Demi Mengatur Konten, Pemerintah Didesak Membuat UU Periklanan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

Demi Mengatur Konten, Pemerintah Didesak Membuat UU Periklanan

Jumat, 31 Juli 2020 | 23:32 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Periklanan Indonesia (DPI) mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mulai merancang Undang-Undang Periklanan, yang akan mengatur pembuatan konten yang sesuai dengan budaya Indonesia. UU ini nantinya bisa mengatur seluruh pihak yang memiliki kepentingan di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Televisi Siaran Indonesia (ATVSI) Syafril Nasution, belum lama ini mengatakan, bahwa Indonesia masih belum mampu menerapkan aturan untuk mengendalikan peredaran rokok. Bahkan di dunia digital pun, iklan yang menawarkan produk ini masih marak ditemukan.

Sementara Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Agung Suprio pun memiliki pendapat serupa bahwa peraturan periklanan yang ketat seharusnya tidak hanya mengatur media penyiaran terestrial saja, tetapi juga media baru. Hal ini dilakukan demi memberikan perlindungan yang utuh kepada masyarakat atau kepada publik khususnya kepada anak-anak.

“KPI kemudian mengatakan ingin mengatur media baru yang bersiaran, tetapi hal ini mendapat penolakan dari sebagian masyarakat karena mereka tidak memahami pesan yang utuh dari KPI. Mereka hanya ingin agar kebebasan mereka tidak direbut,” tutur Agung Suprio.

Senada dengan Agung, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, Indonesia masih belum mampu menerapkan aturan untuk mengendalikan peredaran iklan rokok yang marak ditemukan di media digital.

"Anak-anak kini marak menggunakan media sosial, iklan rokok marak ditampilkan tanpa bisa dikendalikan waktunya tidak seperti di televisi. Mereka kini lebih mudah mengakses pesan iklan rokok, dan menjadi salah sasaran. Ini menjadi santapan empuk industri rokok,” tukas Tulus Abadi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Insan Pariwara Dituntut Beretika di Tengah Pandemi

Insan kreatif pariwara diharapkan memiliki etika positif di tengah pandemi Covid-19.

EKONOMI | 31 Juli 2020

OVO Menjadi Perusahaan Jasa Layanan "Fintech" Terintegrasi Terbesar

Kehadiran OVO juga memiliki nilai yang strategis untuk kepentingan perekonomian nasional, antara lain membantu UMKM dan menjadi penyalur bansos Kartu Pra Kerja.

EKONOMI | 31 Juli 2020

RFB Surabaya Berencana Ekspansi ke Bali dan Kalimantan

RFB sudah mempunyai beberapa nasabah besar di Bali dan Kalimantan.

EKONOMI | 31 Juli 2020

WSBP Kembangkan Inovasi Tiang Listrik Beton

WSBP menghasilkan inovasi tiang listrik beton yang diproduksi di pabrik (plant) Sadang.

EKONOMI | 31 Juli 2020

Kementerian BUMN Rombak Direksi dan Komisaris Barata Indonesia

Perombakan direksi dan komisaris Barata Indonesia dinilai dapat mendorong kemajuan industri manufaktur dalam negeri.

EKONOMI | 31 Juli 2020

Cegah Kemacetan, Kemhub Imbau Angkutan Barang Hindari Tol Trans Jawa

Tol Trans-Jawa mulai dari ruas Semarang sampai dengan Jakarta diprioritaskan untuk kendaraan pribadi.

EKONOMI | 31 Juli 2020

Semester I, CIMB Niaga Cetak Laba Bersih Rp 1,7 Triliun

CIMB Niaga mempertahankan posisi kedua bank swasta dengan aset terbesar.

EKONOMI | 31 Juli 2020

Konsorsium Percepat Pembangunan Kawasan Industri Batang

Tiga BUMN berkolaborasi mempercepat pembentukan konsorsium kawasan industri Batang.

EKONOMI | 31 Juli 2020

Iduladha, Penumpang Ferry Merak-Bakauheni Naik Sampai 30%

Kenaikan volume penumpang dan kendaraan yang naik kapal ferry sekitar 30 persen di lintas penyebarangan Merak-Bakauheni sudah sesuai prediksi.

EKONOMI | 31 Juli 2020

Kereta Priority Argo Parahyangan Kembali Beroperasi 2 Agustus

Bagi yang memiliki rencana bepergian ke Bandung di akhir pekan ini, sudah bisa memesan tiketnya kereta priority argo parahyangan melalui aplikasi KAI Access.

EKONOMI | 31 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS