Wapres Minta Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Ditingkatkan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Wapres Minta Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Ditingkatkan

Selasa, 25 Agustus 2020 | 16:08 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin, meminta indeks literasi dan inklusi keuangan syariah nasional ditingkatkan. Sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat untuk mengembangkannya.

Wapres menjelaskan, sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, tingkat literasi keuangan syariah nasional, menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019, baru mencapai 8,93 persen. Sedangkan Indeks Inklusi Keuangan Syariah Nasional adalah 9,1 persen.

Baca Juga: Wapres Dukung LinkAja Kembangkan Layanan Syariah

"Indeks ini mencerminkan bahwa kita perlu bekerja keras untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah di tanah air,” kata Ma'ruf Amin, dalam sambutannya pada acara Perayaan Tahun Baru Islam 1442 H dan Penandatanganan Nota Kesepahaman Layanan Syariah LinkAja, Selasa (25/8/2020).

Lebih lanjut, Wapres menuturkan, dengan indeks inklusi yang masih rendah, merupakan kesempatan untuk melakukan perluasan layanan keuangan syariah. "Khususnya yang menggunakan basis tekonologi digital," kata Ma'ruf Amin.

Wapres menjelaskan, tugas dan fungsi Komite Nasional dan Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) telah diperluas untuk tidak hanya berfokus dalam peningkatan aset keuangan Syariah. Tetapi juga dapat mendorong sektor riil utamanya Industri Halal. "Kita bercita-cita agar Indonesia dapat menjadi pusat keuangan syariah dan industri halal dunia," harapnya.

Baca Juga: LinkAja Hadirkan Produk Syariah

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama LinkAja, Haryati Lawidjaja, mengatakan, sebagai uang elektronik nasional, LinkAja melalui layanan syariah turut mendukung Pemerintah untuk mempercepat inklusi keuangan syariah di Indonesia.

"Menyadari besarnya potensi Indonesia menjadi sentra ekonomi syariah global, kami berkomitmen untuk terus membangun dan mengembangkan ekosistem syariah di Indonesia dengan memberikan edukasi berkelanjutan mengenai ekonomi dan keuangan syariah melalui sederet program dan produk yang kami hadirkan. Berkolaborasi dengan berbagai pihak lintas sektor, kami optimistis dapat berperan besar dalam mendorong terwujudnya inklusi keuangan syariah di Indonesia,” papar Haryati.

Sementara, Direktur Eksekutif Manajemen Eksekutif KNEKS, Ventje Rahardjo, mengatakan, layanan syariah LinkAja diharapkan dapat berkolaborasi dengan seluruh stakeholders di dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah untuk sama-sama meningkatkan literasi dan inklusi layanan keuangan syariah bagi masyarakat, termasuk perluasan jaringan layanan untuk mendukung sektor industri halal, kemudahan pengelolaan Ziswaf, serta kolaborasi di bidang riset dan inovasi.

Baca Juga: Gandeng Dukcapil, LinkAja Tingkatkan Validasi Data Pengguna

"Hadirnya layanan syariah LinkAja sebagai uang elektronik syariah pertama di Indonesia dapat memperkuat ekonomi digital syariah dan diharapkan pada tahun 2022 sudah terbentuk ekosistem keuangan syariah berbasis digital yang kuat dan terintegrasi," tandas Ventje.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Koin Kripto Bakecoin Fasilitasi Jual Beli Produk NFT dari Berbagai Karya Seni

Bakecoin adalah keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang terinspirasi dari komunitas NFT yang sepenuhnya diimplementasikan sebagai salah satu utilitas inti.

EKONOMI | 24 September 2021

Supaya Dapat Dukungan Pendanaan, BI Minta UMKM Lakukan Ini

UMKM diharapkan meningkatkan kemampuan dalam menyusun laporan keuangan, serta mmemanfaatkan teknologi digital untuk mendapatkan akses pembiayaan.

EKONOMI | 24 September 2021

OJK: Pinjol Ilegal Gerus Kepercayaan kepada Sektor Jasa Keuangan

Menurut OJK maraknya layanan keuangan ilegal seperti pinjol ilegal sangat berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

EKONOMI | 24 September 2021

Kementerian PUPR Mulai Pengisian Air Bendungan Gongseng Bojonegoro

Bendungan Gongseng menjadi salah satu dari 17 bendungan yang akan diresmikan pada 2021.

EKONOMI | 24 September 2021

Indonesia Akan Bawa 300 Produk UMKM di Pameran Dagang Terbesar Dunia

Indonesia akan memamerkan lebih dari 300 produk UMKM siap ekspor di World Expo 2020 Dubai.

EKONOMI | 24 September 2021

Ini Cara Unik Madurasa Apresiasi Pelanggan Setianya

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Madurasa memberikan hampers kepada para pelanggan setianya sebagai bentuk apresiasi.

EKONOMI | 24 September 2021

Mayoritas Bursa Asia Melemah, Evergrande Turun Lagi 11,6%

Nikkei 225 Tokyo naik 2,06%, indeks komposit Shanghai turun 0,8%, Hang Seng Hong Kong turun 1,3%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,37%, Kospi Korea Selatan turun 0

EKONOMI | 24 September 2021

IHSG Ditutup Menguat, 5 Saham Ini Paling Aktif di Akhir Pekan

Saham FREN, CSIS, HKMU, BBRI dan BABP tercatat paling aktif pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (24/9/2021).

EKONOMI | 24 September 2021

Tingkatkan Produktivitas Beras, CIPS Usul Penggunaan Benih Hibrida Ditingkatkan

Adopsi benih padi hibrida saat ini masih tertinggal dari benih jagung hibrida, terlihat dari capaian produktivitas jagung yang lebih tinggi daripada beras.

EKONOMI | 24 September 2021

IHSG Ditutup Menguat, BBRI Cetak Net Buy Rp 1,3 Triliun

Saham BBRI menjadi yang paling banyak diborong investor asing dengan net buy Rp 1,3 triliun, pada perdagangan akhir pekan, Jumat (24/9/2021).

EKONOMI | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Data Kematian Covid-19 sampai 24 September 2021

Data Kematian Covid-19 sampai 24 September 2021

BERITA GRAFIK | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings