Selama Pandemi, Industri Perbankan Syariah Indonesia Tumbuh Positif
Logo BeritaSatu

Selama Pandemi, Industri Perbankan Syariah Indonesia Tumbuh Positif

Kamis, 3 September 2020 | 17:01 WIB
Oleh : Herman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Industri perbankan syariah Indonesia, terus memperlihatkan pertumbuhan yang positif, baik dari sisi aset, kredit atau pembiayaan, maupun Dana Pihak Ketiga (DPK), selama pandemi Covid-19.

Direktur Utama PT Bank Mandiri Syariah yang juga Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Toni Eb Subari, mengatakan hingga Juni 2020, dari sisi aset perbankan syariah masih tumbuh hingga 9,22%, sementara perbankan konvensional tumbuhnya 4,94%.

Kemudian dari sisi kredit/pembiayaan tumbuh 10,13%, jauh lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional yang sebesar 1,02%. Begitu juga dengan pertumbuhan DPK yang mencapai 8,99%, sedangkan perbankan konvensional pertumbuhannya 7,83%.

“Pertumbuhan perbankan syariah secara persentase relatif lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional maupun perbankan nasional," kata Toni Eb Subari dalam acara Zooming with Primus bertajuk “Ekonomi Syariah, Energi Baru Untuk Indonesia” yang disiarkan langsung Beritasatu TV, Kamis (3/9/2020).

Menurut dia, dari sisi rasio kecukupan modal (CAR), secara umum perbankan syariah hingga Juni 2020 sudah mendekati perbankan konvensional dan nasional. CAR perbankan nasional berada di 22,5%, sementara CAR perbankan syariaj 21,2%.

Toni Eb Subari mengungkapkan, dari sisi Financing to Deposit Rasio (FDR) perbankan syariah sebesar 87,75%, sedangkan Non Performing Financing (NPF) 3,5%. Di antara 100 bank umum nasional, perbankan syariah juga sudah masuk dalam jajaran 30 besar bank nasional.

Saat ini pelaku industri perbankan terdiri dari 96 bank umum konvensional dan 14 bank umum syariah ditambah 20 unit usaha syariah.

“Untuk market share perbankan syariah, dari tahun ke tahun juga menunjukkan perbaikan dari 5,7% di tahun 2017 menjadi 6,18% pada Juni 2020. Ini menjadi tantangan tersendiri, karena sebetulnya umur bank syariah pertama berdiri tahun 1992, sementara bank konvensional tertua berusia 125 tahun, sehingga market share bank syariah masih terbatas,” ujar Toni Eb Subari.

Menurut dia, tantangan besar yang dihadapi bank syariah dalam meningkatkan pangsa pasarnya juga terkait dengan rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah.

Untuk literasinya baru di kisaran 8%, mementara inklusinya sekitar 11%. Ini lebih rendah dari tingkat literasi bank nasional yang sebesar 29,66% dan tingkat inklusi 67,82%. Dalam menjalankan bisnisnya, konsep yang dijalankan bank syariah yaitu adil, seimbang dan bermanfaat (maslahat).

Dia juga menilai rencana Menteri BUMN untuk melakukan penggabungan (merger) perbankan syariah milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bisa menjadi langkah yang tepat dalam rangka penguatan ekonomi syariah di Indonesia.

“Kita sangat mendukung penuh rencana ini (merger). Total (aset) akan menjadi Rp 207 triliun dan bisa masuk dalam 10 besar bank nasional,” kata Toni Eb Subari.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tingkatkan Daya Beli, Pemerintah Harus Serius Tekan Kasus Covid-19

Ekonom menilai pemerintah harus lebih serius menekan jumlah kasus Covid-19 agar dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan menggairahkan dunia usaha.

EKONOMI | 3 September 2020

Investor Khawatir Nasib BI, IHSG Terkoreksi 0,59%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (3/9/2020), ditutup melemah 31,16 poin atau 0,59% di level 5.280,81.

EKONOMI | 3 September 2020

BI Optimistis Inflasi akan Terjadi di September 2020

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, optimistis inflasi akan terjadi di September 2020, seiring peningkatan konsumsi atau daya beli masyarakat.

EKONOMI | 3 September 2020

Satgas PEN Optimistis Target Penyerapan Anggaran Tercapai

Satgas PEN optimistis dapat merealisasikan target penyerapan anggaran pemulihan ekonomi nasional hingga akhir tahun 2020.

EKONOMI | 3 September 2020

Siang Ini, Rupiah dan Mata Uang Asia Melemah

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.755-Rp 14.820 per dolar AS.

EKONOMI | 3 September 2020

Sejumlah Importir Mulai Serap Gula dari Petani

Pemerintah menugasi BUMN dan perusahaan importir gula swasta untuk menyerap gula produksi petani.

EKONOMI | 3 September 2020

Siang Ini, Mayoritas Bursa Asia Tertekan

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 6,5 poin (0,20 persen) mencapai 3.398.

EKONOMI | 3 September 2020

Hanya 1 Sektor yang Hijau, IHSG Berkurang 35 Poin di Sesi Siang

Sebanyak 121 saham naik, 271 saham melemah dan 167 saham stagnan.

EKONOMI | 3 September 2020

Transformasi Bisnis E-Commerce TelkomGroup Perkuat Upaya Profitabilitas Perusahaan

Sejalan dengan program transformasi perusahaan, terhitung 1 Oktober 2020 Telkom hanya akan fokus pada bisnis e-commerce di segmen korporasi dan UMKM melalui

EKONOMI | 3 September 2020

Anggaran 2021 Naik Jadi Rp 149,8 T, Kempupera Fokus 6 Hal Ini

Dari enam kelompok prioritas tersebut, Menteri Basuki menyatakan akan meningkatkan alokasi program PKT Kempupera di tahun 2021.

EKONOMI | 3 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS