PJB Terus Perluas Implementasi Co-Firing
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

PJB Terus Perluas Implementasi Co-Firing

Kamis, 24 September 2020 | 17:40 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER


Surabaya, Beritasatu.com - PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) terus mendorong pemanfaatan biomassa untuk co-firing, sebagai upaya mendukung langkah pemerintah dalam meningkatkan bauran energi baru terbarukan hingga mencapai 23 persen pada tahun 2025.

Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan PJB, Ardi Nugroho menjelaskan, setelah melakukan studi sejak 2019, PJB mulai melakukan go live co-firing Biomassa sejak 10 Juni 2020 lalu di unit pembangkit Paiton.

Hingga saat ini, masih terus dilakukan uji coba di 11 PLTU lain di seluruh Indonesia, yaitu PLTU Paiton, PLTU Ketapang, PLTU Indramayu, PLTU Tenayan, dan PLTU Rembang. Berikutnya, PLTU Anggrek, PLTU Belitung, PLTU Kaltim, PLTU Pacitan, PLTU Paiton 9, serta PLTU Ropa. Khusus untuk PLTU Paiton, saat ini sudah memasuki fase komersial.

"Berikutnya kami akan melakukan uji coba di PLTU Bolok, PLTU Tembilahan, PLTU Pulang Pisau dan PLTU Bangka,” kata Ardi pada webinar dengan tema "Efektivitas dan Potensi Biomassa Program Co-Firing Pembangkit" yang diselenggarakan PJB, Kamis (24/9/2020).

Ardi mengungkapkan, kendala utama pembangkit biomassa untuk pembakit skala besar adalah masalah ketersediaan suplai bahan baku (raw material) biomassa. Sejak go live co-firing Biomassa pada 10 Juni 2020 sampai dengan saat ini, di unit pembangkitan Paiton saja total penggunaan serbuk kayu mencapai lebih dari 3.800 ton dengan total energi hijau yang dibangkitkan sekitar 4.000 MWH.

Serbuk kayu (sawdust) adalah biomassa dari sumber alami dan yang digunakan di PLTU Paiton 1-2 adalah dari limbah industri kayu, sehingga biomassa serbuk kayu termasuk carbon neutral, tidak menambah jumlah karbon di udara. "Jika ditinjau dari aspek lingkungan, inovasi implementasi co-firing biomassa serbuk kayu di PLTU Paiton mampu menurunkan baku mutu emisi dan mendukung bauran energi EBT,” ujarnya.

Ardi menambahkan, biomassa termasuk pohon yang pada masa hidupnya telah menyerap banyak karbon, dan di akhir hidupnya akan melepaskan karbon ke atmosfer. Saat dilakukan co-firing di PLTU, biomassa tersebut dapat mengubah limbah serbuk kayu atau sisa karbon yang akan menguap begitu saja tanpa dimanfaatkan menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk menggantikan batubara.

Sementara, peneliti pada Pusat Penelitian Energi Berkelanjutan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Surabaya, Ary Bachtiar Krishna Putra, mengatakan, Indonesia memiliki cadangan terbanyak ke-9 atau sekitar 2,2 persen dari seluruh cadangan batu bara dunia. Namun, sekitar 80 persen cadangan batubara Indonesia termasuk low dan medium rank coal dengan nilai kalori kurang dari 5.000 kkal/kg. Sehingga pembauran dengan biomassa akan meningkatkan kualitas emisi pembakaran.

"Dibandingkan dengan energi terbarukan lainnya, biomassa mampu menyediakan base load energi terbarukan secara lebih hemat serta memiliki banyak manfaat sosial," jelasnya.

Beberapa diantaranya adalah mendukung pengurangan bahan bakar berbahaya dan hutan yang sehat, mengurangi material limbah yang dibuang di tempat pembuangan sampah, meningkatkan kualitas udara, pengurangan gas rumah kaca serta dapat mengurangi biaya transportasi karena didapatkan dari wilayah sekitar.

"Meskipun memiliki banyak manfaat, namun masa depan penggunaan biomassa tetap tergantung pada beberapa hal. Yang pertama adalah kebijakan pemerintah, harga relatif gas alam dan listrik, masalah lingkungan, emisi, akuntasi karbon yaitu apakah biomassa CO2 memiliki dampak emisi nol dan nilai sosial mengenai pembuangan atau penggunaan biomassa,” tutur Ary.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Impor Baja Ilegal, PLN Harus Periksa Proyek Kelistrikannya

Penegakan hukum dan aturan menjadi kunci dalam mengawal kebijakan yang bertujuan melindungi industri dalam negeri.

EKONOMI | 24 September 2020

Enam Hal yang Dibutuhkan Saat Trading Forex

Salah satu hal yang patut dimiliki adalah software grafik perdagangan harian.

EKONOMI | 24 September 2020

Di Tengah Pandemi, IKNB Syariah Masih Tumbuh 7,9%

Untuk market share keuangan syariah baru mencapai 9,6%, sedangkan untuk IKNB syariah baru sekitar 4,33%.

EKONOMI | 24 September 2020

TelkomSigma Raih Penghargaan Internasional Asia Pacific Stevie Award 2020

Layanan Integrated Talent Management System dari PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), INGENIUM, mendapat apresiasi di ajang penghargaan internasional

EKONOMI | 24 September 2020

Maybank Indonesia Bukukan Laba Rp 809,7 M

Laba Maybank Indonesia naik 7% ke Rp 809,7 miliar, sementara kredit turun 14,6% menjadi Rp 115,7 triliun.

EKONOMI | 24 September 2020

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.845

Kurs rupiah berada di level Rp 14.845 per dolar AS atau terdepresiasi 65 poin (0,44 persen).

EKONOMI | 24 September 2020

Potensi Resesi Ganda Menekan Bursa Eropa Melemah

Indeks Stoxx600 turun 0,72 persen, DAX Jerman turun 0,3 persen, FTSE Inggris turun 0,54 persen, CAC Prancis turun 0,46 persen, FTSE MIB Italia datar.

EKONOMI | 24 September 2020

Bursa Asia Melemah Akibat Aksi Jual Saham Teknologi dan Ketegangan Korea

Nikkei 225 Tokyo turun 1,11 persen, Indeks Komposit Shanghai turun 1,72 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,82 persen.

EKONOMI | 24 September 2020

Semua Sektor Merah, IHSG Terjungkal 1,5%

Investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp 498,35 miliar di semua pasar.

EKONOMI | 24 September 2020

Menperin: Aktivitas Pekerja di Luar Pabrik Perlu Dipantau

Pantau kegiatan pekerja di luar industri untuk cegah Covid-19.

EKONOMI | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS