Progres Sistem Penyediaan Air Minum Bandar Lampung Rp 1,1 Triliun 98%

Progres Sistem Penyediaan Air Minum Bandar Lampung Rp 1,1 Triliun 98%
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). (Foto: Dok Kempupera)
Muawwan Daelami / WBP Sabtu, 1 Agustus 2020 | 11:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) bersama mitra investor membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Bandar Lampung berkapasitas 750 liter per etik dengan investasi Rp 1,1 triliun. Adapun progres konstruksi saat ini telah mencapai 98 persen.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono pembangunan SPAM Kota Bandar Lampung menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pasokan air melalui sistem perpipaan.

"Selain itu, berguna untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kesehatan masyarakat serta mengurangi pengambilan air tanah yang berdampak negatif pada lingkungan seperti penurunan air tanah (land subsidence)," kata dia dalam keterangan resminya yang diterima Sabtu (1/8/2020).

Baca juga: Kempupera Targetkan 4 RPP Turunan UU SDA Rampung Desember

SPAM Kota Bandar Lampung dibangun sejak 2018 - 2020 dengan Konsorsium PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK) dan PT Bangun Tjipta Sarana (BTS) dengan investasi Rp 1,1 triliun.

Investasi pembangunan SPAM Bandar Lampung dimanfaatkan untuk pengoperasian dan pemeliharaan SPAM yang meliputi intake air baku dengan kapasitas 825 liter per detik dari Sungai Way Sekampung dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas produksi 750 liter per detik.

Di samping itu, investasi tersebut juga digunakan untuk pembangunan pipa transmisi diameter 1.000 mm sepanjang 22 km, reservoir dengan kapasitas 10.000 m³ dan pembangunan sebagian jaringan distribusi untuk sistem pemompaan (jaringan distribusi utama dan jaringan distribusi pembawa).

SPAM Kota Bandar Lampung juga akan memberikan layanan bagi 60.000 SR atau sekitar 300.000 jiwa di 8 Kecamatan yaitu Rajabasa (4.462 SR), Way Halim (8.836 SR), Tanjung Senang (5.990 SR), Sukabumi (9.337 SR), Labuhan Ratu (5.770 SR), Kedaton (4.406 SR), Sukarame (8.092 SR), dan Kedamaian (6.388 SR). "Kami berharap pembangunan SPAM ini dapat menjaga optimisme dan kesinambungan pembangunan infrastruktur di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19," kata Basuki



Sumber: BeritaSatu.com