Aparat Diminta Tegas Terhadap Impor Baja Ilegal
INDEX

BISNIS-27 538.843 (9.76)   |   COMPOSITE 6321.86 (107.9)   |   DBX 1200.53 (9.93)   |   I-GRADE 184.241 (6.4)   |   IDX30 532.439 (13.05)   |   IDX80 142.581 (3.74)   |   IDXBUMN20 424.518 (18.32)   |   IDXESGL 148.639 (1.84)   |   IDXG30 144.207 (3.69)   |   IDXHIDIV20 468.297 (10.48)   |   IDXQ30 151.63 (3.41)   |   IDXSMC-COM 289.047 (5.63)   |   IDXSMC-LIQ 360.181 (16.02)   |   IDXV30 145.782 (3.85)   |   INFOBANK15 1071.04 (26.84)   |   Investor33 457.812 (8.8)   |   ISSI 186.628 (3)   |   JII 657.942 (12.88)   |   JII70 230.141 (4.83)   |   KOMPAS100 1272.98 (29.01)   |   LQ45 989.051 (25.8)   |   MBX 1747.76 (32.18)   |   MNC36 338.242 (6.45)   |   PEFINDO25 338.749 (2.41)   |   SMInfra18 324.227 (7.63)   |   SRI-KEHATI 391.331 (7.38)   |  

Aparat Diminta Tegas Terhadap Impor Baja Ilegal

Senin, 24 Agustus 2020 | 13:25 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus pelabelan SNI terhadap baja impor yang didatangkan dari Thailand menjadikan ancaman bagi proyek strategis nasional. Hal itu karena besi baja yang diimpor hanya bisa dipergunakan pada proyek tertentu, seperti pembangunan tower PLN.

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad menilai adanya pemalsuan SNI terhadap produk besi baja, apalagi berkualitas rendah, tentu mengganggu dan membahayakan proyek srategis nasional.

“Kalau memang produk tersebut memang ditujukan untuk proyek tertentu jelas sangat mengganggu. Yang saya khawatir juga dilempar ke pasar dalam negeri yang luas. Saya kira perlu penelusuran yang lebih jauh,” kata Tauhid seperti keterangan tertulis yang diterima SP di Jakarta, Senin (24/8/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, kerugian akan dialami oleh konsumen pada proyek tertentu. Misalnya karena belum ada jaminan SNI yang asli, kualitas produk tersebut diragukan memenuhi syarat atau tidak bahkan bisa membahayakan. Karena produk besi baja digunakan untuk bangunan, gedung, dan infrastruktur.

“Kami khawatir yang masuk ke Indonesia barang berkualtas rendah. Akhirnya memang punya umur yang lebih pendek. Berisiko ada yang kecelakaan dan sebagainya, inikan yang kita hindari,” ujarnya.

Sebagai informasi, Polisi telah menyita 4.600 ton baja impor dari gudang milik PT Gunung Inti Sempurna (GIS).
PT GIS bisa melakukan impor karena mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian dan ijin dari Kementerian Perdagangan.

Namun, dalam perjalannya terungkap bahwa dasar pemberian rekomendasi dan ijin itu didasari dari purchase order (P0) palsu.

Mantan Dirut PT Gunung Baja Konstruksi (GBK) Ken Pangestu memastikan bahwa perusahaannya tidak pernah menerbitkan purchase order (PO) sebagai dasar pengajuan impor besi siku dari Thailand.

“Saat diperiksa polisi saya disodori data PO yang nilainya mencapai Rp2 triliun. Kami tidak pernah keluarkan PO sebanyak itu,” jelasnya.

Sebagai tambahan, saat ini penguna terbesar dari baja siku adalah proyek pembangunan tower milik PLN. PLN melakukan tender bagi perusahaan untuk membagun tower bagi PLN. Oleh karena itu PLN perlu melakukan memeriksa kembali proyek-proyek tower yang dikerjakan oleh kontraktornya.

Pengamat ekonomi Yanuar Rizky menilai bahwa perlu ketegasan dari aparat penegak hukum dan pemerintah untuk menghentikan praktik semacam ini.

“Ini sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo yang melakukan zero kompromi terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh korporasi. Apalagi saat ini pemerintah ingin menciptakan kemandirian bangsa. Tidak boleh ada kompromi terhadap pelaku industry dalam negeri yang melakukan pemalsuan impor besi siku dari negara lain," tegasnya.

Guna mencegah hal itu berulang, menurut Taufid garda terdepan yang bertanggung jawab adalah di pintu masuk utama atau pelabuhan. Perlunya melakukan pengecekan produk yang mengacu pada standar SNI. Terutama dari Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai.

Selain itu, menurutnya perlu juga dilakukan sidak di tataran pasar. Hal ini berhak dilakukan oleh Kemendag. Pasalnya banyak sekali pelaku-pelaku baja di lapangan banyak sekali. Hal ini meenurutnya bisa mendorong pengurangan volume produk yang tidak berkualitas atau bahkan ilegal.

“Saya pikir sidak pasar perlu dilakukan untuk mengurangi volume kualitas yang diturunkan atau ilegal,” tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Emas Antam Turun ke Rp 1,023 juta Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 481,820 juta.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Sri Mulyani Lantik 11 Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kemkeu

Usaha kecil menengah adalah tulang punggung perekonomian Indonesia.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Sesi Siang, IHSG Naik 7 Poin ke 5.279

Sebanyak 208 saham naik, 202 saham melemah dan 154 saham stagnan.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Ditopang Infrastruktur, Pengiriman Paket SiCepat Tembus 1 Juta Per Hari

SiCepat telah memperkuat layanan infrastruktur dengan menambah hampir 1.000 gerai.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Awal Sesi, Rupiah Turun di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.775-Rp 14.774 per dolar AS.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Awali Perdagangan, IHSG di Sekitar Garis Datar

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 4,3 poin (0,08 persen) menjadi 5.277.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Harga Minyak Flat Saat Sejumlah Negara Terapkan Lockdown

Brent sedikit di atas garis datar mencapai US$ 44,36 per barel.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Bursa Asia Terpangkas di Tengah Aturan Baru Bursa Tiongkok

Di Jepang, Nikkei 225 turun tipis, sementara indeks Topix mendatar di awal perdagangan.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

IHSG Berpotensi Tertekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 5.225 - 5.310.

EKONOMI | 24 Agustus 2020

Proyek KCIC Dilanjutkan, Jasa Marga Rekayasa Lalin di GT Cikunir Tol Cikampek

Pada kondisi saat ini, terdapat sodetan jalur utama Tol Jakarta-Cikampek menuju ramp GT Cikunir.

EKONOMI | 24 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS