Salip Saudi Aramco, Apple Jadi Perusahaan Terbuka Terbesar di Dunia

Salip Saudi Aramco, Apple Jadi Perusahaan Terbuka Terbesar di Dunia
CEO Apple Tim Cook memperkenalkan iPhone terbaru di Steve Jobs Theater, Apple Park, Cupertino, California, 12 September 2018. (Foto: AFP)
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 1 Agustus 2020 | 15:05 WIB

New York, Beritasatu.com - Pada penutupan perdagangan Jumat (31/7/2020), Apple Inc menjadi perusahaan terbuka paling berharga di dunia, menyalip raksasa migas Saudi Aramco.

Saham Apple melesat 10,47 persen ke US$ 425,04 pada hari Jumat, sehingga kapitalisasi pasarnya menjadi US$ 1,84 triliun atau sekitar Rp 27.000 triliun. Sebelumnya predikat perusahaan terbuka terbesar dipegang Saudi Aramco yang melakukan IPO tahun lalu. Kapitalisasi Saudi Aramco saat ini ada di US$ 1,76 triliun.

Saham Apple sudah bangkit dari dampak Covid-19. Sejak anjlok di bulan Maret, saham Apple naik lebih dari 44 persen hingga penutupan Jumat.

Menguatnya saham Apple ditopang oleh laporan keuangan triwulan ketiganya yang diumumkan Kamis lalu, di mana Apple mencatat pertumbuhan pendapatan 11 persen yoy menjadi $59,7 miliar. Apple juga mengumumkan akan melakukan stock split 4 banding 1 supaya sahamnya lebih likuid.

Raksasa teknologi Apple Inc akan melakukan stock split 4 banding 1 mulai 24 Agustus nanti. Demikian diumumkan perusahaan pada hari Kamis (30/7/2020).

Dengan stock split ini, setiap pemegang selembar saham Apple akan mendapatkan tambahan tiga lembar, di mana harga per lembarnya akan berkurang tetapi ekuivalen dengan nilai sebelumnya. Stock split dilakukan untuk membuat saham lebih likuid dan tidak memiliki efek fundamental. Harga Apple saat ini sebesar US$ 380 per lembar, maka dengan adanya stock split, harga per lembarnya akan menjadi sekitar US$ 100, tergantung posisi saham Apple Agustus nanti.



Sumber: CNBC.com