4 Prestasi Ini Jadikan BEI Terbaik di Bursa ASEAN Selama Pandemi Covid-19
Jakarta, Beritasatu.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu menunjukkan kinerja positif bahkan menjadi yang terbaik diantara bursa negara-negara ASEAN selama pandemi Covid-19.
Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, mengatakan pandemi Covid-19 yang mempengaruhi pasar keuangan global, turut menekan kinerja pasar modal. Meski demikian, BEI berhasi mencatat perkembangan dan kinerja positif selama pandemi Covid-19.
Menurut Inarno Djajadi, ada empat prestasi yang diraih BEI, yakni dari sisi jumlah emiten baru, rata-rata frekuensi perdagangan, fund raised, dan produk ETF (Exchange Trade Fund).
Dari sisi emiten baru, hingga 10 Agustus 2020, sebanyak 35 perusahaan telah mencatatkan saham di BEI. Jumlah emiten baru tersebut merupakan yang tertinggi diantara Bursa ASEAN lainnya, di mana Bursa Malaysia hanya mencatat 11 emiten baru, diikuti Singapura (5 emiten), Thailand (4 emiten), dan Filipina (1 emiten).
“Secara total terdapat 44 pencatatan Efek baru yang terdiri dari saham, obligasi, dan efek lainnya dari target 46 Pencatatan efek baru di tahun 2020,” kata Inarno Djajadi, dalam konferensi pers peringatan HUT ke-43 diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, di Jakarta, Senin (10/8/2020).
Sementara dari sisi aktivitas perdagangan di BEI, tercatat rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp7,67 triliun/hari sampai dengan periode Juli-2020, dengan total rata-rata frekuensi dan volume transaksi perdagangan masing-masing mencapai 537.000 kali dan 7,91 miliar lembar saham.
“Hal ini menjadikan rata-rata frekuensi perdagangan di BEI merupakan yang tertinggi di Bursa Efek kawasan ASEAN sejak 2018,” ujar Inarno Djajadi.
Jika ilihat dari segi fund raised, BEI berhasil membukukan fund raised sebesar US$260 juta, dan berada di peringkat kedua setelah Thailand yang membukukan US$ 2,76 miliar).
Selain itu, berdasarkan data dari World Federation of Exchanges, sampai dengan Juni 2020, 45 produk ETF di BEI juga merupakan jumlah ETF tertinggi diantara bursa efek di ASEAN, diikuti oleh 18 ETF di Malaysia, 17 ETF di Thailand, 6 ETF diSingapura, dan 1 ETF di Filipina (kategori ETF berbasis indeks lokal).
Inarno Djajadi mengatakan, menyikapi kondisi perekonomian yang belum pasti akibat pandemi Covid-9, BEI akan terus berninergi dengan self regulatory organization (SRO) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menciptakan stabilitas bagi pasar modal Indonesia dan meningkatkan kepercayaan investor.
Sumber: Suara Pembaruan
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI
Hasil Pertandingan Raja Casablanca vs Al Nassr: Ini Gol-gol Kemenangan Kesatria Najd
Temui Elon Musk, Menkes Jajaki Kerja Sama Akses Internet untuk Puskesmas
Hasil Laga Raja Casablanca vs Al Nassr: Ronaldo Cetak Gol Bawa Kesatria Najd ke Semifinal
Polisi Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Sabu Lewat Jalur Laut di Tanjungbalai
Hasil Pertandingan Sunderland vs Ipswich: Gol Broadhead dan Hirst Tentukan Kemenangan Tim Tamu
B-FILES
Urgensi Mitigasi Risiko Penyelenggara Pemilu 2024
Zaenal Abidin
Identitas Indonesia
Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?
Guntur Soekarno
Polisi Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Sabu Lewat Jalur Laut di Tanjungbalai




