Maskapai Khawatir Kembalinya PSBB Berdampak ke Industri Penerbangan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Maskapai Khawatir Kembalinya PSBB Berdampak ke Industri Penerbangan

Jumat, 11 September 2020 | 13:27 WIB
Oleh : Lona Olavia, Thresa Sandra Desfika / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait menilai keputusan DKI Jakarta yang kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada awal pekan depan akan berdampak ke industri penerbangan. Jika kebijakan Jakarta diikuti oleh daerah lain, kemungkinan akan terjadi penutupan akses masuk dan keluar wilayah.

“Dilihat dari kebijakan daerah lain juga, itu baru akan mempengaruhi kinerja penerbangan. Jika tidak diikuti daerah lain paling pengetatan protokol. Kita tetap menanti rinciannya (aturan),” ucapnya dalam webinar dengan tema Travelling di Era Adaptasi Kebiasaan Baru, Kamis (10/9/2020).

Edo biasa ia disapa, mengaku belum mendapat informasi terkait adanya penutupan penerbangan imbas dari pengetatan PSBB yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Jika permintaan mengalami penurunan maka maskapai akan melakukan pengurangan rute yang terdampak. Pihaknya pun berharap pengetatan PSBB di Jakarta tak akan mempengaruhi penerbangan ke daerah lain.

“Sampai saat ini belum mendapat informasi, tapi kami menganalisis dari PSBB yang awal dulu. Jadi yang kita lihat kebijakan-kebijakan antar daerahnya akan saling mempengaruhi enggak, itu kan faktor orang akan melakukan perjalanan atau mengurungkan niatnya. Ya mudah-mudahan tidak ada dampaknya. Hanya saja mungkin pengetatan protokol-protokol kesehatan yang dijalankan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, industri penerbangan dan pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19. Untuk itu, pemulihan sektor ini harus dilakukan semua pihak. Bukan hanya maskapai penerbangan, tetapi juga pemerintah dan masyarakat yang perlu bersabar dalam memulihkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Kami berharap semua pemangku kepentingan ikut menjaga, kita jaga termasuk dunia penerbangan nasional. Saya takut hubungan antar wilayah terganggu jika penerbangan kembali diputus akibat Pandemi Covid-19,” ujarnya.

Edo menjelaskan perjalanan bisnis masih mendominasi penumpang yang terbang dengan pesawat perusahaan selama masa pandemi dibandingkan dengan perjalanan wisata dan kunjungan keluarga. Pergerakan masyarakat untuk perjalanan bisnis mencapai 60%, kunjungan wisata 20% dan 20% adalah perjalanan untuk kunjungan keluarga. "Perjalanan untuk bisnis masih mendominasi lantaran memang ada pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa dihindari," katanya.

Menurutnya, moda transportasi pesawat lebih aman dibandingkan dengan moda transportasi. Hal ini lantaran di dalam pesawat terdapat teknologi yang memungkinkan adanya sirkulasi udara. Tidak hanya itu, untuk menggunakan pesawat, penumpang juga harus menjalani dan memenuhi sejumlah protokol kesehatan seperti wajib menggunakan masker dan menjalani rapid test.

”Untuk Lion Air sendiri, load factor atau tingkat keterisian penumpang pesawat rata-rata masih berada di bawah 70% dari total semua penerbangan yang dilakukan perusahaan,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Foodex Berencana Lebarkan Pasar Ekspor

Foodex berharap dapat meningkatkan pangsa pasarnya di luar negeri dalam lima tahun ke depan.

EKONOMI | 11 September 2020

Rupiah Siang Ini Terkoreksi Saat Mata Uang Asia Menguat

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.900-Rp 14.950 per dolar AS

EKONOMI | 11 September 2020

Transformasi Total Pelindungan Pekerja Migran

Benny juga melihat ada praktik rente dan ijon yang menempatkan PMI hanya sebagai objek sapi perahan

EKONOMI | 11 September 2020

Bursa Tokyo dan Hong Kong Naik, Korea Tergerus

Kospi di Korea Selatan turun 14,4 (0,62 persen) mencapai 2.381.

EKONOMI | 11 September 2020

Jeda Siang, IHSG Naik 62 Poin ke 4.954

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 85.392 miliar saham senilai Rp 8,655 triliun.

EKONOMI | 11 September 2020

Emas Antam Naik ke Rp 1,028 juta Per Gram

Harga 250 gram sebesar Rp 242,265 juta.

EKONOMI | 11 September 2020

Bank BTN Dukung Pembiayaan KPA Dua Proyek Trans Property

Bank BTN melalui kerja sama dengan Trans Property menawarkan berbagai kemudahan bagi calon konsumen.

EKONOMI | 11 September 2020

Selandia Baru Dorong Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan Pascapandemi

Ekonomi sebagai bagian tak terpisahkan dari lingkungan.

EKONOMI | 11 September 2020

Awal Sesi, Rupiah Turun Saat Mata Uang Asia Menguat

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.900-Rp 14.912 per dolar AS.

EKONOMI | 11 September 2020

Dibuka, IHSG Langsung Dilanda Aksi Jual

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan turun 80,8 poin (1,6 persen) menjadi 4.810.

EKONOMI | 11 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS