Atasi Dampak Pandemi, Pelaku UKM Indonesia Tak Segan Investasi Teknologi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Atasi Dampak Pandemi, Pelaku UKM Indonesia Tak Segan Investasi Teknologi

Senin, 28 September 2020 | 16:48 WIB
Oleh : Lona Olavia / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia tidak segan untuk berinvestasi di bidang teknologi selama masa pandemi, walaupun 91% dari industri UKM diprediksi akan mengalami penurunan pendapatan pada tahun ini.

Hal ini, tergambar dari hasil riset yang dilakukan terhadap 1.000 UKM di ASEAN yang dilakukan oleh United Overseas Bank (UOB), Accenture dan Dun & Bradstreet. Riset ini berupaya memahami bagaimana para UKM tersebut beradaptasi dengan iklim usaha yang diakibatkan oleh perubahan sebagai dampak dari pandemi.

Head of Business Banking UOB Indonesia, Paul Kan, mengatakan kendati menghadapi tantangan berat selama pandemi, mayoritas responden pelaku UKM di Indonesia, yakni sekitar 57%, menyatakan tetap optimis perekonomian akan membaik setelah pandemi berakhir.

Pelaku UKM juga siap untuk memanfaatkan teknologi dalam mendorong daya saing serta keberlanjutan usahanya, sehingga sekitar 85% mau melakukan investasi dalam teknologi akan dimanfaatkan untuk membangun kemampuan digital dalam hal penjualan dan layanan.

Selain itu, investasi teknologi juga dilakukan untuk pemasaran secara digital dan media sosial (76%), serta pengelolaan jaringan dan teknologi (64%). Selain berinvestasi dalam teknologi, industri UKM di Indonesia juga tengah mempertimbangkan untuk berinvestasi pada tanah, bangunan, mebel dan peralatan atau perbaikan terkait (49%) serta keahlian pekerja (43%).

Paul Kan mengatakan, UKM berperan sangat penting dalam perekonomian Indonesia dan Covid-19 telah membawa dampak yang besar bagi banyak industri UKM serta menghambat peluang pertumbuhan. Untuk membantu UKM mengurangi dampak pandemi, UOB Indonesia berupaya untuk memberikan bantuan, termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi dalam rangka mendorong perbaikan performa bisnis.

"Misalnya, melalui UOB BizSmart yang merupakan solusi pengelolaan usaha terintegrasi kami yang berbasis cloud, nasabah UKM dapat melakukan digitalisasi terhadap proses administratif SDM, serta akunting mereka seperti manajemen persediaan, rekonsiliasi akun, penggajian serta klaim,” kata Head of Business Banking UOB Indonesia, Paul Kan, di Jakarta, Senin (28/9/2020).

Pada kuartal II 2020, UOB BizSmart telah membantu industri UKM di Indonesia meningkatkan produktivitas mereka walaupun mereka bekerja dari rumah. Walhasil, jumlah akuisisi mengalami peningkatan sebesar 51% dari kuartal pertama tahun 2020.

UKM di seluruh Tanah Air, lanjut Paul Kan, sudah mulai memanfaatkan teknologi sebagai cara untuk menjamin model bisnis yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang. Pelaku UKM juga menyadari bahwa teknologi juga dapat membantu mereka mengelola arus kas dengan lebih baik. Di mana, 8 dari 10 atau 88% UKM di Indonesia menyatakan pemanfaatan solusi digital adalah metode pengelolaan arus kas yang paling mereka minati.

UKM di Indonesia juga dapat mengurangi tekanan dalam arus kas dengan cara mengurangi biaya yang berkaitan dengan pemasaran dan menunda penggantian peralatan seperti laptop, desktop dan mesin (79%). Mereka juga menyatakan keinginan untuk meningkatkan modal kerja melalui skema pembiayaan yang terkait Covid-19 (73%).



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Asing Lanjut Lepas Saham, IHSG Tertekan ke Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali tertekan ke zona merah pada perdagangan Senin (28/9/2020).

EKONOMI | 28 September 2020

LPEI Peroleh Pinjaman US$ 580 Juta dari Dua Lembaga Keuangan

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menerima dukungan pembiayaan dengan total nilai mencapai US$ 580 juta dari dua lembaga keuangan internasional.

EKONOMI | 28 September 2020

Korea Selatan Targetkan Pengembangan Industri Seaweed secara Ambisius

Inisiatif Korsel untuk mengembangkan industri rumput laut Korea sebagai industri makanan berbasis ekspor senilai Rp 12,8 triliun akan dilaksanakan oleh K·FISH.

EKONOMI | 28 September 2020

Sektor Ritel di Pusat Perbelanjaan Kehilangan Omzet Rp 200 Triliun

APPBI meminta bantuan kepada pemerintah yang langsung menyasar pusat perbelanjaan, bukan sekadar ke masyarakat untuk mendorong daya beli.

EKONOMI | 28 September 2020

Nilai Transaksi Saham Mirae Asset Capai Rekor Tertinggi

Saat ini market share Mirae dari sisi nilai transaksi investor terhadap total nilai transaksi seluruh investor di Indonesia adalah 7,98 persen.

EKONOMI | 28 September 2020

BKPM: Triwulan II, Investasi Korsel Naik 300% dari Triwulan Sebelumnya

Realisasi investasi asal Korea Selatan pada triwulan II 2020 mencapai 552,6 juta dolar AS atau melonjak sebesar 340 persen dibandingkan triwulan I 2020.

EKONOMI | 28 September 2020

Siang Ini, Rupiah Masih Stabil di Rp 14.850

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Senin (26/9/2020), terpantau stabil di kisaran Rp 14.850.

EKONOMI | 28 September 2020

Sesi I, IHSG Masih di Bawah Tekanan Jual

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,45 persen ke kisaran 4.923,8 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (28/9/2020).

EKONOMI | 28 September 2020

Indodax Kerja Sama dengan PT KBI Kembangkan Kliring Aset Kripto

Nantinya segala transaksi aset kripto yang terjadi, harus terlebih dahulu diverifikasi oleh lembaga kliring berjangka.

EKONOMI | 28 September 2020

Kurs Rupiah Stabil di Kisaran Rp 14.840

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Senin (26/9/2020), terpantau stabil di kisaran Rp 14.840.

EKONOMI | 28 September 2020


TAG POPULER

# Astrazeneca


# BMKG


# Daley Blind


# Bill Gates


# Vaksinasi Covid-19



TERKINI

Astra Financial Relaksasi Kredit Pembiayaan Senilai Rp 31 Triliun

EKONOMI | 2 menit yang lalu










TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS