Kemkeu Revisi Proyeksi Ekonomi RI ke Kisaran -1,7% hingga -0,6%
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Kemkeu Revisi Proyeksi Ekonomi RI ke Kisaran -1,7% hingga -0,6%

Selasa, 22 September 2020 | 13:13 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi virus corona (Covid-19) telah membuat sejumlah negara tumbang dan jatuh ke jurang resesi, tak terkecuali Indonesia. Kementerian Keuangan (Kemkeu) pada September ini mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 menjadi -1,7% hingga -0,6% secara (year on year/yoy). Persentase itu lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang -1,1% hingga masih bisa positif 0,2%.

Pada kuartal III 2020, ekonomi Indonesia diproyeksi terkontraksi -2,9% hingga -1,0%. Sebelumnya, ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 tumbuh sebesar 2,97% dan kuartal II 2020 menyusut -5,32%.

"Forecast terbaru kita untuk bulan September untuk tahun 2020 adalah pada kisaran -1,7% hingga -0,6%. Ini artinya negatif teritori akan terjadi pada kuartal III dan mungkin juga masih akan berlangsung untuk kuartal IV yang diupayakan bisa mendekati 0% ataupun positif," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita September 2020, Selasa (22/9/2020).

Adapun, dari lima institusi internasional yang melakukan proyeksi atas ekonomi Indonesia, hanya satu lembaga yang memproyeksikan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh positif 0% yakni oleh Bank Dunia. Sedangkan, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan -0,3%, Bloomberg Median -1,0%, Asian Development Bank (ADB) juga -1,0%. Namun, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) melakukan revisi proyeksi yakni -3,3% dari sebelumnya -3,9% hingga -2,8%.

Namun demikian, untuk tahun depan, Sri Mulyani menyebutkan, proyeksi ekonomi Indonesia masih sesuai dengan RUU APBN di rentang 4,5% hingga 5,5%. Begitupun dengan institusi lain yang melakukan proyeksi untuk Indonesia dengan rata-rata tumbuh di 5% hingga 6%.

"Semua forecast ini sangat tergantung bagaimana perkembangan kasus Covid dan bagaimana ini akan mempengaruhi aktivitas ekonomi," ujarnya.

Secara rinci, Sri Mulyani menyebutkan, dari berbagai komponen hanya konsumsi pemerintah yang diproyeksi tumbuh positif. Sedangkan, konsumsi konsumsi RT (rumah tangga), dan LNPRT (Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga), PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto), ekspor, dan impor semuanya diproyeksikan tumbuh negatif. Peningkatan kinerja konsumsi pemerintah tersebut didorong oleh kebijakan belanja atau ekspansi sebagai cara untuk counter cyclical atau menjaga kestabilan ekonomi di tengah ancaman resesi ekonomi dunia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rupiah Siang Ini Melemah ke Rp 14.750

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Selasa (22/9/2020), melemah ke kisaran Rp 14.750.

EKONOMI | 22 September 2020

Sesi I, IHSG Terkoreksi 0,87% ke 4.956

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,87 persen ke kisaran 4.956 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (22/9/2020).

EKONOMI | 22 September 2020

Pembangunan Pelabuhan Utama Percepat Pertumbuhan Sentra Ekonomi

Jokowi mengatakan pengembangan pelabuhan utama di Indonesia mempunyai segmen yang saling komplementer dan saling mengisi.

EKONOMI | 22 September 2020

Jokowi: Pembangunan Pelabuhan Patimban Harus Perhatikan Dampaknya pada Nelayan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju harus memperhatikan dampak sosial ekonomi pembangunan Pelabuhan Patimban.

EKONOMI | 22 September 2020

Program Tol Laut Butuh Sinergi Semua Pihak

"Marilah kita sama-sama memanfaatkan jalur tersedia ini agar pertumbuhan ekonomi di wilayah tujuan bisa berhasil," kata Dirjen Hubla Agus Purnomo.

EKONOMI | 22 September 2020

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 15.000

Harga pembelian kembali atau buyback emas turun Rp 19.000 ke Rp 907.000 per gram.

EKONOMI | 22 September 2020

Kurs Rupiah Kembali Terdepresiasi ke Kisaran Rp 14.700-an

Kurs rupiah berada di level Rp 14.730 per dolar AS atau terdepresiasi 40 poin (0,27 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.690.

EKONOMI | 22 September 2020

Baru Dibuka, IHSG Langsung Turun 1%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjungkal 1 persen ke kisaran 4.946,5 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (22/9/2020).

EKONOMI | 22 September 2020

IHSG Berpotensi Melemah, Ini Sentimen dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Rekomendasi saham hari ini adalah BBTN, BBCA, PGAS, GGRM, INDF, AALI.

EKONOMI | 22 September 2020

Dipengaruhi Wall Street, Bursa Asia Dibuka Melemah

Indeks Komposit Shanghai turun 0,61 persen, Hang Seng Hong Kong turun 0,77 persen, ASX 200 Australia turun 0,73 persen, Kospi turun 1,51 persen.

EKONOMI | 22 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS