BPJamsostek Serahkan Data Calon Penerima BSU Gelombang Dua ke Kemnaker
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

BPJamsostek Serahkan Data Calon Penerima BSU Gelombang Dua ke Kemnaker

Selasa, 1 September 2020 | 19:49 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah sebelumnya pada 24 Agustus 2020 yang lalu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menyerahkan 2,5 juta data pekerja penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), maka pada Selasa (1/9) diserahkan tiga juga data pekerja penerima BSU.

Agus Susanto, Direktur Utama BPJamsostek, menerangkan, penyerahan data pekerja calon penerima BSU ini merupakan kali kedua yang dilakukan secara bertahap setiap minggunya, hingga tercapai target keseluruhan penerima BSU sebanyak 15,7 juta, untuk mempermudah proses rekonsiliasi, monitoring dan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan program BSU.

Agus menjelaskan, dari target calon penerima BSU 15,7 juta, saat ini telah terkumpul sebanyak 14,2 juta nomor rekening, dan sudah kami validasi berlapis sampai dengan tiga tahap, hingga jumlah data yang tervalidasi mencapai 11,3 juta. Dari jumlah tersebut telah kami serahkan sebanyak total 5,5 juta data peserta dalam dua tahap,” kata dia.

Agus menjelaskan, ada dua alternatif tindakan atas nomor rekening pekerja yang tidak lolos validasi berlapis BPJamsostek. Alternatif pertama pihak BPJamsostek akan mengembalikan data nomor rekening kepada perusahaan peserta untuk melakukan konfirmasi ulang, jika penyebabnya bukan karena ketidaksesuaian dengan Permenaker 14/2020.

Alternatif kedua adalah kondisi dimana data peserta tidak valid karena tidak sesuai kriteria yang disebutkan dalam Permenaker dimaksud, maka nomor rekening tersebut secara otomatis tidak masuk dalam daftar penerima BSU. Jumlah data rekening peserta tidak valid ini mencapai 1,6 juta orang.

"Kami terus mendorong perusahaan atau pemberi kerja untuk segera menyampaikan data nomor rekening peserta yang memenuhi persyaratan, dengan batas waktu telah diperpanjang hingga tanggal 15 September 2020. Kami juga berharap perusahaan mempercepat proses penyampaian data yang dikonfirmasi ulang,” tambah Agus.

Di sisi lain, Agus mengimbau kepada masyarakat pekerja agar selalu waspada terhadap munculnya potensi penipuan hingga pencurian data. “Kami mendapati ada upaya pencurian data via media sosial dengan menggunakan akun palsu yang mengatasnamakan BPJAMSOSTEK. Saya tegaskan bahwa syarat penerima BSU ini mutlak berdasarkan kriteria dari Permenaker 14 tahun 2020,” papar Agus.

Jadi, jika ada pekerja yang merasa kriterianya telah terpenuhi, cukup menunggu dana ditransfer ke rekening, tidak perlu memberikan data atau informasi pribadi kepada pihak yang tidak berwenang. Untuk wewenang pengkinian data terkait program BSU hanya dapat dilakukan oleh HRD perusahaan langsung ke sistem BPJamsostek.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai program BPJamsostek dan BSU, masyarakat dapat mengakses akun media sosial resmi BPJamsostek@bpjs.ketenagakerjaan pada Instagram, @bpjstkinfo pada platform Twitter, dan BPJamsostek pada Facebook dimana keseluruhan akun tersebut sudah berstatus Terverifikasi.

“Kami sangat mengharapkan kerjasama semua pihak agar proses pengumpulan nomor rekening pekerja calon penerima BSU ini berjalan dengan lancar agar dana BSU yang diterima para pekerja peserta BPJamsostek dapat dimanfaatkan dengan baik dan perekonomian Indonesia kembali normal,” tutup Agus.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level Ekspansif

Sektor industri manufaktur di Tanah Air menunjukkan geliat yang agresif di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19.

EKONOMI | 1 September 2020

Bank BJB Dorong Pertumbuhan Kredit di Segmen Komersial dan UMKM

Penyaluran kredit Rp 85,8 triliun di semester I-2020 atau tumbuh 9,8 persen.

EKONOMI | 1 September 2020

Pertumbuhan E-Commerce Diyakini Tetap Berlanjut Pascapendemi

"Pandemi ini mempercepat adopsi digital, yang dulunya semestinya di 2022 atau 2023 orang adopsi aplikasi digital, ini dipercepat," kata seorang direktur Shopee.

EKONOMI | 1 September 2020

Mentan: Sektor Pertanian Tetap Tumbuh di Tengah-tengah Pandemi

Di tengah pandemi Covid-19 ini, Syahrul, terus mendorong para petani untuk terus meningkatkan produksi pertanian.

EKONOMI | 1 September 2020

Garuda Buka Kembali Penerbangan dari dan ke Tiongkok

Grup Garuda Indonesia membuka kembali penerbangan dari dan ke Tiongkok. Garuda ke Chendu, sementara Citilink ke Kunming.

EKONOMI | 1 September 2020

PPDPP Gandeng BSSN Lakukan Security Assessment

Proses digital signature dapat mempercepat sistem layanan PPDPP.

EKONOMI | 1 September 2020

Agustus 2020, Nilai Tukar Petani Naik 0,56 Persen

Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) lebih besar dibanding Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb).

EKONOMI | 1 September 2020

Ada Relaksasi PSBB, Sektor Transportasi Mulai Bergeliat

Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Juli 2020 sebanyak 1,5 juta orang atau naik 135,74% dibanding Juni 2020.

EKONOMI | 1 September 2020

Belum Pulih, Kunjungan Wisman Juli 2020 Hanya Naik 0,95%

Dibandingkan Juli 2019 yang mencapai 1.468.173 kunjungan, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2020 bahkan mengalami kontraksi yang sangat dalam hingga -89,12%.

EKONOMI | 1 September 2020

Kurs Rupiah Stabil di Kisaran Rp 14.500

Kurs rupiah berada di level Rp 14.565 per dolar AS atau terdepresiasi 5 poin (0,03 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.560.

EKONOMI | 1 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS