Pemerintah Dinilai Ugal-Ugalan Kelola Utang
INDEX

BISNIS-27 532.645 (0.35)   |   COMPOSITE 6373.41 (7.9)   |   DBX 1200.38 (0)   |   I-GRADE 185.572 (-1.85)   |   IDX30 530.591 (1.96)   |   IDX80 143.3 (1.12)   |   IDXBUMN20 436.746 (0.64)   |   IDXESGL 146.832 (1.65)   |   IDXG30 145.313 (-1.67)   |   IDXHIDIV20 465.476 (1.87)   |   IDXQ30 150.721 (-1.62)   |   IDXSMC-COM 298.62 (1.8)   |   IDXSMC-LIQ 374.87 (5.72)   |   IDXV30 150.9 (5.44)   |   INFOBANK15 1063.78 (-18.45)   |   Investor33 452.728 (-0.28)   |   ISSI 189.451 (1.04)   |   JII 667.742 (5.84)   |   JII70 234.615 (1.72)   |   KOMPAS100 1279.35 (2.16)   |   LQ45 988.752 (2.86)   |   MBX 1764.22 (2.52)   |   MNC36 335.71 (0.75)   |   PEFINDO25 340.233 (1.02)   |   SMInfra18 325.434 (-1.27)   |   SRI-KEHATI 386.573 (-1.21)   |  

Pemerintah Dinilai Ugal-Ugalan Kelola Utang

Rabu, 2 September 2020 | 16:32 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik Rachbini, mengkritisi kebijakan utang pemerintah dalam membiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang menurutnya ugal-ugalan. Hal itu juga termasuk dengan kebijakan utang untuk penanganan Covid-19.

Menurut Didik Rachbini, pada 2019, Pemerintah menerbitkan utang sebesar Rp 921,5 triliun. Kemudian para RAPBN 2020 yang dibuat tahun 2019, penerbitan utang direncanakan turun menjadi Rp 651 triliun.

Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa pemerintah pada tahun ini akan berutang hingga Rp 1.439 triliun menyusul adanya pelebaran defisit APBN hingga 6,34% dari produk domestik bruto (PDB).

“Jumlah penerbitan utang meningkat hampir tiga kali lipat selama pemerintahan Jokowi. Utang tersebut sama dengan tiga kali APBN Susilo Bambang Yudhoyono pada waktu pertama kali menjabat (sebagai Presiden RI),” kata Didik Rachbini dalam acara diskusi “Politik APBN dan Masa Depan Ekonomi” yang digelar Indef, Rabu (2/9/2020).

Melihat jumlah utang yang terus meningkat, Didik menilai saat ini Indonesia sudah masuk pada perangkap utang. Utang pemerintah Indonesia saat ini dinilainya akan menjadi palu godam yang mematikan bagi presiden yang akan datang.

“Selain utang di APBN, ada juga utang di luar APBN yaitu utang BUMN. Untuk utang publik (Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN) semakin berat mencapai Rp 7.248 triliun,” ujar Didik Rachbini.

Di luar utang tersebut, Bank BUMN juga menjadi beban pemerintah. Sehingga bila Bank BUMN mengalami gagal bayar, yang akan membayar adalah negara.

“Dalam kategori sistem moneter internasional, itu dianggap sebagai utang. Bila ditambah dengan utang Bank BUMN, itu menjadi lebih dari Rp 10.000 triliun,” kata Didick Rachbini.

Selain jumlah utang yang makin besar, lanjutnya, beban utang juga semakin tinggi. Pada 2019, beban bunga utangnya mencapai Rp 275,54 triliun.

“Tidak lama lagi dalam beberapa tahun ke depan, kita harus membayar utang setiap tahun lebih dari Rp 1.000 triliun. APBN sudah masuk perangkap, harus berutang untuk membayar utang. Indikasinya, keseimbangan primer merupakan indikator keseimbangan utang. Defisit keseimbangan primer menunjukkan bahwa pembayaran utang dilakukan dengan melakukan utang baru,” jelas Didik.

Theo Sambuaga yang ikut hadir dalam diskusi tersebut menambahkan, setiap pemerintahan yang baru sudah pasti akan mewariskan masalah di pemerintahan sebelumnya, termasuk soal utang.

Namun dia menilai yang terpenting adalah utang pemerintah tersebut harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan keselamatan rakyat serta pemberdayaan ekonomi, sehingga manusianya bisa sehat dan tetap produktif.

“Yang lebih penting lagi, ke depan kita ini harus shift dari orientasi ekspor komoditas tradisional ke ekspor yang lebih mempunyai nilai tambah tinggi dengan teknologi tinggi. Sehingga di samping dapat meningkatkan produktivitas orang-orang yang ada saat ini, juga dapat menghasilkan barang-barang yang bisa merebut pasar di luar. Semuanya itu untuk menambah kemampuan kita membayar utang yang akan datang yang pasti akan tersisa sampai ke belakang,” kata Theo Sambuaga.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

2021, Pagu Anggaran Kemenhub Rp 45 Triliun

Kemhub mendapatkan pagu anggaran tahun 2021 sebesar Rp 45,6 triliun atau lebih besar dari usulan awal pada Juni 2020 senilai Rp41,3 triliun.

EKONOMI | 2 September 2020

Hingga Agustus 2020, Likuiditas Perbankan Indonesia Capai Rp 1.913 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan mencatat hingga Agustus 2020, total alat likuid (AL) perbankan mencapai Rp 1.913 triliun.

EKONOMI | 2 September 2020

Menteri BUMN Minta Kadin Bantu Validasi Data Pekerja

Kadin Indonesia diminta validasi pekerja penerima bantuan subsidi upah.

EKONOMI | 2 September 2020

Percepat BSU, Kadin Diminta Bantu Validasi Data Pekerja

Kadin minta validasi pekerja penerima BSU.

EKONOMI | 2 September 2020

Kurs Rupiah Anjlok 175 Poin ke Rp 14.740

Kurs rupiah berada di level Rp 14.740 per dolar AS atau terdepresiasi 175 poin (1,2 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.565.

EKONOMI | 2 September 2020

Asosisasi Industri Baja Apresiasi Upaya Kemperin Perbanyak SNI Wajib

Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia apresiasi langkah kemperin SNI wajib semua barang impor.

EKONOMI | 2 September 2020

BNI Syariah Resmi Jadi Penyalur KUR dengan Plafon Rp 700 miliar

Saat ini, terdapat 42 penyalur KUR, yang terdiri dari 38 Bank, satu Lembaga Keuangan Bukan Bank, dan tiga koperasi.

EKONOMI | 2 September 2020

OJK: Pertumbuhan Kredit Selama Pandemi Ditopang Bank Pemerintah

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan pertumbuhan kredit perbankan selama masa pandemi Covid-19 ditopang oleh Bank milik pemerintah.

EKONOMI | 2 September 2020

Inflasi Melemah, Bursa Eropa Dibuka Menguat

Indeks Stoxx600 Eropa naik 1,82 persen, DAX Jerman naik 1,93 persen, FTSE Inggris naik 1,68 persen, CAC Prancis naik 2,01 persen.

EKONOMI | 2 September 2020

Australia Masuki Resesi, Bursa Asia Mixed

Indeks Nikkei 225 Tokyo naik 0,47 persen, Indeks Komposit Shanghai turun 0,17 persen, Hang Seng turun 0,26 persen, S&P/ASX 200 Australia naik 1,84 persen.

EKONOMI | 2 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS