RI di Ambang Resesi, tetapi Ada Secercah Harapan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

RI di Ambang Resesi, tetapi Ada Secercah Harapan

Rabu, 26 Agustus 2020 | 06:32 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Tenaga Ahli Utama Kedeputian Bidang Ekonomi Kantor Staf Presiden Edy Priyono mengatakan Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga tahun ini masih mengalami kontraksi antara nol hingga minus dua persen.

Angka ini sebagai kelanjutan rapor merah pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua yang bertumbuh minus 5,32 persen.

"Jika hingga akhir September hasil minus itu benar terjadi, maka dua kuartal secara berturut pertumbuhan ekonomi Indonesia minus. Para ekonom menyebutnya sebagai resesi," kata Edy Priyono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2020).

Baca juga: Perekonomian Rapuh, Sri Mulyani Proyeksi Kuartal III Minus 2%

Bila dilihat sepintas, lanjut Edy, kondisi tersebut memberikan kesan mengkhawatirkan. Namun kalaupun prediksi itu memang terjadi, menurut Edy bukan berarti sebuah "kiamat".

Rapor merah pertumbuhan ekonomi di Indonesia, minusnya masih relatif lebih kecil dibandingkan negara-negara besar. Seperti Singapura, pada kuartal dua kemarin mendapat minus 42,9 persen. Tak terkecuali Malaysia yang mendapat angka minus 17,1 persen. Bahkan Amerika Serikat harus menerima pil pahit dengan kontraksi mencapai minus 32,9 persen.

"Tanpa bermaksud meremehkan resesi, saya melihat adanya perbaikan pada pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga jauh lebih penting," ujar Edy Priyono.

Daripada langsung menyebut resesi, menurut Edy, jika capaian kuartal ketiga ini lebih baik dibandingkan durasi sebelumnya, maka pemerintah berhasil menunjukkan upaya perbaikan. Kondisi itu akan sangat menentukan langkah Indonesia ke depan menuju pemulihan ekonomi.

Sejalan dengan hal itu, diungkapkan Edy, Kantor Staf Presiden sejak dua bulan lalu terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang besarnya Rp 695 triliun.

Bahkan, Edy menambahkan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko telah mengintruksikan pembentukan tim kecil untuk memantau secara detil pelaksanaan program PEN.

"Tugas utama KSP melakukan debottlenecking, bekerjasama dengan Kementerian dan Lembaga menemukan solusi seperti mendorong percepatan penyusunan DIPA. Sehingga program PEN dapat segera direalisasikan," jelas Edy Priyono.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Diyakini Bisa Lebih Cepat Pulih

Selain itu juga pemerintah saat ini fokus mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi agar Indonesia tidak mengalami kontraksi ekonomi terlalu dalam. Edy menjelaskan, perkembangan konsumsi dalam negeri sangat ditentukan oleh konsumsi rumah tangga kelompok menengah ke atas.

Memang, peningkatan konsumsi pada kalangan ini sangat bergantung pada kondisi penyebaran Covid-19 di Indonesia. “Daya beli praktis tidak menjadi masalah bagi mereka. Jika mereka yakin kondisi aman, konsumsi mereka akan naik secara berarti." ungkap Edy Priyono.

Sedangkan untuk meningkatkan konsumsi pada masyarakat kelas menengah, pemerintah telah menggelontorkan sejumlah program bantuan tunai langsung. "Untuk kelas menengah ke bawah, masalahnya mau belanja, tetapi uangnya sedikit. Bantuan tunai pemerintah diharapkan mereka pakai untuk belanja," terang Edy Priyono.

Dijelaskannya, pandemi yang sedang terjadi saat ini menumbuhkan kesadaran pentingnya membangun pusat ekonomi secara merata di seluruh Indonesia. Sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya berpusat di Jawa saja. Hal ini sejalan dengan upaya yang dilakukan pemerintah selama ini dengan membuka konektivitas dengan membangun infrastruktur di berbagai daerah.

"Pembangunan infrastruktur akan memunculkan pusat-pusat ekonomi baru. Jadi apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah tepat," tutur Edy Priyono.

Baca juga: Jokowi: Kepala Daerah Harus Tahu Kapan "Mengegas dan Mengerem" Ekonomi

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan pemerintah berusaha all out untuk fokus pada indikator konsumsi dan investasi untuk menghindari ancaman resesi ekonomi. Menkeu menjelaskan, penanganan pandemi dan eksekusi program PEN yang efektif, serta stabilitas tingkat inflasi diharapkan mampu mengembalikan aktivitas belanja dan mobilitas secara normal.

Sri Mulyani mengatakan, beberapa indikator mobilitas masyarakat memang sudah menunjukkan adanya tren pemulihan, tapi belum pada level yang netral. Tempat belanja kebutuhan sehari-hari jauh lebih cepat pemulihannya. Bahkan indeks keyakinan konsumen masih terdapat optimisme seiring tren perbaikan.

Indeks keyakinan konsumen di bulan Juli, mengindikasikan optimisme konsumen membaik, disebabkan menguatnya ekspektasi konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi saat ini, yakni terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama.

Sri Mulyani juga menegaskan, ekspor diperkirakan lebih baik, seiring pemulihan kinerja ekonomi global. Ekspor didorong melalui perluasan negara tujuan potensial ekspor serta pengembangan pariwisata. Sementara itu, impor diarahkan pada pemenuhan kebutuhan domestik sesuai dengan prioritas nasional, terutama untuk bahan baku dan barang modal.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kantongi Izin OJK, Pembiayaan Danabijak Tumbuh 4,5 Kali

PT Digital Micro Indonesia (danabijak) berhasil mengantongi status berizin sebagai penyelenggara fintech p2p lending dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EKONOMI | 17 Oktober 2021

Menhub: Indonesia Komitmen Dukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030

Indonesia mendukung prakarasa to build back better untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor transportasi.

EKONOMI | 17 Oktober 2021

Keluhan Wanda Hamidah Akhirnya Capai Titik Terang

Keluhan aktris yang juga publik figur Wanda Hamidah kepada perusahaan asuransi PT Prudential Assurance Indonesia (Prudential) telah terselesaikan.

EKONOMI | 17 Oktober 2021

Indef: Layanan Digital BSI Semakin Kuat

Layanan digital PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin kuat menyusul dirampungkannya integrasi operasional.

EKONOMI | 17 Oktober 2021

Ketua DPR Minta Pinjol Ilegal Diberantas

Ketua DPR Puan Maharani memberi dukungan kepada jajaran Polri yang tegas memberantas praktik-praktik pinjaman online (pinjol) ilegal.

EKONOMI | 17 Oktober 2021

Expo 2020 Dubai, Paviliun Indonesia Dikunjungi 50.000 Orang

Paviliun Indonesia kedatangan 50.000 pengunjung lebih pada perhelatan World Expo 2020 Dubai sejak diresmikan Mendag Muhammad Lutfi dua minggu lalu.

EKONOMI | 17 Oktober 2021

PLN: Tanda-tanda Pemulihan Ekonomi, Konsumsi Listrik Naik

PT PLN (Persero) mencatat konsumsi listrik mencapai 187,78 terawatt jam (TWh) atau naik 4,42% pada Januari-September 2021.

EKONOMI | 17 Oktober 2021

430 Sarhunta Lengkapi Kawasan Wisata Bromo Tengger Semeru

Kementerian PUPR berkomitmen mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo – Tengger – Semeru.

EKONOMI | 17 Oktober 2021


Tahun 2022, BTN Siap Kuasai Pasar Rumah Subsidi 80%

BTN akan menguasai 70-80 % penyaluran rumah subsidi KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 17 Oktober 2021


TAG POPULER

# Guru Honorer


# Kereta Cepat


# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Dodi Reza Alex Noerdin



TERKINI
Douglas Luiz Bakal Hengkang dari Aston Villa?

Douglas Luiz Bakal Hengkang dari Aston Villa?

BOLA | 19 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings