Akuntan Milenial Didorong Punya Visi di Era Pandemi

Akuntan Milenial Didorong Punya Visi di Era Pandemi
Webinar Perkumpulan Akuntan Muda Bangka Belitung bertema “Peran Akuntan Muda Dalam Pengaruh dan Penanganan Perekonomian Masa Pandemi Covid-19” Sabtu (1/8/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 1 Agustus 2020 | 18:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Generasi milenial khususnya dari bidang akuntansi diharapkan memiliki visi-misi ke depan secara profesional dan kompetensi dalam kemajuan bangsa Indonesia.

"Perdalam bidang ilmu dan skill, seperti membuat laporan keuangan, menganalisis laporan keuangan, dan mereview laporan keuangan," kata dosen Akuntansi Lembaga Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (Undip) Imam Prayogo dalam webinar Perkumpulan Akuntan Muda Bangka Belitung (PAM Babel), Sabtu (1/8/2020).

Acara bertema “Peran Akuntan Muda Dalam Pengaruh dan Penanganan Perekonomian Masa Pandemi Covid-19” ini juga menghadirkan Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal Haryajid Ramelan serta Pembina Perkumpulan Akuntan Muda Bangka Belitung Suhardi.

Baca juga: IKPI dan IAPI Harus Edukasi Masyarakat Soal Perpajakan

Menurut Imam, masyarakat Indonesia sejatinya kreatif dan inovatif, namun perlu diberikan ruang dan jalan yang tepat. Hal ini dapat mempercepat perkembangan kemajuan Indonesia. Akuntan milenial harus memiliki sertifikasi keahlian dan dapat diperoleh ketika masih berstatus mahasiswa, seperti Certified Accountant (CA), Registered Securities Analyst (RSA), dan lainnya.

“Beberapa contoh generasi milenial akuntan, seperti Listiyani, SE., Ak., CA (27 thn) sebagai eks senior auditor BDO Indonesia juga pemilik merk dagang kuliner. Ahmad Khadik, SAk., Ak (28 thn) selain pengusaha sukses laundry, setiap tahunnya menguliahkan S1 karyawannya dan dipercaya sebagai sekretaris desa dan direktur keuangan BUMDes. Maghfiroh, SE., CRMO (23 thn) selama menempuh S1 jurusan akuntansi, juga berprofesi sebagai ustazah dan aktivis organisasi keagamaan, sekarang menjadi auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP) Shing When,” lanjut Imam Prayogo

Imam mengatakan di tengah pandemi Covid-19 pemerintah Indonesia memberikan berbagai stimulus ekonomi agar sektor usaha, termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) mampu bertahan. Indonesia juga dalam proses perubahan menjadi birokasi kelas dunia 2025 sesuai Perpes No.81 Tahun 2010 dalam Tranformasi Birokrasi. Itu artinya, pemerintah menerapkan layanan publik kepada masyarakat secara optimal. “Pemerintah Indonesia sudah berusia 70 tahun lebih saja masih mau melakukan perubahan (baik). Kita sebagai generasi milenial penerus bangsa harus dapat membuat terobosan dan inovasi terhadap kemajuan bangsa Indonesia,” kata dia.

Sementara Suhardi mengatakan wujud peran aktif akuntan milenial di era pandemi Covid-19 ini harus mampu menjadi analis, penasihat (advisor), mitra teknologi, dan peran baru di dunia usaha.

Suhardi menambahkan, dipelukan sikap integritas, komitmen, semangat tinggi dan optimisme akuntan milenial dalam menyikapi keadaan yang tak terduga. "Ditunjang dengan complex problem solving, social skill, process skill, system skill dan cognitive abilities skill sehingga sumbangsih akuntan muda milenial dapat terasa manfaatnya di masa depan," kata dia.

Dalam kesempatan ini, Haryajid Ramelan, mengatakan bahwa banyak negara di dunia memberikan stimulus buat perekonomiannya agar tidak terdampak Covid-19. Di Indonesia, pemerintah memberikan bantuan pada sektor UMKM sebagai stimulus guna bertahan dan mampu bangkit dari keterpurukan di saat pandemi.

Dilihat dari sisi investasi pasar modal, saat ini adalah momen yang tepat membeli saham untuk jangka panjang karena setelah Covid-19 return saham diprediksi bisa meningkat," kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com