Kemenperin Tambah Dua Sektor Percontohan Industri 4.0
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemenperin Tambah Dua Sektor Percontohan Industri 4.0

Sabtu, 26 September 2020 | 14:26 WIB
Oleh : Harso Kurniawan / HK

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menambah dua sektor percontohan penerapan industri 4.0, yakni farmasi dan alat kesehatan. Dua sektor ini mencetak kinerja gemilang saat pandemi Covid-19.

Sebelumnya, ada lima sektor prioritas industri 4.0, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, kimia, otomotif, serta elektronik. Penambahan sektor industri 4.0 mejadi tujuh diharapkan dapat mewujudkan program substitusi impor sebesar 35% pada 2022. Target ini diakselerasi guna mendorong pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19.

“Adapun empat strategi yang akan kami jalankan dalam menurunkan impor, yakni pendalaman struktur industri, kemandirian bahan baku dan produksi, perlunya regulasi dan insentif yang mendukung, serta pegoptimalan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN),” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) dan Kementerian/Lembaga (K/L) di Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (25/9).

Menperin menegaskan, agar sasaran substitusi impor 35% pada 2022 bisa cepat tercapai, diperlukan dukungan dan langkah sinergi dari seluruh pemangku kepentingan terkait, mulai lingkup kementerian dan lembaga hingga asosiasi industri. “Guna mengakselerasinya, kami juga akan fokus pada implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, dengan menambah dua sektor prioritas,” tutur dia.

Dia mencatat, industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, kimia, otomotif, serta elektronik mempresentasikan 70% PDB industri yang ada di Indonesia, 60% ekspor industri, dan 60% dari penyerapan tenaga kerja yang ada di Indonesia.

Menperin optimistis, apabila inisiatif Making Indonesia 4.0 dijalakan secara baik, Indonesia akan menjadi negara 10 besar dengan perekonomian terkuat di dunia tahun 2030. Strategi yang telah disiapkan tersebut, diyakini pula mampu menarik investasi baru dan menjaga iklim usaha di Tanah Air.

“Dalam implementasinya, kami akan jalankan secara simultan, antara penurunan impor melalui substitusi impor pada sektor industri yang nilai impornya besar, dengan peningkatan utilisasi produksi pada seluruh sektor industri pengolahan,” papar dia.

Di sisi lain, Kemenperin membidik utilisasi sektor manufaktur secara keseluruhan mencapai 60% hingga akhir tahun ini, setelah tertekan dampak pandemi Covid-19. Pada tahun 2021, utilisasi bakal digenjot sebesar 75% dan terus dipacu hingga 85% pada 2022.

“Sebelum hadir Covid-19 di Indonesia, utilisasi industri manufaktur mencapai 75%. Mulai dari Juni sampai sekarang sudah mulai ada tanda pemulihan, dengan tingkat utilisasi 52%. Kinerja gemilang ini tercermin juga dari purchasing managers’ index (PMI) Manufaktur Indonesia di bulan Agustus yang berada pada level 50,8 atau menandakan sedang ekspansif,” kata dia.

Efek positif dari peningkatan utilisasi itu, antara lain penyerapan tenaga kerja yang terdampak PHK, peningkatan kemampuan belanja dalam negeri, dan peningkatan pasar ekspor. “Strategi penurunan impor ini akan kami dorong melalui peningakatan invetasi, tentunya akan ada penyerapan tenaga kerja baru,” ujar Agus.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kementerian PUPR Targetkan Pengelolaan Tol Berkelanjutan Berkarakter Tercapai pada 2024

Setiap tahunnya Kementerian PUPR melakukan penilaian jalan tol berkelanjutan sebagai upaya untuk transformasi, inovasi dan modernisasi jalan tol.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

G-7 Capai Terobosan Aturan Perdagangan dan Data Digital

G-7 menyetujui prinsip-prinsip untuk mengatur penggunaan data lintas batas dan perdagangan digital.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Airlangga: Penerapan Konsep Pentahelix Dorong Peningkatan Kualitas SDM

Akselerasi dalam meningkatkan kualitas SDM memerlukan koordinasi dan sinergi menggunakan konsep pentahelix.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Ini Strategi Kemenperin Akselerasi Making Indonesia 4.0

Kementerian Perindustrian juga memiliki Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Di Dubai Expo, Menperin Ajak Investor Investasi di Industri Halal Indonesia

Market size ekonomi syariah di industri halal mencapai US$ 2,2 triliun pada 2019 untuk kebutuhan makanan, farmasi, kosmetik, fashion, pariwisata.

EKONOMI | 24 Oktober 2021


Erick Thohir Minta BUMN Tidak Asal Lakukan Ekspansi Bisnis

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengingatkan BUMN untuk tidak asal membuat rencana ekspansi bisnis.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Program E-Smart IKM Kemenperin Dorong Industri Kecil Bersaing Secara Global

Melalui program e-Smart IKM, diharapkan produk-produk IKM nasional yang memiliki kualitas bisa berdaya saing global

EKONOMI | 24 Oktober 2021

Ekspor Minyak Terbesar Arab Saudi Targetkan Nol Emisi Karbon Nol 2060

Arab akan bergabung dengan upaya global untuk mengurangi emisi metana hingga 30% pada 2030.

EKONOMI | 24 Oktober 2021

RUPTL Terbaru Dinilai Belum Cukup Hijau, Apa Alasannya?

RUPTL 2021-2030 yang baru dirilis belum cukup hijau untuk mencegah perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

EKONOMI | 24 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kapolsek Perkosa Anak Tahanan


# LADI


# Kasus Positif Covid-19 di Jakarta


# Garuda Ditutup


# Anies Baswedan



TERKINI
Dasar Hukum Laporan LBH Jakarta Dinilai Keliru

Dasar Hukum Laporan LBH Jakarta Dinilai Keliru

MEGAPOLITAN | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings