Pemerintah Dinilai Ugal-ugalan Kelola Utang
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Pemerintah Dinilai Ugal-ugalan Kelola Utang

Rabu, 2 September 2020 | 17:07 WIB
Oleh : Herman / EHD

Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J. Rachbini mengkritisi kebijakan utang pemerintah dalam membiayai APBN yang menurutnya ugal-ugalan, begitu juga dengan kebijakan utang untuk penanganan Covid-19.

Didik memaparkan, pada 2019, Pemerintah menerbitkan utang sebesar Rp 921,5 triliun. Kemudian para RAPBN 2020 yang dibuat tahun 2019, penerbitan utang direncanakan turun menjadi Rp 651 triliun. Namun menurut penjelasan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Pemerintah pada tahun ini akan utang hingga Rp 1.439 triliun menyusul adanya pelebaran defisit APBN hingga 6,34% dari produk domestik bruto (PDB).

“Jumlah penerbitan utang meningkat hampir tiga kali lipat selama pemerintahan Jokowi. Utang tersebut sama dengan tiga kali APBN Susilo Bambang Yudhoyono pada waktu pertama kali menjabat (sebagai Presiden RI),” kata Didik Rachbini dalam acara diskusi “Politik APBN dan Masa Depan Ekonomi” yang digelar Indef, Rabu (2/9/2020).

Melihat jumlah utang yang terus meningkat, Didik menilai saat ini Indonesia sudah masuk pada perangkap utang. Utang pemerintah Indonesia saat ini dinilainya akan menjadi palu godam yang mematikan bagi presiden yang akan datang.

“Selain utang di APBN, ada juga utang di luar APBN yaitu utang BUMN. Untuk utang publik (Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN) semakin berat mencapai Rp 7.248 triliun,” papar Didik.

Di luar utang tersebut, Bank BUMN juga menjadi beban pemerintah. Sehingga bila Bank BUMN mengalami gagal bayar, yang akan membayar adalah negara. “Dalam kategori sistem moneter internasional, itu dianggap sebagai utang. Bila ditambah dengan utang Bank BUMN, itu menjadi lebih dari Rp 10.000 triliun,” tuturnya.

Selain jumlah utang yang makin besar, lanjut Didik, beban utang juga semakin tinggi. Pada 2019, beban bunga utangnya mencapai Rp 275,54 triliun.

“Tidak lama lagi dalam beberapa tahun ke depan, kita harus membayar utang setiap tahun lebih dari Rp 1.000 triliun. APBN sudah masuk perangkap, harus berutang untuk membayar utang. Indikasinya, keseimbangan primer merupakan indikator keseimbangan utang. Defisit keseimbangan primer menunjukkan bahwa pembayaran utang dilakukan dengan melakukan utang baru,” jelas Didik.

Theo Sambuaga yang ikut hadir dalam diskusi tersebut menambahkan, setiap pemerintahan yang baru sudah pasti akan mewariskan masalah di pemerintahan sebelumnya, termasuk soal utang. Yang terpenting utang pemerintah tersebut harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan keselamatan rakyat serta pemberdayaan ekonomi, sehingga manusianya bisa sehat dan tetap produktif.

“Yang lebih penting lagi, ke depan kita ini harus shift dari orientasi ekspor komoditas tradisional ke ekspor yang lebih mempunyai nilai tambah tinggi dengan teknologi tinggi. Sehingga di samping dapat meningkatkan produktivitas orang-orang yang ada saat ini, juga dapat menghasilkan barang-barang yang bisa merebut pasar di luar. Semuanya itu untuk menambah kemampuan kita membayar utang yang akan datang yang pasti akan tersisa sampai ke belakang,” kata Theo Sambuaga.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemerintah Dinilai Ugal-Ugalan Kelola Utang

Didik Rachbini mengkritisi kebijakan utang pemerintah dalam membiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dinilai ugal-ugalan.

EKONOMI | 2 September 2020

2021, Pagu Anggaran Kemenhub Rp 45 Triliun

Kemhub mendapatkan pagu anggaran tahun 2021 sebesar Rp 45,6 triliun atau lebih besar dari usulan awal pada Juni 2020 senilai Rp41,3 triliun.

EKONOMI | 2 September 2020

Hingga Agustus 2020, Likuiditas Perbankan Indonesia Capai Rp 1.913 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan mencatat hingga Agustus 2020, total alat likuid (AL) perbankan mencapai Rp 1.913 triliun.

EKONOMI | 2 September 2020

Menteri BUMN Minta Kadin Bantu Validasi Data Pekerja

Kadin Indonesia diminta validasi pekerja penerima bantuan subsidi upah.

EKONOMI | 2 September 2020

Percepat BSU, Kadin Diminta Bantu Validasi Data Pekerja

Kadin minta validasi pekerja penerima BSU.

EKONOMI | 2 September 2020

Kurs Rupiah Anjlok 175 Poin ke Rp 14.740

Kurs rupiah berada di level Rp 14.740 per dolar AS atau terdepresiasi 175 poin (1,2 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.565.

EKONOMI | 2 September 2020

Asosisasi Industri Baja Apresiasi Upaya Kemperin Perbanyak SNI Wajib

Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia apresiasi langkah kemperin SNI wajib semua barang impor.

EKONOMI | 2 September 2020

BNI Syariah Resmi Jadi Penyalur KUR dengan Plafon Rp 700 miliar

Saat ini, terdapat 42 penyalur KUR, yang terdiri dari 38 Bank, satu Lembaga Keuangan Bukan Bank, dan tiga koperasi.

EKONOMI | 2 September 2020

OJK: Pertumbuhan Kredit Selama Pandemi Ditopang Bank Pemerintah

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan pertumbuhan kredit perbankan selama masa pandemi Covid-19 ditopang oleh Bank milik pemerintah.

EKONOMI | 2 September 2020

Inflasi Melemah, Bursa Eropa Dibuka Menguat

Indeks Stoxx600 Eropa naik 1,82 persen, DAX Jerman naik 1,93 persen, FTSE Inggris naik 1,68 persen, CAC Prancis naik 2,01 persen.

EKONOMI | 2 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS