMI | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings